Belajar Bersama Goes to Nature

Berikut ini adalah dokumentasi kegiatan perdana Belajar Bersama Goes to Nature di Bumi Perkemahan Mandalawangi di Cibodas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Terdapat 11 keluarga yang turut serta dalam kegiatan perdana ini.


Apa itu Belajar Bersama Goes to Nature?

Ini adalah salah satu kegiatan luar ruangan Belajar Bersama yang akan kami adakan setiap bulan dengan mengumpulkan keluarga pecinta alam untuk berkegiatan bersama. Latar belakang kegiatan ini kami adakan untuk melatih ketekunan dan kreatifitas dalam bermain serta menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap alam sekitarnya, dan menumbuhkan kesadaran khususnya masalah sampah. Kami melihat kebutuhan anak-anak kami yang sudah jarang menjejakkan kakinya menyentuh tanah, batu, rumput dan mereka terlalu terbiasa melihat sampah.

Kapan dan di mana kegiatan ini dilakukan?

Kami berencana mengadakan kegiatan di alam bebas secara rutin setidaknya setiap bulan. Saat ini kegiatan yang akan kami adakan adalah, berkemah dan naik gunung. Alternatif kegiatan lainnya mungkin bertambah seiring waktu berjalan berdasarkan kebutuhan keluarga yang ada. Kegiatan ini akan berpindah-pindah berdasarkan kebutuhan pada saat itu

Kegiatan ini untuk siapa?

Meskipun kegiatan ini diadakan oleh perkumpulan keluarga homeschooling Belajar Bersama tetapi kegiatan ini terbuka untuk umum (menjalani homeschooling maupun bersekolah) tetapi tertutup hanya untuk keluarga bukan orang yang masih lajang. Bertemu dengan orang baru dapat melatih kepercayaan diri setiap anggota keluarga baik orangtua maupun anaknya untuk berani berinteraksi dengan orang baru yang belum dikenalnya.

Apa yang dilakukan selama berkegiatan?

Ini adalah pertanyaan kebanyakan orang pada saat kami melakukan kegiatan perdana kami sekaligus menjadi sorotan kami bagi siapa pun yang berminat untuk mengikuti kegiatan ini untuk mengantisipasi rasa kecewa yang tidak diinginkan. Kegiatan utama kami adalah untuk tidak melakukan banyak kegiatan selama kegiatan berlangsung. Kami ingin melatih insting anak-anak untuk secara alamiah merespons terhadap apa yang ada di sekitar mereka. Tidak ada kegiatan menggambar, bermain gawai, atau kegiatan lainnya yang bisa dilakukan di rumah. Sesungguhnya orangtua yang akan belajar banyak dari anak-anaknya karena anak-anak tahu bagaimana caranya bersenang-senang dan menikmati waktu mereka selama berada di alam terbuka tanpa memikirkan apa pun dan hanya berfokus pada “saat ini”. Setidaknya itulah pelajaran paling berharga yang kami dapatkan dari anak-anak kami ketika melakukan kegiatan perdana ini. 

Bagaimana cara mendapatkan informasi kegiatan ini?

Semua kegiatan kami akan kami informasikan melalui Facebook Page Belajar Bersama. Untuk memastikan keluarga Anda tidak ketinggalan informasi, silakan ketuk tombol “like” dan semua informasi yang kami buat akan secara otomatis muncul di beranda Facebook Anda.

Apakah ada syarat khusus untuk mengikuti kegiatan ini?

Ya, semua peserta kegiatan diharapkan memikirkan sampahnya. Kami ingin mengajak semua orang untuk menjadi panutan bagi anak-anak kami dengan melatih kepekaan terhadap masalah sampah. Mengingat kegiatan perdana kami masih memproduksi sampah yang cukup banyak, kami akan menerapkan aturan yang lebih terperinci mengenai pilihan makanan yang boleh dan tidak boleh dibawa selama berkegiatan untuk mengantisipasi timbulnya sampah anorganik yang dapat mengganggu dan mengotori lokasi kegiatan.

Silakan kunjungi FB Page Belajar Bersama jangan sampai ketinggalan kegiatan kami selanjutnya


Testimoni dari beberapa peserta kegiatan

‘ayo bu… naik gunung, ternyata seru disini..

‘wah.. hati hati ya nak..

‘iya bu.. dengan antusias orion dan luna naik ke tangga batu menuju bumi perkemahan mandalawangi taman nasional gunung gede pangrango kemarin.

‘ketemu sungai… ihh deras airnya..

‘seru ya or… suka suka… kata luna dengan gembira.

‘iya lun.. ayo kutuntun, ini tanjakan lhoo… orion membantu adiknya naik, sementara ibu dibelakang sambil menggendong carrier..😀

‘hati hati ya kakak dan adik… adiknya dituntun, lihat jalan didepan…

begitulah ketika kemarin menemani anak anak di camp ground..

~ Verena Ety Prasetyaningsih, Bogor ~

Hai, baru pulang dari rumah waktu refleksi sekalian posting dan sharing cerita camping Mandalawangi.

Pengalaman yang hangat dan pertama yang tidak akan terlupakan walau dihantam dengan suhu malam 16C.

Bertemu dengan semua keluarga yang berbeda latarbelakang dari sekolah dan yang menjalankan HS. Dari yang umur nya tua sampai yang bayi.

