Melatih Motorik Halus Anak Usia Dini

Melatih Motorik Halus Anak Usia Dini

Setiap orang tua pasti menginginkan keterampilan motorik anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Kemampuan motoril kasar anak dimulai dari si anak lahir sampai proses kematangan fisik si anak. Sedangkan kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan yang dilakukan secara rutin. Orang tua bisa mendampingi anak melakukan permainan yang tanpa si anak sadari mereka sedang dilatih kemampuan motorik halusnya, seperti menyusun balok, memakai baju sendiri, meronce, dan lain sebagainya.

Usia Kiran sekarang sudah memasuki 5 tahun. Kalau dalam tingkat sekolah, Kiran sudah memasuki hitungan TK-B. Lazimnya sekolah TK-B, anak-anak pasti sudah “dituntut” untuk menulis, dan menggambar dengan dalih melatih motorik halus. Pandangan kami mengenai hal ini, setiap anak pada akhirnya akan bisa menulis, dengan hasil akhir yang berbeda tentunya. Tergantung seberapa sering anak terekspos dan diberikan stimulasi dengan aktifitas yang bisa merangsang kegiatan motorik halus si anak tersebut.

Saya dan suami berusaha memasukkan stimulan motorik halus di setiap kegiatan yang Kiran lakukan, salah satu kegiatan yang kami lakukan dengan Kiran adalah mengambil biji-bijian menggunakan pinset. Saya mencampur kacang tanah, biji jagung, dan kacang hijau di satu piring, lalu kiran memilah biji-bijian tersebut sesuai jenisnya. Untuk menarik perhatian Kiran, saya mengajak Kiran untuk berlomba memilah biji-bijian tersebut. Seringnya sih saya yang mengalah hehe. Bosan berlomba, bijinya Kiran pindahkan menggunakan pelontar mainannya. Terserah aja deh, yang penting anaknya senang.

Kegiatan lain yang Kiran sukai adalah membuat lubang-lubang di gambar. Pertama, Kiran membuat yang dia suka. Setelah selesai, Kiran menusuk-nusuk pinggiran gambar yang ia buat dengan tusuk gigi atau bolpoin. Kiran suka sekali kegiatan ini.

Yuk melatih motorik anak dengan cara yang menyenangkan. 🙂

Nutrition Fact Label, Bagaimana sih Cara Membacanya?

Nutrition Fact Label, Bagaimana sih Cara Membacanya?

Selamat pagiiii… ^^

Apa kabar hari ini? Semoga kita semua selalu dilimpahkan kesehatan dan kemudahan oleh tuhan YME, amiinn.

Bagaimana asupan Anda hari ini? Sarapan apakah tadi pagi? Nasi uduk dan gorengan 3 biji? (itu sih saya hehe) . Beberapa teman saya sedang berusaha keras untuk menurunkan berat badan dan cara yang diambil adalah berdiet. Nama dietnya pun macam-macam, ada yang bilang diet Mayo, diet Karbo, sampai diet air putih (cuma minum air putih ajah, ekstrimkan?). Dulu waktu habis melahirkan, saya juga ikut-ikutan diat, nama dietnya EAT CLEAN DIET. Jadi diet itu memungkinkan orang yang berdiet untuk tetap makan 6x sehari. Tapiiii, jenis makanannya harus yang bersih, bukan bersih dari debu, tapi bersih dari lemak dan minyak alias direbus, dikukus, dan ngga di goreng. Rendah karbohidrat tapi tinggi protein. Terus terang, di awal-awal diet, saya masih semangat 45 hehe. Motivasi saya (waktu itu) setinggi gunung dan semangat menggebu-gebu supaya badan bisa kurus lagi, minimal gelambir-gelambir di perut mengecil lah. Tapi bertahan cuma 1-2 bulan saja kalo ngga salah, tergoda sekali saya kalau melihat suami saya makan “normal” dan ngemil-ngemil tjantik. Akhirnya saya melambaikan tangan ke arah kamera *sigh*.

