kemping keluarga

Camping Ceria

Sepertinya bulan Mei pun kami masih belum bisa menerapkan pencatatan perjalanan keluarga kami setiap minggu seperti yang telah direncanakan bulan lalu. Di tengah-tengah kesibukan pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga, bersosialisasi, dan berkegiatan bersama Kiran, membuat waktu yang 24 jam terasa sangat singkat.

Banyak sekali kejadian yang tidak bisa direkam dan disimpan untuk kenagan perjalanan keluarga kami dalam menjalani pendidikan rumah kami. Tapi ikatan kekeluargaan kami bersama beberapa praktisi pendidikan rumah lainnya mulai terjalin. Kedekatan antara anak-anak dan orangtuanya mulai terbina, ah alangkah indahnya. Sebuah ikatan tanpa pamrih yang tulus sebagai media sosialisasi sekaligus pembelajaran bagi setiap individu yang terlibat di dalamnya.

Awal bulan Mei kami merealisasikan rencana kami sebelumnya untuk berkemah di tempat salah satu teman kami di Puncak. Bibi Nada (begitulah kami saling menyapa, “bibi” dan “paman”), yang kebetulan adalah pemilik dari restoran Warung Daun, memiliki sebuah tempat di Puncak yang kebetulan juga adalah tempat di mana restoran tersebut menghasilkan sayuran organik yang digunakannya di restoran Warung Daun. Setelah melakukan perencanaan yang cukup menghebohkan bagi seluruh keluarga akhirnya keriaan pun terjadi dan berikut adalah dokumentasi kegiatan berkemah yang diikuti oleh 5 keluarga :

Kebetulan salah satu anak (Adiva) bertepatan merayakan hari kelahirannya yang keempat dan kami melakukan sebuah perayaan kecil untuk saling berbagi kebahagiaan.

Berkemah memang selalu efektif untuk membina kedekatan antara keluarga. Meskipun kegiatan berkemah ini terbilang berkemah modern, tetapi kedekataan antara keluarga mulai terjalin. Para orangtua dan anak-anak bergembira bersama dan berkegiatan bersama, suasana ini telah menciptakan sebuah pusaran kebahagiaan bagi para pelakunya. Gotong royong, saling membantu, saling berbagi dan peduli terhadap orang lain adalah nilai-nilai yang ingin kami tunjukkan kepada anak-anak kami dan semoga mereka bisa melihat, mencontoh dan memahaminya untuk bekal kehidupan mereka kelak.

Terima kasih atas kenangan indahnya teman-teman. Semoga keluarga kita bisa bertumbuh bersama dan selalu berbahagia. Terima kasih Bibi Nada telah menyediakan tempat untuk kami semua dan jamuannya.

Posted by Rahdian Saepuloh

<p>Rahdian yang biasa dipanggil Ian adalah seorang swadidik. Kegiatannya saat ini mengelola Language Studies Indonesia, lembaga pendidikan Bahasa Indonesia untuk penutur asing di Jakarta dan menikmati keseharian bersama anak lelakinya yang sedang menjalani pendidikan rumah. Selain itu Ian sangat tertarik dengan teknologi dan perkembangannya.</p>
<p>Lembaga yang dipimpinnya telah mendapatkan penghargaan dari dalam negeri dan luar negeri sejak 2014 sebagai The Best Education Program of The Year serta pengalamannya di dunia bisnis sejak tahun 2007 telah membuat membuat dirinya dijadikan konsultan bisnis untuk membantu beberapa perusahaan startup nasional memulai bisnisnya.</p>

Leave a Reply

Required fields are marked*