Garage Sale (Bagian 2)

Garage Sale (Bagian 2)

Setelah hasil penjualan garage sale terkumpul, kami pun mulai merencanakan untuk mendatangi toko mainan yang menjual set kereta api Lego dijual. Kebetulan Kiran memiliki jadwal rutin untuk berkegiatan fisik di Rockstar Gym mal Kota Kasablanka setiap minggunya dan di mal tersebut terdapat tiga buah toko mainan. Namun, ternyata segala sesuatu tidak pernah semanis yang Β kita bayangkan. Kami mendatangi ketiga toko tersebut tetapi barang yang dicari ternyata kosong. Akhirnya kami pun mencoba menjelaskan kepada Kiran bahwa kadang-kadang kita harus bersabar dan menunggu. Untuk menghibur Kiran, kami pun merencanakan untuk mengunjungi toko Lego resmi yang berlokasi di Cilandak Town Square beberapa hari berikutnya.

Lego Store in Citos

Gelisah mulai melanda

mencari Lego Train Set

Menjelajahi setiap rak

Tibalah kami di Citos dan dengan penuh semangat Kiran langsung memasuki toko tersebut dan menyusuri semua rak yang ada di dalam toko. Namun, kembali dia harus mengalami kekecewaan karena barang yang dicarinya pun kosong. Kami menyimpulkan bahwa barang tersebut banyak disukai dan laku sekali sehingga untuk mendapatkannya agak sulit. Terlihat dengan jelas rasa kecewa yang mendalam setelah menanti beberapa hari dari kekecewaan yang sebelumnya terjadi. Akhirnya saya pun mencoba memberikan penjelasan bahwa kita harus berusaha lebih untuk mendapatkan sesuatu yang kita mau. Untuk mengurangi rasa kecewanya kami pun menawari Kiran untuk mengunjungi toko mainan lainnya yang berlokasi di mal Pejaten Village pada hari berikutnya.

Singkat cerita, keesokan harinya, sepulang kerja kami pun mengunjungi toko tersebut dan Kiran mulai merasa khawatir barang yang dicarinya tidak akan ada lagi. Ternyata hal yang dikhawatirkannya pun terjadi, sekali lagi Kiran harus mendengat bahwa barang yang ingin dibelinya tidak ada dan kami pun menerima informasi bahwa memang barang yang kami cari sedang kosong di toko mana pun. Akhirnya kami pun mencoba menawarkan pilihan kepada Kiran apakah uangnya mau disimpan dahulu sampai barang yang dicari tersedia atau mau mencari set kereta lainnya? Akhirnya Kiran memilih untuk mencari kereta jenis lain (mungkin karena sudah sangat ingin memiliki kereta mainan, apa pun mereknya).

Setelah berkeliling di dalam toko yang sama, Kiran pun memilih kereta yang diinginkannya dan ternyata kereta yang dia pilih harganya jauh lebih murah dari kereta Lego yang ingin dibelinya. Karena sisa uang masih banyak, kami pun menawari Kiran untuk membeli Lego Classics supaya dia bisa membuat mainannya sendiri dari batangan Lego Classic (selama ini kami selalu membeli mainan serupa Lego buatan Cina karena harga Lego yang ditawarkan lumayan mahal untuk kami beli). Akhirnya kami pun punya Lego betulan dan rencana yang tadinya mau membeli Lego Train Set sekarang berubah menjadi Train + Lego Set πŸ™‚

Lego & Train

Kami semua pun akhirnya belajar bahwa mungkin ini untuk yang terbaik untuk Kiran. Hikmahnya, kami malah mendapatkan dua jenis mainan dan Kiran pun kegirangan karena akhirnya kesampaian untuk punya mainan kereta lagi dan dapat bonus Lego Classics πŸ˜€

Sebuah pengalaman yang sangat berharga untuk kami kenang bersama melihat perubahan emosi anak kami mulai dari bersemangat, kecewa, sangat kecewa, sampai putus asa, hingga akhirnya kembali bersemangat. Kami pun sebagai orangtua belajar banyak untuk bisa menjelaskan kepada anak kami mengapa semua hal tersebut terjadi dan tidak sesuai dengan harapan kami.