Berbaur di perkemahan sana. “Seru”, “senang”, itu saja kata anak-anak saya.

Hidup ini seperti napas, kita merasakan, mengambil napas dan menghembuskan nya lagi. Kenapa bernapas harus ditahan?

Terima kasih keluarga Ayah Kiran, mbk Nuni Amaliah, Nada, Yulia Karlina, Metta Setiawan, Verena Ety Prasetyaningsih, mbk Weni Widiafransi, mbk Siti Andriani, Annette Varash (ini saya salut karakter bumil satu ini), keluarga mbk Ira, dan anak anak.

Kita disini sama derajat semuanya. Semoga postingan saya bisa menginspirasi bagi keluarga single parent seperti saya dan yang lainnya.

Bangga pada anak anak saya yang tidak mengeluh sedikitpun.

~ Yemmi Liu, Sukabumi ~

Akhirnya hari yang sudah ditunggu-tunggu Benn, datang sudah. Hari ini kami akan pergi ke Cibodas untuk ikut acara kemping Belajar Bersama Goes to Nature di Wisata Alam Mandalawangi – Cibodas.

Subuh dibangunkan, langsung bangkit dari tempat tidur dan menyiapkan diri ganti baju. (Meskipun setelahnya sembari menunggu Mami Papi final check barang bawaan, agak molor lagi di sofa hahaha).

Ooopsss…tol Merak-Jakarta muacettt, mari kita putar arah, lewat tol Jorr saja. Thanks God, perjalananan lancar hingga sampai di tujuan.

Yayyy…sampai juga kami di Kawasan Wisata Alam Mandalawangi Cibodas, sejukkk segarrr.

Benn sudah tidak sabar berjalan menuju lokasi tempat kita akan kemping. Apalagi setelah tau kalau Kiran sudah sampai di lokasi dari tadi.

Wah ternyata lumayan juga naik turun tangga, sedikit jalan berbatu untuk menuju lokasi kemping di pinggir sungai. Tapi begitu sampai lokasi, langsung terbayar rasa capek di awal tadi. Cakep lokasi kempingnya, persis di pinggir sungai. Benn n Mia langsung tak sabar ingin nyebur ke air, apalagi melihat teman-teman yang lain sudah pada seru berbasah-basahan di sungai.

Sabar ya Nak, kita dirikan tenda dulu. Supaya nanti selesai main air, sudah ada tempat istirahat jika perlu.

Sungainya jernih sekali, segar dan pastinya duinginnnnnn.

Meskpun dingin, tapi anak-anak pada betah sekali bermain tak henti-henti.

Termasuk anak kecil ini, mencoba menyeberangi sungai dari satu batu ke batu yang lain.

Sesekali hendak lompat bergaya streamline jump, ooppsss…stop! Sungainya kurang dalam untuk streamline jump, Nak, jidat bisa terbentur batu nanti.

~ Metta Setiawan, Karawaci ~

Akan selalu ada yang kami pelajari disaat berkegiatan bersama dengan anak-anak. Begitupun disaat kami berkegiatan bersama di alam bersama teman-teman keluarga Belajar Bersama di bumi perkemahan mandalawangi cibodas.

Belajar dari alam, belajar tanpa menjudge apapun, belajar arti kebersamaan, belajar menghargai perbedaan, belajar mencintai alam, belajar mengenal pencipta diri dan semesta.. tanpa membawa ego diri, melepas segala penat, menghirup udara yang seakan mengingatkan kami, menyadarkan kami akan tanggungjawab yang ada didalam diri kami, menjaga alam sebagai wujud kehadiran kami di muka bumi ini.

~ Weni Widiafransi, Bekasi ~

Setiap kegiatan bersama beberapa keluarga homeschool, selalu menimbulkan kesan dan hikmah tersendiri bagi kami. Kami belajar saling kenal-mengenal, dan belajar memahami. Belajarnya sambil menikmati alam. Hanya menikmati alam. Sungguh memukau dan menyenangkan.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal….” kutipan QS 49:13

*Kemping di Mandalawangi, Cibodas. Jumat-Sabtu, 16-17 Juni 2017. Ramadhan.

~ Siti Andriani, Jakarta Pusat ~

Trekking pagi ini….

Alam, sumber belajar yang kaya namun kadang terlupakan dan terabaikan.

~ Annette Mau, Kelapa Gading ~

Posted by Rahdian Saepuloh

<p>Rahdian yang biasa dipanggil Ian adalah seorang swadidik. Kegiatannya saat ini mengelola Language Studies Indonesia, lembaga pendidikan Bahasa Indonesia untuk penutur asing di Jakarta dan menikmati keseharian bersama anak lelakinya yang sedang menjalani pendidikan rumah. Selain itu Ian sangat tertarik dengan teknologi dan perkembangannya.</p>
<p>Lembaga yang dipimpinnya telah mendapatkan penghargaan dari dalam negeri dan luar negeri sejak 2014 sebagai The Best Education Program of The Year serta pengalamannya di dunia bisnis sejak tahun 2007 telah membuat membuat dirinya dijadikan konsultan bisnis untuk membantu beberapa perusahaan startup nasional memulai bisnisnya.</p>

Leave a Reply

Required fields are marked*