Mungkin banyak dari Anda yang juga berpikiran sama dengan saya, ingin berat badan turun (atau paling ngga tetap di angka yang sama lah), tapi tetap ingin makan cemilan2. Kalau kata Ayah Kiran saya sih “Dream on Bunda” hehehe. Diet itu masalah komitmen dan pengetahuan akan makanan yang dikonsumsi. Akhirnya saya tahu, berat badan bisa terjaga kalau kalori yang masuk terpantau. Lalu tahu dari mana jumlah kalori makanan itu? Naaahh, di setiap bagian belakang kemasan makanan yg kita makan, ada informasi gizi dan nutrisi serta kalori dari makanan tersebut. Kandungan yang ada di makanan tersebut, tertulis dengan jelas sekali serta ada juga berapa kali makanan dalam kemasan itu harus dimakan. Namun, kebanyakan dari kita tidak bisa membaca nutrition facts label dikemasan makanan. Label nutrition facts yang kaya gimana sih? Ini nih contohnya. Ini contoh label yang ada di belakang bungkus kemasan Chitato, my old time fav chrisps.

Di label itu ada tulisan serving per package about 5. Jadi, dalam satu kantong Chitato ukuran 60gr, disarankan untuk dimakan 5 kali, bukan sekali makan habis. Sekali Dibawah tulisan itu ada tulisan lain amount per serving calories 124,8. Makan sekali saja kalorinya 125, gimana makan satu kantong sekali habis 125 x 5 = 625 kalori!! itu baru cemilan Chitato ukuran 60gr lho. Hampir semua orang akan langsung habis makan cemilan seperti itu sekali makan. Dan yang jelas, makan keripik begitu ngga akan kenyang, yang ada mau nambah cemilan yang lain. Padahal tubuh kita perlu dimasukkan makanan bernutrisi.

Kebutuhan kalori setiap orang berbeda2, tapi secara umun, laki-laki membutuhkan kira-kira 2.500 kalori perhari dan wanita membutuhkan sekitar 2.200 kalori. Jadi, pada perempuan misalnya, jika kebutuhan kalori per harinya 2.200 kalori, bisa dibagi menjadi makan pagi sekitar 20 persen, makan siang dan makan malam 30 persen, dan sisanya snack. Snack bisa 2 kali, pagi dan sore, masing-masing 10 persen. Untuk laki-laki hampir sama, hanya saja porsi mereka lebih banyak.

Nah makanya, kalau mengkonsumsi Chitato 60gr sendirian dan sekali habis, tubuh mendapatkan kalori 625, itu baru cemilan loh, belum makan besar. Makanya berhati-hatilah memilih makanan yang akan dikonsumsi. Pilihlah makanan yang sehat dan bernutrisi agar tubuh kita sehat selalu. ^__________^

selamat beraktifitaaass 🙂

Belajar di mana saja, kapan saja

Belajar di mana saja, kapan saja

Selamat pagi, cuaca hari ini cerah sekali, semoga membuat aktifitas kita semua menjadi lebih bersemangat (baca: bakalan gerah kayanya hari ini). Kiran dan ayahnya sedang bekegiatan di luar nih. Jadi setiap hari Selasa dan Kamis ada pertemuan rutin para praktisi homeschooling anak usia dini bernama Tunas di daerah Tanah Kusir. Tempat tersebut bernama Hikari, tempat teduh dan asri yang pernah di gunakan sebagai TK. Karena pernah menjadi TK, maka di situ ada beberapa permainan seperti perosotan, jungkat-jungkit, dan  Monkey Bar. Pekarangannya pun cukup luas, anak-anak bisa berlarian di tanah yang lumayan lapang.

Pada hari Kamis minggu lalu, kebetulan anak-anak sekolah libur, jadi saya bisa ikut Kiran dan ayahnya datang ke Hikari. Ternyata pengajarnya pada hari itu adalah suami saya sendiri!! (Pantesaaann pagi-pagi repot sendiri :D). Kegiatan di Hikari dimulai dengan perkenalan dengan teman baru, kebetulan ada satu anak yang baru bergabung dengan Tunas. Anak-anak terlihat sangat senang mendapatkan teman baru. Salam dan saling menyapa memang menjadi salah satu kegiatan wajib anak-anak Tunas, agar mereka terbiasa menyapa satu sama lain. Salam pun dilakukan kepada semua orang, tidak hanya antara teman-teman sebaya.