Ternyata memang benar, sekarang satu bulan telah berlalu dan Kiran masih menjaga mainan keretanya dengan utuh. Setiap kali selesai bermain, setiap bagian mainan langsung dimasukkan kembali ke dalam kardusnya dan masih terlihat baru. Segala sesuatu yang didapatkan dengan sulit akan bertahan lebih lama, demikian pelajaran keluarga kami kali ini.

Garage Sale (bagian 1)

Garage Sale (bagian 1)

Baru memulai lagi untuk menulis kegiatan belajar kami dan mencoba untuk lebih konsisten menulis. Semoga bisa lebih disiplin lagi untuk merekam jejak pembelajaran keluarga kami ke depannya.

Lego City Train Starter Set

Lego City Train Starter Set

Kali ini saya ingin berbagi kenangan dari proyek garage sale yang kami lakukan bulan lalu. Ide ini berawal dari sebuah keinginan Kiran untuk membeli kereta Lego yang selama ini dia inginkan.

Mengingat mainan di rumah sudah banyak sekali dan dari pengalaman sebelumnya kami pernah membelikan mainan set kereta api tapi hanya bertahan 3 hari karena langsung “dibedah” oleh Kiran di saat bermain dan berakhir menjadi potongan kecil-kecil. Akhirnya kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda supaya Kiran bisa lebih menghargai mainan yang dimilikinya.

Suatu hari ketika kami sedang membereskan barang-barang yang sudah tidak kami gunakan lagi, muncullah ide untuk menjual barang-barang tersebut karena kami sudah tidak menggunakan barang-barang itu dan rumah kami lumayan penuh sesak oleh barang-barang yang tidak banyak kami gunakan lagi. Akhirnya kami diskusikan ide ini bersama Kiran dan menawarkan sebuah pekerjaan kepadanya jika dia membantu untuk membersihkan barang-barang yang akan kami jual, hasil penjualannya akan digunakan untuk membelikan dia set kereta api Lego yang selama ini dia inginkan.

Persiapan

Pada tahap persiapan, Kiran membantu kami mengelap barang-barang yang akan dijual. Dengan penuh semangat dia membersihkan setiap bagian dari barang-barang yang dipegangnya. Sungguh suatu pemandangan yang menarik bagi kami melihat kesungguhan Kiran terlibat di dalam kegiatan ini.

Penjualan

Kemudian pada tahap penjualan, kami pun begadang untuk memotret dan menawarkan barang-barang kami melalui akun Facebook saya. Gayung bersambut, kami sangat terharu melihat respon dari teman-teman kami yang membantu kami untuk merealisasikan keinginan anak kami. Dukungan moral dan material pun terus berdatangan dari teman-teman kami. Kami tidak pernah menyangka barang-barang tersebut bisa laku dengan cepat. Akhirnya dalam waktu 1 hari banyak barang-barang kami yang terjual.

Pengiriman

Setelah tahap penjualan ternyata sekarang ada tahap pengiriman di mana kami harus membungkus dan mengirimkan barang-barang yang sudah terjual ke alamat pembeli. Pengalaman berkesan lainnya pun terjadi ketika Kiran membantu membungkus setiap barang dengan kertas koran dan menulisi paket yang akan dikirimkan dengan antusias. Saya pun mulai menjelaskan alasan mengapa setiap orang harus bisa menulis dan membaca untuk mendukung kehidupannya, seperti yang sedang kami lakukan saat itu mengirimkan paket. Saya menyuruh Kiran untuk melabeli setiap barang dengan tujuan supaya kami bisa membedakan barang-barang tersebut setelah terbungkus kertas koran. Tidak hanya di situ, proses belajar lainnya untuk Kiran adalah ketika saya harus menulis alamat setiap pembeli pada setiap paket yang akan dikirim. Kiran pun melihat dengan jelas mengapa setiap orang harus bisa menulis dan membaca.

Mempersiapkan Paket

Mempersiapkan Paket

Menulisi Paket

Menulisi Paket

Singkat cerita kami pun langsung mengirimkan paket yang telah siap dikirimkan melalui layanan JNE yang berlokasi di dekat rumah. Kiran menanyakan mengapa kita harus mengirimkan barang-barang tersebut dan mana uang dari penjualannya? Saya menjelaskan bahwa kami sudah menjualnya dan uangnya akan dikirim kepada saya melalui transfer bank. Selain melakukan pengiriman melalui layanan JNE kami pun menggunakan layanan jasa GOJEK untuk langsung mengirimkan barang kepada teman-teman yang membeli barang dari kami dan berdomisili di Jakarta.

