Pelajaran Berharga dari Sebuah Asumsi

Pelajaran Berharga dari Sebuah Asumsi

Kemarin seperti biasa kami berkumpul di Jagakarsa dan salah satu kegiatannya adalah pergi ke Rumah Sakit Hewan Ragunan yang buka 24 jam dan berlokasi di RM Harsono No. 28, Ragunan, Jakarta Selatan untuk memeriksa keadaan Browny, seekor anak kucing yang kami temukan di jalanan dan kami adopsi. Ada 15 orang anak yang tertarik untuk ikut serta sedangkan 5 anak lainnya lebih memilih untuk bermain hujan-hujannya yang saat itu sedang turun deras. Ketika saya sedang (more…)

Math Exam – Y1/T1 – Day 4

Math Exam – Y1/T1 – Day 4

Sewaktu masih berprofesi sebagai guru, saya didapuk untuk mengajar mata pelajaran Matematika untuk rentang kelas taman kanak-kanak sampai kelas 5 SD. Oleh karena itu, ketika Kiran memulai homeschoolingnya, pelajaran matematika menjadi hal yang rutin kami lakukan setiap hari. berdasarkan pengalaman mengajar, anak seusia Kiran masih harus menggunakan benda nyata ketika belajar matematika dan menggunakan permainan untuk menstimulus perkembangan kognitifnya. Kiran belajar menghitung dari permainan ular tangga, belajar membandingkan angka dari kartu remi dan belajar puluhan dan satuan dari stik es krim. Saya pun menggunakan kurikulum nasional sebagai panduan saya untuk mengajar Kiran.

Semenjak menggunakan kurikulum AO, di awal saya masih menggunakan KurNas. Tetapi atas rekomendasi Mba Ellen, ternyata ada kurikulum matematika dari Inggris bernama Math Enhancement Program (MEP) yang bisa diunduh langsung , lengkap dengan lesson plan, dan alat pengajaran secara cuma-cuma. Kurikulumnya lengkap dan pengajarannya sistematis. Karena metode CM mengusung paham ‘Start Small’, setiap hari Kiran hanya mengerjakan satu lembar kerja dan Kiran selesaikan dalam waktu 5 sampai 10 menit saja. Soal-soal di MEP ini juga mengasah logika anak karena banyak open ended question, misalnya anak diminta untuk membuat kemungkinan warna sebanyak-banyaknya dari 3 buah warna pada sebuah kapal yang terbentuk dari 3 bangun 2 dimensi yang berbeda dan tidak boleh menggunakan pola warna yang sama untuk gambar berikutnya. Untuk saya, kekurangan MEP ini adalah materinya paper pencil sekali. Oleh karena itu sesekali saya selingi dengan permainan yang masih berhubungan dengan materi yang sedang diajarkan.

Ketika ujian, saya berikan Kiran beberapa soal dari MEP yang pernah ia kerjakan. Ternyata tidak lebih dari 10 menit mengerjakannya. Sebenarnya bisa 5 menit sih, tapi karena harus membaca instruksi dan mengerjakan sendiri tanpa bantuan, akhirnya ia butuh waktu lebih lama. Hasilnya? Kiran bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.

Sebenarnya Kiran sudah mengenal bilangan angka sampai ribuan, tetapi di kurikulum MEP ini, di tahun pertama (7 tahun), pelajaran dimulai dari angka 1. Tetapi karena Kiran tidak ada masalah mengulang kembali dan kurikulum ini benar-benar ‘Start Small’, kami masih akan terus menggunakan MEP ini, karena ‘Learning is a Journey, not a Race’. Tidak ada hal yang ‘terlalu mudah’ dalam melatih logika.

