Semangat untuk Sahabat

Semangat untuk Sahabat

Selamat sore, apa kabar semuanya? Semoga sehat selalu ya. Sabtu sore ini cerah sekali, tidak terlihat awan kelabu menggelayut di langit seperti beberapa hari ke belakang. Hari Sabtu lalu saya dan Kiran pergi ke Rockstar Gym Kota Kasablanka. Seperti akhir pekan biasanya, Rockstar penuuuhhh sekali. Tetapi Kiran merasakan apa yang saya rasakan. “Rockstar is more fun if my friends are here just like before”.

Kamis lalu, keluarga Belajar Bersama berkumpul di Rockstar Gym Kota Kasablanka. Kiran sangat senang bertemu lagi dengan sahabat-sahabatnya, Ahsan, Akhtar, Alma dan Adiva (minus Maji dan Angkasa). Pada hari itu, anak-anak tidak hanya berkegiatan bersama di Rockstar, tetapi juga merayakan hari yang spesial untuk Ahsan. Kenapa? Karena pada tanggal 21 Juli, Ahsan berulang tahun yang ke 6! Horeee.

Sesampainya di Rockstar, Alma, Adiva, Ahsan, Akhtar dan Kiran masuk ke kelas Gymnastic, Martial Art, and ditutup dengan kegiatan berenang bersama. Setelah selesai, makan malam untuk kami semua sudah disiapkan oleh Bibi Anita, waaahh, senangnyaaa. Selamat ulang tahun ya Ahsan, semoga Ahsan tumbuh menjadi anak yang selalu memberikan manfaat untuk orang banyak serta menjadi penyejuk hati ayah dan mama. Doa kami semua akan selalu menyertai Ahsan.

Melihat begitu semangatnya Kiran mempersiapkan kado ulang tahun untuk Ahsan, saya jadi menyadari betapa berharganya pertemanan mereka. Meskipun usia mereka masih kecil dan sering sekali saling membuat menangis satu sama lain, tapi semua itu tidak sebanding dengan posisi setiap anak di hati masing-masing temannya. Kiran misalnya, bangun tidur, hal pertama yang ia sebut adalah, “Bun, today is Ahsan birthday, come on we need to get hurry to Rockstar”. Membuat kartu ucapan pun dilakukan tanpa negosiasi, langsung saja Kiran kerjakan. Kaget loh saya, biasanya kan Kiran paling susah kalau berurusan sama tulisan hihi.

Alma dan Adiva pun demikian, Bibi Nada bercerita kalau Alma langsung membuatkan gambar yang disukai Ahsan. Alma tahu kalau Ahsan sangat suka dengan mobil, jadi dibuatkanlah gambar mobil untuk Ahsan. Paman Simon juga bilang kalau hadiah yang Adiva berikan ke Ahsan dibeli menggunakan uang Adiva sendiri. Wah, terharu sekali saya mendengar cerita pemberian kado untuk sahabat mereka tersebut.

Saya berharap semoga persahabatan yang sudah terjalin ini bisa berlanjut sampai mereka dewasa. Sahabat yang akan selalu saling mengingatkan, saling mendukung dan saling mengerti. Sahabat yang akan selalu ada dalam suka dan duka.

“One of the best thing in life is when you have friends that treat you like a family”

 

Membuat Pie Susu

Membuat Pie Susu

Hari Jumat minggu ini, Kiran dan saya memulai cooking project. Saya dan Kiran sepakat kalau setiap Hari Jumat kami memasukkan cooking project sebagai salah satu jadwal harian Kiran, soalnya Kiran itu suka sekali makan cemilan. Nah dalam rangka memberikan anak cemilan sehat dan memperkenalkan Kiran dengan urusan perdapuran, jadilah hari Jumat itu hari cooking project.

Untuk menu snack yang pertama, saya tanyakan kepada Kiran, mau buat kue apa, tapi bingung ternyata anaknya. Lalu browsinglah kami untuk mencari apa yang Kiran mau, ternyata dari gambar-gambar yang muncul di Google search, Kiran mau membuat pie susu. “The cookies I ate from Ahsan, Bun”, kata Kiran. Rupanya Kiran masih ingat oleh-oleh yang diberikan oleh Ahsan, sahabatnya yang pergi ke Bali. Okelah kalau begitu, mari kita eksekusi.

Saya berusaha memasukkan pelajaran Matematika ketika membuat kue dengan Kiran. Misalnya saya meminta Kiran untuk menimbang terigu, gula, atau mentega dan memperhatikan angka yang muncul di timbangan agar sesuai dengan resep. Sering juga bermain perbandingan, “kalau satu resep butuh 2 telur, kita gunakan berapa telur kalau pakai dua resep?” Kiran juga senang-senang saja jawabnya, ngga seperti kalau mengerjakan IXL Math hihihi.

