Memberi Ruang kepada Kakak Beradik

Memberi Ruang kepada Kakak Beradik

Punya anak dengan jarak usia relatif dekat (2 thn), jenis kelamin sama, dan muka juga mirip-mirip. Saya harus hati-hati dalam memperlakukan mereka. Saya harus selalu mengingat bahwa mereka itu 2 manusia yang berbeda; beda karakter, beda keinginan, dan yang pasti ingin diperlakukan dengan berbeda juga.

“De, kok nggak ikut latihan futsal seperti Mas?”

“De, kok ikutnya dance sih liat tuh mas nya latihan basket”

“Mas, kok bayamnya tidak dimakan? Ade, makan bayamnya lahap sekali loh”.

Mungkin tanpa sadar kita pernah melontarkan kata-kata diatas. Terkadang sebagai orang tua pengennya yang gampang-gampang aja. Melontarkan kata-kata di atas jelas akan sangat mudah membakar persaingan di antara keduanya. Untuk jangka pendek sangat meringankan pekerjaan saya tentunya. Dengan mudahnya mereka akan terpancing dengan kalimat-kalimat di atas. Tetapi sayang, kemudahan-kemudahan itu hanya akan menambah masalah baru di kemudian hari. Bukan hanya sibling rivalry yang muncul, mereka menjadi tidak tahu apa yang sebetulnya yang mereka inginkan. Mereka mengerjakan sesuatu hanya demi persaingan semu yang dibentuk oleh pertanyaan ataupun pernyataan seperti contoh di atas. #tepokjidat #sadarlah #waraslah

Sebagai orang tua seringkali kita terjebak untuk membandingkan anak-anak kita dengan alasan keseragaman biar-nggak-ribet, biar-gampang, dan biar-biar lainnya yang hanya akan merusak fitrah si anak.

Semoga kita selalu diberi kewarasan untuk selalu mengapresiasi mereka apa adanya sesuai dengan karakter masing-masing dan mereka bisa menjadi dirinya sendiri dengan segala keunikannya.

Membuat Slime

Membuat Slime

Hari Selasa kemarin sangat dinantikan oleh anak-anak dan juga orang tuanya sih. Itu adalah jadwal kami belajar, bercengkerama, diskusi, dan tidak kalah penting ngunyah. Serasa semua ide tertuang sempurna ketika diskusi dan perkunyahan berkolaborasi.

1-_DSC6924

Anak-anak sudah “duduk-rapi-sementara” dipandu oleh Bibi Nada. Kali ini project yang akan dibuat adalah slime. Yeaaaay… menyenangkan sekali. Bibi Nada memperkenalkan bahan-bahan apa saja yang diperlukan dan menjelaskan bagaimana proses pembuatannya.

Lalu bagaimana reaksi anak-anak? Kiran, Ahsan, Alma, Adiva, Akhtar, dan Maji? Masing-masing punya ekspresi dan respon yang berbeda-beda dari kegiatan membuat slime ini. Ada yang dengan tekun mengaduk, sibuk bertanya-tanya mengapa slime tak kunjung kalis, mencermati bahan-bahan, ada juga yang nyaris mau memakannya. Hihihi…

Peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Slime :
– lem cair 150 ml
– sabun cair 1 sdm
borax-glycerin (GOM) 10 tetes
– pewarna (kami menggunakan cat Asturo)
baby oil atau body lotion 1 sdt
– wadah cekung
– sendok pengaduk

Cara membuat :
1. Siapkan wadah cekung
2. Masukan lem cair, sabun cair, pewarna, dan GOM kedalam wadah.
3. Aduk semua bahan sampai tercampur rata dan kalis.
4. Setelah bahan kalis tambahkan baby oil.
5. Slime sudah siap untuk dimainkan.

Tips :

  • Ketika adonan masih belum kalis dan masih melekat di tangan, tambahkan GOM.
  • Simpan slime di tempat kedap udara (di dalam plastik atau wadah makanan) supaya tidak mengeras