Kiran’s History Exam – Y1/T1 : Day 3

Kiran’s History Exam – Y1/T1 : Day 3

Hari ini adalah hari ketiga Kiran menjalani ujiannya. Hari ini Kiran menjalani ujian sejarah, picture study, dan Bahasa Korea untuk pelajaran bahasa asingnya. Selama Term 1 ini Kiran dibacakan buku 50 Famous Stories dan menarasikannya. Kiran memilih untuk menarasikan kembali salah satu tokoh sejarah yang bernama Willam Tell, seorang tokoh pemanah ulung dari abad ke-13. Berikut ini kisah yang dibacakan kepada Kiran dan video Kiran menarasikan kisah William Tell.

Kiran belajar sejarah seminggu sekali setiap hari Senin. Kiran dibacakan salah satu cerita dari buku 50 Famous Stories dan (more…)

Foreign Language Exam – Y1/T1 – Day 3

Foreign Language Exam – Y1/T1 – Day 3

Ketika memulai menggunakan kurikulum Ambleside Online, salah satu pelajaran yang masuk daftar wajib di metode Charlotte Mason adalah bahasa asing. Karena Kiran sudah terbiasa berbahasa Inggris dalam percakapan kami sehari-hari, saya dan Ian memutuskan untuk menggunakan bahasa asing lain untuk Kiran pelajari. Ketika saya tanya  bahasa asing apa yang Kiran mau pelajari, anak itu langsung menjawab Bahasa Korea. Waktu saya tanyakan kenapa memilih Bahasa Korea, Kiran menjawab karena ingin pergi ke Korea beli Tobot, mainan robot kesukaannya hihihi. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Anaknya belajar, saya juga ikutan belajar.

Setiap minggunya, Kiran belajar Bahasa Korea 3 kali. Menurut Charlotte Mason, jika anak hendak belajar bahasa asing, mulailah dari hal yang menarik bagi anak-anak, yaitu cerita dan lagu. Berpegangan pada hal tersebut, Kiran memulainya dengan menyanyikan lagu anak anak Korea, Gom Se Mari ga Han Ji Be I Su (There are three bears in the house). Lagu itu Kiran ulang terus menerus sambil tertawa. Sampai akhir termin, Kiran bisa menyanyikan 3 lagu anak Korea dan memperkenalkan diri dalam Bahasa Korea.

Pada ujian lalu, Kiran saya minta untuk menyanyikan saah satu lagu yang ia pelajari beserta artinya dan juga memperkenalkan dirinya dalam Bahasa Korea. Ternyata Kiran bisa melakukannya dengan sangat baik. Bahkan ia senang sekali ketika tahu akan direkam.

Kesulitan saya dalam mengajarkan bahasa asing ini adalah ketidakkonsistenan saya dalam memyiapkan materi. Awalnya, Bahasa Korea saya jadwalkan setiap hari. tetapi karena dalam waktu 3 hari Kiran sudah bisa menghafalkan lagu pertamanya, saya kesulitan mencari lagu lainnya yang berlirik pendek dan ada artinya dalam Bahasa Inggris. Oleh karena itu, durasi pelajarannya saya ubah menjadi satu minggu tiga kali agar saya mempunyai waktu untuk mempersiapkan materi dengan baik.

Untuk termin depan, saya masih akan menggunakan durasi waktu satu minggu 3 kali dan lebih memvariasikan kegiatan bahasa Korea ini agar Kiran tetap semangat mempelajarinya. Semoga suatu saat kami bisa mempraktekkan bahasa ini langsung di negaranya #eh.

Geography Exam – Y1/T1 – Day 2

Geography Exam – Y1/T1 – Day 2

Di termin 1 ini, untuk pelajaran Geografi, Kiran diperkenalkan dengan konsep 8 penjuru mata angin, dan fokus ke 4 arah mata angin saja, yaitu, East, West, South dan North. Kami belajar bersama tentang arah mata angin dengan cara mengamati bayangan. Di pagi hari, ketika menghadap matahari terbit, itulah arah timur, sehingga bayangan akan jatuh ke arah Barat. Dari situ, kita bisa tahu bahwa Utara berada di sebelah kiri arah Timur dan Selatan berada di sebelah kanan dari arah Timur. (more…)