Topik yang sedang diajarkan hari itu adalah bagian-bagian dari pohon, seperti akar, batang, dahan, ranting, dan daun. Anak-anak bereksplorasi, mengamati dan mengobservasi bagian-bagian dari tumbuhan secara langsung. Beruntung Hikari banyak terdapat banyak pepohonan tinggi dan besar, jadi anak-anak bisa memegang dan menyentuh langsung pohon-pohon besar itu. Ada kejadian lucu ketika anak-anak diminta untuk mencari bagian akar dari pohon rambutan. Mereka semua kaget ketika diberitahu kalau akar pohon rambutan itu menyembul dari bawah tanah. Mungkin mereka pikir itu batang biasa hehe. Cara sang guru “mengajarkan” anak-anak balita itu benar-benar menarik dan interaktif; jadi anak-anak  merasa mereka sedang bermain dan belajar. Seru sekali kegiatan mereka!  Jadi kepingin ikutan terus kegiatan Tunas di Hikari hehe.

memegang batang pohon

memegang batang pohon

ini namanya ranting

ini namanya ranting

Setelah itu, anak-anak bersiap untuk makan siang. Tetapi sebelum itu, mereka harus antre untuk mencuci tangan mereka. Para orang tua sudah menyiapkan makanan untuk anak-anak mereka masing-masing di tempat makannya masing-masing. Jadi, semua anak makan sendiri tanpa bantuan orang tua. Sehabis makan, anak-anak mengulas kembali apa yang mereka sudah lakukan dengan riang dan antusias.

Ternyata kegiatan anak-anak homeschooling itu sangat menyenangkan. Mereka sangat aktif dan yang pasti tanpa paksaan melakukan aktifitas di sana. Anak-anak mendapatkan ilmu tanpa harus duduk diam di meja. Untuk saat ini, Kiran mengikuti kegiatan di dua perkumpulan homeschooling, Tunas dan Oase. Para orang tuanya pun sangat open-minded, informatif, berwawasan luas, dan bersahabat. jadi, siapa bilang anak homeschooling itu tidak bersosialisasi dan hanya belajar di rumah? Belajar itu bisa di mana saja dan kapan saja.

anak-anak dan orang tua Tunas

anak-anak dan orang tua Tunas

Oh iya, bagi yang tertarik untuk bergabung, klub Tunas berkegiatan di Hikari daerah Tanah Kusir setiap Selasa & Kamis pukul 10.00 – 12.00. Klub Oase berkegiatan di daerah Cipinang setiap hari Rabu pukul 09.00 – 12.00.

Untuk lokasi Hikari, silakan ketuk tautan berikut ini : Hikari (dengan petunjuk dari Pondok Indah Mall 2)

Untuk lokasi berkegiatan di Klun Oase biasanya bertempat di Rumah Inspirasi.

PAHLAWAN TANPA JASA ITU BERTITEL PETUGAS KEBERSIHAN.

PAHLAWAN TANPA JASA ITU BERTITEL PETUGAS KEBERSIHAN.

Selamat pagi.  Sudah Jumat lagi saja ternyata. Cuaca juga lumayan cerah hari ini. Berarti bisa kering dong cucian ibu-ibu (dan cucianku juga ;p). apakah perubahan cuaca pagi ini berimbas pada arus lalu lintas juga? Entahlah, tapi yang jelas perjalanan Condet – Simatupang lancar sekali. Di dalam bus 509 yang membawa saya ke tempat pengabdian, mata saya secara otomatis mencari sosok paruh baya berompi oranye  yang selalu ada di pinggir jalan membawa sapu panjang. Pandangannya selalu menatap ke bawah, seolah tak ingin melewatkan sesuatu di bawah sana. Setiap saya melewati Simatupang, si bapak selalu ada di sana, berada di sepanjang jembatan layang. Mungkin kehadirannya untuk sebagian orang seperti tak kasat mata, namun mata saya selalu menangkap sosok itu.

