Belajar Menyablon Kaos

Kegiatan kali ini kami bertandang ke rumah Bibi Sari dan Paman Samli. Kami ke rumah Bibi Sari untuk menyablon kaos untuk “seragam Belajar Bersama” dan di sana peralatannya lengkap. Alat-alat-alat yang dibutuhkan untuk menyablon kaos adalah cat acrylic, busa, stensil gambar atau tulisan yang akan disablon, dan alas karton.  Kaosnya sendiri bertuliskan Belajar Bersama, nama masing-masing anak serta cap tangan masing-masing anak. Tentunya sudah ada yang berkeinginan untuk melukiskan yang lain pada kaosnya.

Pertama-tama, kami membuat stensilnya  dulu. Bibi Sari punya printer yang keren sekali.  Biasanya printer dapat mencetak/menggambar, printer ini dapat memotong. Membuat pekerjaan kami  jadi lebih mudah. Hanya saja karena setiap kaos memiliki nama berbeda-beda, pembuatan polanya tetap memakan waktu. Stensil  dibuat dengan menggunakan freezer paper, yang sebetulnya diperuntukkan untuk membungkus daging ketika akan dibekukan. Kertas khusus untuk membuat stensil sangatlah mahal, maka freezer paper ini dapat dijadikan alternatif. Setelah stensil terpotong maka stensil perlu ditempelkan ke kaos dengan cara disetrika. Ketika dipanaskan, stensil menempel dengan rapi ke kaos. Setiap stensil dapat dipergunakan ulang sampai 5 kali.

Setelah  semua stensil tertempel, waktu makan siang pun tiba.  Wah . . . harus mengisi  bensin  dulu nih. Perut rasanya lapar sekali. Seperti biasanya makanan begitu banyak. Langsung dengan lahap kami menyantap semua makanan. Tandas!

Setelah makan siang selesai, kami pun mulai menyablon.  Anak-anak duduk berderet menggunakan celemek. Kaos yang sudah ditempel stensil diberi alas karton ditengah-tengahnya agar cat acrylic tidak meresap kebawah. Kemudian cat acrylic pun dibagikan. Langkah selanjutnya busa ditempelkan ke cat lalu ditepuk-tepukan ke kaos sampai semua stensil tertutup warna dengan rapat. Sebaiknya busa tidak diusapkan karena stensil dapat terangkat.

Terbayangkankan hebohnya. Setiap anak tidak sabar ingin mewarnai kaosnya dengan warna pilihan masing-masing. Saking semangatnya begitu menerima busa, langsung menempelkan ke kaos diluar stensilan hihihi. ternyata cat crylic cepat kering lho. Jadi mengerjakannya harus cukup cekatan. Untuk cap tangan, busa yang sudah beri cat ditepuk-tepukkan ke telapak tangan. Setelah warna rata, tempelkan telapak tangan ke kaos dengan cukup kuat. Jadi deh.

Untuk yang ingin menggambar bebas langsung dikaos, ternyata cukup sulit dilakukan. Cat acrylic cepat kering dan bahan kaospun dengan cepat menyerap catnya sehingga usapan cat tidak seperti ketika di atas kanvas. Sepertinya cara yang paling mudah memang membuat stensilan lalu menepuk-nepuk warna satu persatu.  Ketika semua stensilan selesai diwarnai, stensilan dapat langsung dilepas, lalu hasil sablonan di press panas agar benar-benar kering dan meresap ke kaos. Setrika dapat  juga digunakan  untuk tahap ini.

Selesaaaai… 

Anak-anak langsung ingin menggunakan hasil karyanya. Mereka pun lalu foto bersama menggunakan hasil karya mereka. Wah . . . seru sekali hari ini. Terima kasih Bibi Sari dan Paman Samli.

Leave a Reply

Required fields are marked*