Treasure Hunt ala Belajar Bersama

Treasure Hunt ala Belajar Bersama

Yes,  kembali lagi ke rutinas kegiatan belajar bersama kami. Ehmm . . . edisi yang kedua kali ini bertemakan mencari benda dengan membaca peta sebagai petunjuknya (treasure hunt), dan seperti biasa pula emak-emak rempong selalu mendadak dangdut (satu hari menjelang kegiatan) untuk menyiapkan bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan dan jreng jreng, dalam sekejap semua orangtua dengan cepat melengkapi list bawaan masing-masing keluarga.

Pas di hari H-nya, pagi-pagi Paman Ian baru memberikan ide tambahan untuk tata laksana aturan bermain dan intruksi buat anak-anak di awal perjumpaan . . . ahh makin lengkap deh susunan acara hari ini dari persiapan gambar lokasi denah rumah Bibi Nada, pengelompokan anak-anak, pembagian barang-barang yang dibawa dari dapur masing-masing sampai tata laksana di kegiatan lapangan. Oh iya, rasa rasanya kali ini ada sedikit bagaimana gitu deh ehmm apa ya?!? .. sepertinya ada yang berbeda dengan mereka, ehm tambah gantengkah dan cantikkah oohh itu sudah pasti #PD beratt hahaha . . . Ehmm apa ya sepertinya kalau diperhatikan anak anak sudah mulai terlihat agak tenang, bisa menyimak dengan baik (jadi sudah bisa duduk agak lamaan dikiittlah lumayan) karena biasanya cepet banget kocar kacir konsentrasinya maklum anak-anak usia. Apa mungkin pengaruh juga ya karena mereka sudah mulai kami buat rutin waktu pertemuannya seminggu sekali yang wajib di hari selasa jadi sudah tidak terlalu meledak-ledak kalau mereka berjumpa.

Acarapun dimulai dengan anak-anak bercerita di depan teman-temannya tentang hal-hal yang mengesankan dirinya supaya mereka berani tampil dan berbicara di depan banyak orang. Akhsan (6 tahun) bercerita tentang kegemarannya dengan game PSE, Athala (5 tahun) menceritakan pengalamannya berlibur ke Puncak minggu lalu, Kiran (6 tahun) bercerita tentang mobil kesukaannya dari film yang ditontonnya.

Lalu Paman Ian menjelaskan kegiatan selanjutnya dan aturan bermain untuk anak-anak. Anak-anak pun dibagi menjadi 2 kelompok, Vegetables dan Fruits. Kelompok Vegetables (Akhsan, Adiva, dan Athala) harus mencari sawi, wortel, toge dan brokoli dan kelompok Fruits (Kiran, Alma, Akhtar, dan Maji) mereka mencari pisang, anggur, jeruk dan belimbing. Mereka harus mencari barang-barang tersebut yang telah disembunyikan dan disebar di pekarangan rumah.

Oke saatnya beraksi dan mulailah mereka mencari barang-barang tersebut dengan semangat dan ceria. Kami senyum-senyum ketika melihat mereka celingukan mencari ke sana kemari dan sepertinya memang masih harus didampingi yaa selama pencarian berlangsung karena buat anak anak kebingungan membaca peta. Di saat mereka menemukan barang yang dicari satu persatu, wajah mereka riang banget ekspresinya keliatan bangga sekali kayak habis menemukan harta karun bongkahan emas yang terpendam #agak lebay.

Dengan wajah serius, di bawah teriknya matahari anak-anak menjadi tegang dan terasa dag dig dug karena masih kurang satu barang lagi yang belum ditemukan..“ayoo tidak boleh menyerah yuk kita liat lagi petanya” begitu semangat dari para orang tua. Setelah mencari-cari dan yeayyyy . . . mereka berhasil menemukannya dan menyelesaikan permainan hari ini dengan rasa terpuaskan.

Setelah pencarian selesai kembali paman Ian mengumpulkan mereka untuk mereview kegiatan tadi apakah menyenangkan atau tidak, apa yang  tadi sulit dicari, dan ternyata mereka sangat menyukai kegiatan tadi sampai mau mengulang lagi…hahaha  next week ya, good job kiddos we proud of you.

Membuat Slime

Membuat Slime

Hari Selasa kemarin sangat dinantikan oleh anak-anak dan juga orang tuanya sih. Itu adalah jadwal kami belajar, bercengkerama, diskusi, dan tidak kalah penting ngunyah. Serasa semua ide tertuang sempurna ketika diskusi dan perkunyahan berkolaborasi.

1-_DSC6924

Anak-anak sudah “duduk-rapi-sementara” dipandu oleh Bibi Nada. Kali ini project yang akan dibuat adalah slime. Yeaaaay… menyenangkan sekali. Bibi Nada memperkenalkan bahan-bahan apa saja yang diperlukan dan menjelaskan bagaimana proses pembuatannya.

Lalu bagaimana reaksi anak-anak? Kiran, Ahsan, Alma, Adiva, Akhtar, dan Maji? Masing-masing punya ekspresi dan respon yang berbeda-beda dari kegiatan membuat slime ini. Ada yang dengan tekun mengaduk, sibuk bertanya-tanya mengapa slime tak kunjung kalis, mencermati bahan-bahan, ada juga yang nyaris mau memakannya. Hihihi…

Peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Slime :
– lem cair 150 ml
– sabun cair 1 sdm
borax-glycerin (GOM) 10 tetes
– pewarna (kami menggunakan cat Asturo)
baby oil atau body lotion 1 sdt
– wadah cekung
– sendok pengaduk

Cara membuat :
1. Siapkan wadah cekung
2. Masukan lem cair, sabun cair, pewarna, dan GOM kedalam wadah.
3. Aduk semua bahan sampai tercampur rata dan kalis.
4. Setelah bahan kalis tambahkan baby oil.
5. Slime sudah siap untuk dimainkan.

Tips :

  • Ketika adonan masih belum kalis dan masih melekat di tangan, tambahkan GOM.
  • Simpan slime di tempat kedap udara (di dalam plastik atau wadah makanan) supaya tidak mengeras

Guardian of a Child of God (8)

God has entrusted this life into your hands and your protection. All that is asked of you is that you think of youe child and look at your child and treat your child as if this were God’s child also. Don’t be afraid to trust yourself as you have been trusted. You are indeed caring for God’s own child. This means you’ve got a lot of help.

Hugh & Gayle Prather

Spiritual Parenting : A Guide to Understanding and Nurturing the Heart of Your Child

Guardian of a Child of God (7)

Using our kids’ desires as leverage is just one of many ways we manipulate them, but it is a particularly unloving way because, in a sense, we are asking them to sell their souls. We hold out something they want and say “You can have it as soon as you become the person I want you to be.”

Hugh & Gayle Prather

Spiritual Parenting : A Guide to Understanding and Nurturing the Heart of Your Child