Setelah setengah jam lebih berjibaku dengan bahan-bahan kue, akhirnya masuk juga si pie susu ke dalam oven. Butuh waktu sekitar 40 menitan sampai pie ini matang. Setelah matang, wangi semerbak tercium dari oven, Cuma wangi aja sih, belum tahu rasanya gimana soalnya kami harus buru-buru pergi ke UNJ untuk trial multilateral dengan teman-teman dari klub OASE. Malam hari baru sempat dicicip, dan ternyata rasanya wenak rek!

Untuk teman-teman yang mau mencoba resep pie susu ala kami, silakan loh, beneran enak, dan dijamin anti gagal, soalnya resepnya bukan buatan saya hihihi.

Resep Pie Susu

Bahan crust:

  • 250 gr terigu
  • 200 gr mentega
  • 1 butir telur

Bahan vla

  • 200 ml susu kental manis
  • 3 butir telur
  • 1 sendok makan maizena (larutkan dengan 100ml air)
  • Beberapa tetes vanilla (untuk menghilangkan bau amis telur)

Cara membuat:

  • Campur semua bahan crust dalam wadah, aduk-aduk dengan tangan sampai adonan tercampur dan kalis.
  • Campur semua bahan vla dalam wadah, aduk rata.
  • Siapkan loyang (kecil bisa, besar juga bisa. Kalau saya pakai loyang pie besar), oles dengan margarin.
  • Ratakan adonan crust pada loyang, padatkan.
  • Setelah rata, tusuk-tusuk dasar adonan dengan garpu (katanya sih untuk menghindari gelembung vla gitu deh)
  • Tuang adonan vla ke loyang dan panggang dengan api kecil selama 40 menit atau sampai vla padat (maklum saya pakai otang hehe)
  • Jadi deeehhh. Selamat mencobaaa ^^
Makki Roll dan Onigiri

Makki Roll dan Onigiri

Saya suka sekali makanan Jepang. Banyak masakan Jepang yang rasanya sangat bersahabat di lidah. Berhubung saya senang sekali sama yang namanya Makki Roll, kok ya jebol juga kantong kalau saban minggu suwon ke restoran Jepang. Waktu saya masih rajin belajar masak (sekarang ngga lagi ;p) di majalah yang saya beli ada resep membuat Makki Roll untuk pemula. Resepnya juga gampang, isi makki roll bisa dibeli disupermarket terdekat. Cuma tinggal beli Makisu (tikar kecil dari bamboo untuk menggulung roll), Nori (rumput laut), rice vinegar, Shoyu (kecap asin Jepang) sama wasabi (sambel ala jepang) ajahh. Karena proses membuatnya gampang dan mudah, jadilah makki roll ini andalan saya untuk bekal Kiran dan ayahnya kalau berkegiatan di luar.

Jenis masakan Jepang yang bisa untuk pilihan bekal juga adalah Onogiri. Onigiri adalah nasi kepal yang dibentuk segitiga dan dibungkus Nori. Kalau di resep aslinya, onigiri diisi buah acar buah plum. Kalau saya isinya suka-suka. Tergantung persediaan di kulkas hehe. Tapi lebih sering isi daging keju mayonnaise. Membuat onigiri juga sangat gampang dan cepat. Untuk resep Makki roll dan Onigiri saya tuliskan di bawah ya, semoga bisa bermanfaat.

Resep Makki Roll

Bahan nasi:

Nasi kurleb setengah liter, masak, dinginkan di suhu ruang

5 sdm Cuka beras

½ sdm garam

½ sdm gula pasir

Campur cuka, garam, dan gula lalu aduk rata

Setelah itu siramkan ke atas nasi hangat, aduk rata. Cicipi keasaman nasinya.

Jika dirasa kurang asam, bisa ditambahkan campuran cuka lagi.

 

Bahan – bahan isi:

1 Timun Jepang, belah jadi 8 potongan memanjang

1 telur, buat dadar dan potong-potong memanjang

Keju cheddar, potong ukuran kotak memanjang

Sosis, belah 2 dan goreng

Mayonnaise

Selada (optional)

Cara membuat:

Taruh Nori di atas Makisu, bagian Nori yang shiny dibagian bawah.

Ambil satu centong nasi, taruh di atas nasi dan ratakan, sisakan kira-kira 5 cm (jangan diisi penu nasi) Nori agar bisa menempel ketika digulung nanti.

