Mengunjungi Komunitas Oerang Kampoeng

Beberapa bulan lalu saya berkenalan dengan seseorang di jejaring sosial Facebook yang ternyata adalah kakak kelas saya di SMA dulu. Nama panggilannya Kang Adun. Saya memerhatikan di beberapa status Facebook Kang Adun ada kegiatan-kegiatan yang cukup menarik. Setelah mengobrol melalui Blackberry Messenger, ternyata Kang Adun sedang merancang sebuah program kebudayaan berbasis komunitas dengan nama Komunitas Oerang Kampoeng yang berlokasi di Cicalung.

Karena tertarik dengan program yang sedang dirancangnya, saya pun membuat janji untuk mengunjungi komunitas tersebut karena kebetulan dalam waktu dekat akan mengunjungi orangtua saya di Cicalengka. Singkat cerita, akhirnya saya dan Bunda Kiran pun mengunjungi tempat mereka berkumpul dan berkegiatan yang ternyata tempat tersebut adalah rumah dari teman SMA saya, Deni, meskipun dulu tidak berteman akrab dan sebatas kenal saja. Sayangnya Kiran tidak mau ikut berkunjung dan lebih memilih bermain bersama kakeknya melepas rindu karena sudah lama tidak mengunjungi kakek dan neneknya.

Ketika kami tiba di lokasi, terlihat beberapa anak mengenakan baju pangsi sunda sedang berkumpul dan kami pun disambut oleh keramahan Kang Adun. Kami dipersilakan memasuki saung bambu yang berisikan anak-anak dengan rentang usia 8 sampai 13 tahun yang sedang belajar bahasa Inggris. Sesaat kemudian Kang Edo, guru bahasa Inggris anak-anak tersebut datang dan memulai kelasnya. 

Pelajaran Bahasa Inggris

Karena anak-anaknya bersekolah dari hari Senin sampai hari Sabtu,  kegiatan pun hanya dilakukan setiap hari Minggu. Kegiatan yang dilakukan adalah berkebun, belajar bahasa Inggris, dan belajar kesenian tradisional. Kegiatan ini sudah berjalan selama satu setengah tahun dan telah mengumpulkan sekitar 50 orang anak yang datang dari berbagai lokasi secara sukarela. Bahkan ada beberapa anak yang rela berjalan berkilo-kilo hanya untuk bermain dan berkegiatan bersama di komunitas ini. Berkat arahan Kang Adun dan teman-temannya, anak-anak tersebut dilatih untuk berani tampil dan menguasai keterampilan bermain alat musik tradisional, berbahasa Inggris, dan berkebun.

Tujuan dari dibentuknya komunitas ini adalah untuk memberikan edukasi kepada warga sekitar untuk tidak meninggalkan kebudayaan yang dimilikinya. Saat ini Kang Adun dan teman-temannya sedang merancang beberapa program untuk ditawarkan kepada sekolah-sekolah di sekitarnya supaya anak-anak sekolah bisa mengenal dan tidak melupakan kebudayaan Sunda.

Berikut ini kegiatan yang dilakukan di Komunitas Oerang Kampoeng

Semoga dengan segala keterbatasannya komunitas ini bisa menjalankan visi dan misinya untuk melestarikan kebudayaan Sunda dan keberadaannya memberikan manfaat bagi banyak orang.

Posted by Rahdian Saepuloh

<p>Rahdian yang biasa dipanggil Ian adalah seorang swadidik. Kegiatannya saat ini mengelola Language Studies Indonesia, lembaga pendidikan Bahasa Indonesia untuk penutur asing di Jakarta dan menikmati keseharian bersama anak lelakinya yang sedang menjalani pendidikan rumah. Selain itu Ian sangat tertarik dengan teknologi dan perkembangannya.</p>
<p>Lembaga yang dipimpinnya telah mendapatkan penghargaan dari dalam negeri dan luar negeri sejak 2014 sebagai The Best Education Program of The Year serta pengalamannya di dunia bisnis sejak tahun 2007 telah membuat membuat dirinya dijadikan konsultan bisnis untuk membantu beberapa perusahaan startup nasional memulai bisnisnya.</p>

Leave a Reply

Required fields are marked*