Ada beberapa teman yang menanyakan mengapa barangnya sudah dikirim duluan padahal mereka belum membayar. Semua saya lakukan karena saya melihat ketulusan dari teman-teman itu membantu kami membuat semua ini terjadi. Tentunya tidak ada prasangka buruk jika barangnya tidak akan dibayar setelah barang tersebut kami kirimkan karena kami pun merasakan teman-teman itu melakukan pembelian bukan karena mereka sangat menginginkan barang yang kami jual melainkan semangat berbagi untuk membantu proyek yang sedang kami kerjakan bersama Kiran. Ada orang-orang yang kami kenal dan ada juga yang tidak begitu kami kenal tetapi berada di dalam lingkaran pertemanan media sosial.

Akhirnya total uang yang terkumpul sebesar Rp 1.065.000 dan semua pendapatan dari penjualan ini kami rencanakan untuk membeli Lego Train Set untuk Kiran.

Bersambung . . .

UCAPAN TERIMA KASIH:

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Mbak Moi Kusman, Bibi Anita Diah Permata, Mbak Kusendra Yunika Advend, Neng Ochie, Paman Simon dan Bibi Yulia, Himsurya Saputra, Eva Yunianingsih, Kak Aio (yang nawar tapi maunya minta mahal bukan minta murah πŸ™‚ ), Ms Sani Gama, Mbak Britania Sari (terima kasih atas tambahannya).

Terima kasih yang tak terhingga karena telah membantu kami untuk memberikan pengalaman yang berkesan untuk Kiran.

Camping Ceria

Camping Ceria

Sepertinya bulan Mei pun kami masih belum bisa menerapkan pencatatan perjalanan keluarga kami setiap minggu seperti yang telah direncanakan bulan lalu. Di tengah-tengah kesibukan pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga, bersosialisasi, dan berkegiatan bersama Kiran, membuat waktu yang 24 jam terasa sangat singkat.

Banyak sekali kejadian yang tidak bisa direkam dan disimpan untuk kenagan perjalanan keluarga kami dalam menjalani pendidikan rumah kami. Tapi ikatan kekeluargaan kami bersama beberapa praktisi pendidikan rumah lainnya mulai terjalin. Kedekatan antara anak-anak dan orangtuanya mulai terbina, ah alangkah indahnya. Sebuah ikatan tanpa pamrih yang tulus sebagai media sosialisasi sekaligus pembelajaran bagi setiap individu yang terlibat di dalamnya.

Awal bulan Mei kami merealisasikan rencana kami sebelumnya untuk berkemah di tempat salah satu teman kami di Puncak. Bibi Nada (begitulah kami saling menyapa, “bibi” dan “paman”), yang kebetulan adalah pemilik dari restoran Warung Daun, memiliki sebuah tempat di Puncak yang kebetulan juga adalah tempat di mana restoran tersebut menghasilkan sayuran organik yang digunakannya di restoran Warung Daun. Setelah melakukan perencanaan yang cukup menghebohkan bagi seluruh keluarga akhirnya keriaan pun terjadi dan berikut adalah dokumentasi kegiatan berkemah yang diikuti oleh 5 keluarga :

Kebetulan salah satu anak (Adiva) bertepatan merayakan hari kelahirannya yang keempat dan kami melakukan sebuah perayaan kecil untuk saling berbagi kebahagiaan.

Berkemah memang selalu efektif untuk membina kedekatan antara keluarga. Meskipun kegiatan berkemah ini terbilang berkemah modern, tetapi kedekataan antara keluarga mulai terjalin. Para orangtua dan anak-anak bergembira bersama dan berkegiatan bersama, suasana ini telah menciptakan sebuah pusaran kebahagiaan bagi para pelakunya. Gotong royong, saling membantu, saling berbagi dan peduli terhadap orang lain adalah nilai-nilai yang ingin kami tunjukkan kepada anak-anak kami dan semoga mereka bisa melihat, mencontoh dan memahaminya untuk bekal kehidupan mereka kelak.

Terima kasih atas kenangan indahnya teman-teman. Semoga keluarga kita bisa bertumbuh bersama dan selalu berbahagia. Terima kasih Bibi Nada telah menyediakan tempat untuk kami semua dan jamuannya.