Belajar Memasak dan Bertanam

Senang rasanya bisa menghabiskan waktu bersama anak tersayang dan sekaligus berkarir. Tentunya sangat melelahkan membesarkan anak sambil bekerja, tetapi sangat sepadan dengan kebahagiaan yang saya dapatkan untuk selalu bersama anak di setiap kesempatan yang ada.

Hari ini kami memutuskan untuk melakukan kegiatan memasak sayuran dan bertanam. Bunda Kiran sudah melakukan persiapan malam sebelumnya dengan menyiapkan bumbu yang harus dimasukkan ke dalam makanan. Karena Bunda Kiran harus bekerja, hanya saya dan Kiran yang melakukan kegiatan ini. Setelah melakukan rutinitas pagi, kami pun meluncur keluar untuk membeli sayuran dan alat bertanam (karena belum memiliki peralatannya).

Kami pun membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sayur sop. Kiran tampak serius memperhatikan aktivitas sang penjual yang gesit melayani pembelinya. Akhirnya tiba sang penjual melayani keperluan kami dan Kiran terlihat senang ketika menerima barang belanjaannya.

Setelah itu kami pun meluncur ke Pasar Minggu untuk membeli peralatan bertanam. Seperti biasanya, perhatian Kiran langsung terpusat pada kereta api yang hilir mudik hampir setiap lima menit. Setelah 4 rangkaian kereta berlalu, saya pun mendapatkan peralatan yang kami perlukan untuk bertanam. Kemudian kami kembali ke rumah dengan bersemangat.

Berbelanja alat bertanam di Pasar Minggu
Sibuk memerhatikan kereta api yang datang silih berganti

Sesampainya di rumah, kami langsung membersihkan dinding tanam dan mengganti tanah yang ada di dinding taman dengan media tanam yang sudah kami beli minggu lalu. Kami mendapatkan sebuah kejutan ketika sedang membersihkan tempat  tanam. Ternyata Kiran menemukan seekor keong dan penemuan binatang ini semakin menyemangati Kiran untuk bertanam. Setelah semuanya selesai, kami pun melanjutkan kegiatan kami, memasak sayur sop.

Kami mengeluarkan bahan-bahan yang diperlukan dan Kiran bertugas untuk mencuci sayuran sampai bersih. Setelah selesai dicuci, kami melanjutkan proses selanjutnya, yaitu memotong. Mengingat Kiran masih terlalu muda untuk memotong menggunakan pisau, sebagai gantinya Kiran bertugas untuk menguliti wortel. Tiga buah wortel pun selesai dikuliti oleh Kiran dan selanjutnya saya membantu untuk memotong sayuran.

Setelah semuanya selesai, saya memasak sayuran tersebut di dapur dan Kiran asyik bermain dengan binatang temuannya, sang keong di depan rumah. Setelah beberapa saat, sayur sop pun siap untuk dihidangkan dan kebetulan jam sudah menunjukkan waktu makan siang.

Voila! Sayur sop siap untuk disantap

Makan siang pun selesai dan Kiran ingin bermain di rumah kakeknya. Akhirnya Kiran menghabiskan sisa siangnya mengunjungi kakek dan neneknya. Saya pun segera bersiap-siap untuk berangkat bekerja.

Posted by Rahdian Saepuloh

Rahdian yang biasa dipanggil Ian adalah seorang swadidik. Kegiatannya saat ini mengelola Language Studies Indonesia, lembaga pendidikan Bahasa Indonesia untuk penutur asing di Jakarta dan menikmati keseharian bersama anak lelakinya yang sedang menjalani pendidikan rumah. Selain itu Ian sangat tertarik dengan teknologi dan perkembangannya.

Lembaga yang dipimpinnya telah mendapatkan penghargaan dari dalam negeri dan luar negeri sejak 2014 sebagai The Best Education Program of The Year serta pengalamannya di dunia bisnis sejak tahun 2007 telah membuat membuat dirinya dijadikan konsultan bisnis untuk membantu beberapa perusahaan startup nasional memulai bisnisnya.

Leave a Reply

Required fields are marked*