Tips Menabung Untuk Anak

Bing beng bang, yuk, kita ke bank. Bang bing bung yuk, kita nabung. Tang ting tung, hey, jangan dihitung. Tahu-tahu kita nanti dapat untung.

Lagu itu terngiang-ngiang di kepala saya ketika saya membaca bagian menabung di buku Financial Wisdom for Your Kids. Bagi orang-orang yang seusia dengan saya, pasti tahu lagu itu. Lagu yang mengingatkan anak-anak (jaman saya kecil) untuk menabung. Menurut buku yang saya baca ini, menabung seharusnya diajarkan kepada anak sejak usia dini. Tapi pertanyaannya, bagaimana mengajarkan anak untuk menabung? Hal yang paling mendasar dari menabung itu adalah tujuan dari menabung itu sendiri.

Mengapa kita menabung? Untuk orang dewasa seperti kita biasanya menabung untuk pendidikan anak, jaminan hari tua, ataupun untuk sekedar jalan-jalan. Untuk anak-anak, orang tua hendaknya juga mengajarkan mereka untuk membuat tujuan menabung yang jelas. Ada 3 macam tujuan menabung berdasarkan jangka waktu: tujuan jangka pendek, tujuan jangka sedang, dan tujuan jangka panjang. Untuk anak usia dini, memang sebaiknya diajarkan untuk menabung dengan tujuan jangka pendek agar mereka tidak merasa bosan menabung. Berikut adalah tips mengajarkan anak usia dini agar gemar menabung:

  • Menabung di tempat transparan

Berikan anak tempat tabungan yang transparan, dari botol air mineral misalnya, agar mereka termotivasi untuk menabung. Jika mereka melihat jumlah uangnya bertambah, anak akan semakin bersemangat untuk menabung. Buat tujuan pendek bersama-sama untuk mempergunakan uang tabungan tersebut, misalnya untuk menonton film di bioskop atau untuk untuk membeli mainan. Jika anak belum mempunya uang jajan, orang tualah yang akan menabung dan anak yang memasukkan uangnya ke dalam celengan. Dengan begitu, anak akan melihat bahwa untuk membeli atau mendapatkan sesuatu, orang tuanya pun harus menabung.

Botol Tabungan Transparan
  • Bermain tabung-tabungan

Untuk memperkenalkan konsep menabung yang menyenangkan, bermain tabung-tabungan bisa menjadi salah satu permainan yang bisa dilakukan bersama-sama. Salah satu ada yang berpura-pura menjadi teller dan yang satu lagi menjadi nasabah atau sebaliknya. Ajak anak untuk menyetor uangnya di bank dengan cara memberikan uangnya ke teller, dan teller akan memasukkan ke dalam botol tabungan transparan.  Secara tidak langsung, anak akan merasakan pengalaman cara menabung di bank dengan cara yang menyenangkan.

  • Menabung bersama-sama

Menabung hendaknya dilakukan oleh semua anggota keluarga. Sebagai orang tua, tentu kita mempunyai tabungan pribadi di bank yang terdebit otomatis setiap bulan. Tetapi untuk anak usia dini, konsep menabung di bank masih sangat abstrak. Mereka butuh contoh nyata dan riil yang bisa mereka lihat langsung. Oleh karena itu, jika setiap anggota keluarga mempunyai celengan transparan masing-masing, anak akan lebih termotivasi untuk menabung dan akan terbawa hingga mereka dewasa nanti.

  • Memberikan uang jajan

Jika anak sudah mengerti konsep uang, sudah saatnya anda memikirkan untuk memberikan uang saku. Tapi perlu diajarkan pula bahwa uang saku yang diberikan harus disisihkan untuk menabung dan berdonasi. Di buku tersebut, Pak Candra menyarankan agar anak diperkenalkan dengan sistem amplop. Sistem amplop ini bisa di baca dipostingan saya sebelumnya. Dari ketiga pembagian uang sakut itu, minta anak untuk memasukkan uang jajannya sebagian ke amplop tabungan (jumlah tergantung kesepakatan) dan ingatkan agar tidak diotak-atik selama waktu tertentu. Nanti setelah waktu yang disepakati, anak bisa membukanya dan membelikan sesuatu sesuai dengan tujuan awal.

                Merencanakan Uang Jajan
  • Buka tabungan di Bank

Untuk anak yang sudah lebih besar, anda sudah bisa memperkenalkan dengan tujuan menabung jangka sedang dan panjang, misalnya untuk membeli sesuatu yang ia inginkan. Orang tua juga perlu mengingatkan anak yang sudah memiliki tabungan untuk rutin menyetorkan di bank paling tidak satu bulan sekali agar kebiasaan menabung terus terlatih. Kartu ATM untuk anak masih belum diperlukan karena yang harus dilatih adalah kebiasaan menabungnya. Jika uang di bank dirasa sudah cukup untuk membeli barang yang diinginkan, anak bisa menariknya langsung dari bank.

Ada banyak cara untuk mengajarkan anak-anak menabung sedari dini. Saya dan Ian pun masih belajar melakukannya dengan harapan Kiran mengerti bahwa jika ia menginginkan sesuatu ia harus menunggu. Ia harus tahu bahwa untuk mendapatkan sesuatu itu memerlukan proses, usaha dan kontrol diri. Menabung adalah salah satu cara agar anak bisa menjadi manusia yang sukses secara mandiri dan ber-uang tentunya.

Posted by Nuni

Ibu satu anak yang telah mengajar di sekolah formal semenjak kuliah dan meninggalkan Sekolah HighScope Indonesia setelah 9 tahun mengajar di sana kemudian memutuskan untuk bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya secara langsung dan menjadi seorang ibu profesional.

Leave a Reply

Required fields are marked*