zero waste

Berkegiatan Minim Sampah

Kali ini saya mendapat pengalaman yang sangat berharga yang tidak akan bisa saya lupakan. Terima kasih kepada Ibu Shanty Syahril yang telah membagikan pengalamannya dan bimbingannya dalam kegiatan ini.

Klub Oase mengadakan acara Bincang Seru Homeschooling di Museum Bank Mandiri pada tanggal 24 Januari 2015. Kegiatan ini diadakan untuk membagikan pengalaman para praktisi homeschooling kepada para orangtua yang berniat untuk melakukan homeschooling untuk anak-anaknya.

Yang akan saya bahas kali ini bukanlah tentang acara Bincang Seru Homeschooling-nya melainkan pengalaman mengadakan kegiatan minim sampah yang merupakan sebuah tindak lanjut kegiatan menonton film Trashed yang pernah saya bahas sebelumnya. Acara yang dihadiri kurang lebih 350 orang ini sangat sukses dan sampah yang dihasilkan pun bisa dianggap memuaskan.

Mulai dari persiapan untuk membuat konsep minim sampah, mempromosikan kegiatan, mencari relawan sampai eksekusi terakhir di lapangan untuk mengedukasi pengunjung acara untuk memilah sampah dan diakhiri dengan penimbangan sampah.

Sungguh pengalaman yang sangat berharga untuk saya pribadi bisa terlibat dan menyaksikan secara langsung semangat setiap orang yang terlibat dan mendukung kegiatan mini sampah ini. Setiap orang mulai melihat bahwa kegiatan minim sampah itu sangat mudah dilakukan jika kita mau. Kegiatan ini bisa disebarkan dan disosialisasikan untuk acara-acara yang lebih formal dan besar, seperti, acara pernikahan, perayaan ulang tahun, konser musik, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang menghasilakan sampah sangat banyak dengan durasi acara yang tergolong singkat.

Ketika merancang kegiatan ini, kami mengusahakan untuk mengurangi sampah mulai dari kegiatan perencanaan yang dilakukan intensif melalui media sosial seperti Facebook dan Whatsapp. Rapat secara fisik hanya dilakukan seminggu sekali ketika pertemuan rutin Klub Oase, sisanya dilakukan di dalam jaringan.

Promosi acara hanya dilakukan menggunakan media sosial Facebook dan hasilnya sangat efektif (tidak ada materi promosi cetak berupa brosur). Semua kursi yang berjumlah 200 langsung terjual hanya dalam waktu 1 hari. Bahkan banyak sekali orang yang ingin menghadiri acara ini harus kami tolak karena kapasitas ruangan hanya bisa menampung 200 orang.

Berulang kali kami mengingatkan melalui email blast dan flyer digital apa saja yang harus peserta dan panitia siapkan untuk mendukung acara minim sampah ini, seperti membawa peralatan makan sendiri meskipun makanan disediakan, membawa botol minum karena kami menyediakan Kangen Water sumbangan dari Pak Faizal Kamal dan Ibu Mella Fitriansyah.

langkah mengurangi sampah
Ajakan kepada peserta untuk berkegiatan minim sampah

Pencarian relawan menggunakan Youtube seperti di bawah ini:

Pada saat acara terdapat 3 titik untuk menempatkan tempat sampah. Terdapat 2 orang relawan di setiap titik tempat sampah untuk membantu pengunjung memilah sampah yang akan dibuangnya. Pemilahan sampah dibagi menjadi 4 macam dengan kategori sebagai berikut :

Kegiatan minim sampah - zero waste
Kegiatan minim sampah (zero waste) Klub Oase @ Museum Bank Mandiri

Berikut ini adalah foto-foto kegiatan para peserta yang sangat bersemangat mengurangi sampah (ketuk gambar untuk melihat gambar lebih jelas:

Setelah acara selesai, Relawan Nol Sampah mengumpulkan semua tempat sampah dan menggabungkan semua sampah berdasarkan kategorinya.

Total sampah yang terkumpul (17,5 kg) dengan rincian sebagai berikut :

_DSC1660

• Sampah untuk dibuang ke TPA  (3,5 kg) setara dengan 10 gr/orang
• Sampah plastik botol yang bisa didaur ulang (0,5 kg)
• Sampah kompos (10 kg)
• Sampah kertas dan kardus yang bisa didaur ulang (3 kg)

Untuk referensi membuat kegiatan minim sampah bisa mengunjungi situs web berikut http://jirowes.weebly.com/

Mari kita berkegiatan tanpa harus mengotori lingkungan. Setidaknya kita berusaha sedikit mungkin untuk tidak mengotori lingkungan 😉

Posted by Rahdian Saepuloh

Rahdian yang biasa dipanggil Ian adalah seorang swadidik. Kegiatannya saat ini mengelola Language Studies Indonesia, lembaga pendidikan Bahasa Indonesia untuk penutur asing di Jakarta dan menikmati keseharian bersama anak lelakinya yang sedang menjalani pendidikan rumah. Selain itu Ian sangat tertarik dengan teknologi dan perkembangannya.

Lembaga yang dipimpinnya telah mendapatkan penghargaan dari dalam negeri dan luar negeri sejak 2014 sebagai The Best Education Program of The Year serta pengalamannya di dunia bisnis sejak tahun 2007 telah membuat membuat dirinya dijadikan konsultan bisnis untuk membantu beberapa perusahaan startup nasional memulai bisnisnya.

Leave a Reply

Required fields are marked*