Taruh timun, selada, sosis, telur, dan keju di atas nasi, atur rapi.

Olehkan mayonnaise untuk menambah rasa

Gulung perlahan, sampai nori membentuk bulat. Tekan-tekan makisu agar makki roll padat.

Potong makki roll dan sajikan dengan shoyu dan wasabi

 

RESEP ONIGIRI

Bahan – bahan:

Lembaran Nori

Nasi hangat

Garam

Keju cheddar, parut

Kornet/ daging ayam/daging sapi cincang, tumis dengan bawang Bombay, bawang putih, garam dan lada hingga matang

Mayonnaise

 

Cara membuat:

Gunting 1 lembar Nori menjadi 4 lembar kecil

Campur nasi hangat dengan garam, aduk rata, cicipi sampai terasa pas di lidah.

Basahi tangan dengan air matang

Ambil secentong nasi, taruh di tangan kiri,

Masukkan keju, mayonnaise, dan daging tumis

Bentuk nasi menjadi segitiga, tekan-tekan dan padatkan

Bungkus nasi dengan nori

Sajikan dengan shoyu atau abon cabe.

Nah, mudahkan membuatnya. Sekali membuat dijamin ingin buat lagi dan lagi soalnya mudah sekali membuatnya. Bekal yang mengenyangkan dan menyenangkan ^^

 

 

Churros, Makanan Favorit Keluarga Kami.

Churros, Makanan Favorit Keluarga Kami.

Kiran suka sekali ngemil. Berhubung Kiran termasuk Picky Eater, cemilan yang dia suka juga tidak banyak. Karena bundanya Kiran bukan termasuk ibu yang rajin berkutat di dapur (ngaku ;p), jadi bisanya buat makanan yang termasuk kategori mudah saja. Waktu kami sedang jalan ke Pejaten Mall, di lantai 3 ada stall Churros. Karena penasaran lihat gerobaknya yang unik, jadi coba beli deh, dan bentuknya pun unik, panjang gitu adonannya. Kiran ternyata suka banget. Besoknya saya konsultasi sama mbah Gugel, ternyata mudah sekali  resepnya. Bahan – bahannya juga pasti ibu-ibu di rumah punya semua. Setelah itu jadilah Churros makanan favorit Kiran. Bagi yang mau mencoba, saya tuliskan resepnya ya. Monggo dicoba di rumah masing-masing.

Resep Churos

Bahan – bahan:

250 cc air

150 gr tepung terigu

50 gr margarin

1 sdm gula pasir

Sejumput garam

1 butir telur

Vanili bubuk sesuai selera

 

Cara membuat:

Masukkan air, margarin, gula pasir, dan garam ke dalam panci. Masak hingga mendidih lalu matikan api.

Campur tepung yang sudah dicampur vanilla ke dalam panci. Aduk sampai rata.

Biarkan sejenak hingga uap panas hilang. Setelah itu, masukkan telur dan aduk rata.

Masukkan adonan ke dalam pipping bag yang sudah dipasang spuit bintang

Goreng dalam minyak panas hingga berwarna kecoklatan

Churros siap di makan dengan gula bubuk atau selai.

churros

Selamat mencoba ^^

Kiran Belajar Mengendarai Sepeda

Kiran Belajar Mengendarai Sepeda

Beberapa minggu terakhir Kiran sedang bersemangat untuk naik sepeda. Padahal sepeda kuning roda 4 yang dia punya sekarang kami belikan tahun lalu. Tapi kalau memang anaknya belum siap ya dimotivasi seperti apapun hasilnya itu sepeda terparkir saja di rumah. Ayahnya yang terlalu bersemangat membelikan sepeda sepertinya.

Minggu lalu, tiba-tiba saja Kiran mengajak ayahnya untuk belajar sepeda. Ayahnya lalu mencopot roda kecil di ban belakang sepeda Kiran. Awalnya Kiran menolak untuk kedua roda kecilnya dilepas, tapi ternyata mau juga anaknya.

Belajar hari pertama, Kiran dan ayahnya pergi ke lapangan bola dekat Rindam Jaya. Karena belinya tahun lalu, jadi kaki Kiran sudah bisa dijejakkan ke tanah kalau dia mau jatuh. Selama belajar di lapangan, total jatuh sekali dan nangis hanya sekali 🙂 . Untung semangatnya tidak kendur. Koordinasi antara tangan, kaki dan keseimbangan badannya sepertinya sudah siap.

Keesokan harinya, Kiran dengan bangganya pamer kalau dia sudah bisa naik sepeda ke kakek dan neneknya. Memang, belajar itu lebih mudah dan cepat kalau si anak sudah siap.