penyapu jalan

penyapu jalan

Petugas kebersihan, baik itu penyapu jalan, penyapu taman kota, dan penarik sampah setiap rumah adalah orang-orang yang paling berjasa dan paling memberikan kontribusi besar terhadap lingkungan. Namun banyak orang yang tidak sadar akan pentingnya kehadiran orang-orang ini. Pernah saya menguping pembicaraan beberapa orang ibu di tukang sayur yang mengeluh naiknya iuran sampah yang diminta tukang sampah di daerah rumah saya. Kurang lebih begini percakapan mereka:

A: “Masa narikin sampah dua kali sehari aja minta naik jadi 30 ribu, mahal amat”.

B: “Emang, kok si bapak jadi mahal sih bayarannya”

Saya lirik belanjaannya, ada ayam, daging, udang, dan bandeng presto..

Memang besar kecilnya sesuatu yang melibatkan nominal uang itu relatif ya. Tetapi dalam kasus ini, para ibu yang komplen itu termasuk dalam keluarga yang berkecukupan, wong tetangga saya ko (ngga nyambung ya :D). Yang jelas orang-orang punya mobil pribadi dan yang mampu main dan belanja ke mall saban weekend sih buat saya termasuk kategori orang berada ya. Jadi kalau naik dari 25 ribu menjadi 30 ribu dipermasalahkan sih kayanya absurd aja. Mungkin buat ibu-ibu ini 25 ribu itu hanya untuk sekali belanja di tukang sayur, tetapi buat penarik sampah, itu penghasilan satu bulan. Makanya, merki banget nih orang dalam hati saya. Saya yakin para ibu complainer yang saya ceritakan di atas adalah sample dari apa yang terjadi di masyarakat kita. Banyak dari masyarakat yang mau lingkungan rumahnya bersih tetapi tidak mau membayar dengan harga layak untuk kebersihan itu.

Tidak banyak memang orang yang mau menjadi petugas kebersihan. Salah satu faktor utamanya adalah minimnya upah yang diterima dan tidak adanya fasilitas kesehatan untuk mereka. Sungguh sangat berbanding terbalik dengan para petugas kebersihan di Negara-negara maju seperti di Amerika atau Inggris di mana pekerja kasar seperti itu diganjar dengan bayaran yang cukup mahal. Saya pernah menonton film dokumenter produksi BBC yang berjudul The Toughest Place to be  Binman. Ternyata lokasi film dokumenter tersebut itu di Jakarta! Dan the toughest place yang dimaksud itu adalah ibukota kita tercinta! Duh, malunya. Sampai londo dari Eropa pun tahu mencari pembanding tempat tersulit sebagai tukang sampah ke Indonesia. Trailernya bisa dilihat di sini.

the toughest place to be a binman

the toughest place to be a binman

the toughest place to be a binman

the toughest place to be a binman

Sebenarnya akan banyak orang yang mau menjadi petugas kebersihan kalau saja bayaran dan fasilitas yang didapatkan seimbang dan layak. Gaji cukup, fasilitas kesehatan, jaminan hari tua, dan tunjangan-tunjangan yang didapatkan karyawan dan PNS itu juga didapatkan oleh para petugas kebersihan. Dengan naiknya Bapak Ahok sebagai gubernur, saya harap kesejahteraan para pahlawan kebersihan Jakarta ini bisa lebih diperhatikan.

Yuk, hargai para petugas kebersihan ini, kehadiran mereka sungguh berarti bagi lingkungan dan kehidupan kita. Mereka sungguh pahlawan tanpa tanda jasa.

petugas sampah

petugas sampah

Peran Ayah, Pentingkah?

Peran Ayah, Pentingkah?

Selamat pagi, cuaca gloomy sekali hari ini. Bangun tidur masih terdengar suara rintik hujan dan langit yang terlihat masih menggantung seakan enggan memberikan jalan untuk matahari bersinar. Melongok ke arah kasur saya melihat kedua orang yang saya sayangi masih terlelap dalam tidur mereka. Rasanya jadi ingin ikut kembali menarik selimut. Tapi tanggung jawab di sekolah sudah menunggu.

(more…)