Financial Wisdom for Children Part 1

Financial Wisdom for Children Part 1

Beberapa waktu lalu, seorang sahabat keluarga kami, Mba Ida Luther, menghadiahkan satu buku berjudul Financial Widsom for Kids. Setelah membaca satu bab, wahh, I can not put down this book. Isinya bukan hanya soal bagaimana memperkenalkan uang dan finansial keluarga kepada anak, tetapi juga bagaimana mengarahkan anak agar menjadi seseorang manusia yang berkarakter. Sang penulis, Assoc. Prof. Dr. Chandra Chahyadi, MBA, PH. D., CFA, CAIA, juga menyisipkan pengalaman parentingnya mengajarkan kedua anaknya bahwa uang itu bukanlah segalanya. Penulis juga memasukkan kutipan kutipan dan banyak kisah-kisah inspiratif dari pesohor-pesohor dunia yang kisah hidupnya bisa dijadikan pelajaran kita dalam mengajarkan keuangan kepada anak.

Kapan sebaiknya mengajarkan konsep uang kepada anak? Mungkin saat ini Anda berpikir anak anda masih kecil dan belum perlu tahu tentang uang dan bagaimana mengelolanya. Tetapi yang Anda harus ingat, anak melihat apa yang orang tua dan orang dewasa lakukan ketika bertransaksi. Mereka melihat orang dewasa mengambil uang di ATM, membayar barang di kasir, mereka melihat adanya pertukaran. Uang ditukar dengan barang yang diinginkan.

Ada beberapa orang tua (termasuk saya sebelum membaca buku ini) yang merasa bahwa anak kecil sebaiknya jangan diperkenalkan dengan uang terlalu dini, karena bisa membuat mereka “mata duitan” atau ada yang berpikir nanti anak saya jadi minta uang terus untuk jajan. Tetapi cara berpikir seperti itu ternyata salah. Tidak mengajar konsep uang yang benar pada anak bukan hanya membuat mereka tidak tahu tentang cara mengatur uang, tetapi bisa membuat mereka mempunyai cara pandang yang berbeda tentang uang. Tidak ada batasan umur untuk belajar mengenal uang. Justru dari kecil, anak-anak harus punya acara pandang yang dewasa tentang uang agar terbawa dalam kehidupan sampai mereka dewasa.

Jadi bagaimana sih mengajarkan keuangan pada anak?  Berikut adalah intisari yang saya rangkum dari buku tersebut yang sedang kami praktekkan di rumah bersama Kiran:

  1. Ceritakan pengalaman tentang keuangan di masa kecil

Pelajaran pertama tentang pengaturan keuangan diterima anak di rumah dari teladan orang tuanya. Anda dan pasangan berasal dari keluarga yang  berbeda latar belakangnya, termasuk cara mengatur uang. Pengalaman masa kecil tentu menjadikan Anda dan pasangan mempunyai cerita yang berbeda dan bisa dijadikan diskusi yang menarik bersama anak. Tidak mengapa jika ketika pengalaman kecil kita mengatur keuangan sangat buruk, justru bisa menjadi bahan pelajaran yang sangat baik untuk anak.

  1. Bermain permainan keuangan

Ciptakan permainan yang mengharuskan pemain mengeluarkan uang dengan baik. Ajak anak bermain peran “belanja-belanjaan” atau “kasir-kasiran”. Selain mengajarkan konsep matematika sederhana, aktivitas ini juga melatih anak mengenal uang sebagai alat pertukaran. Semakin dewasa, tingkat belajarnya harus semakin meningkat pula. Misalnya, tahun lalu, saya bermain peran jual beli dengan Kiran. Transaksinya menggunakan uang yang Kiran buat sendiri. Karena sekarang Kiran sudah mengenal uang, permainan ini saya buat lebih menantang, yaitu menggunakan price tag. Jadi Kiran juga harus menghitung jumlah barang yang ia beli dan memastikan uang yang ia punya cukup untuk membayar. Sama dengan bermain peran, kami juga bermain monopoli dengan Kiran. Di permainan ini, kami memperkenalkan Kiran dengan konsep uang, menghitung uang dan bertransaksi dengan uang.  Jika anak masih belum mengerti juga? It’s OK. Namanya juga belajar, jangan dipaksakan anak untuk mengerti saat itu juga. Learning is a journey, not a race.

  1. Mengajarkan antara kebutuhan dan keinginan

Menurut si penulis, di usia 4 – 5 tahun, anak sudah mulai bisa diperkenalkan dengan konsep perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Di sekolah tempat saya mengajar dahulu pun, konsep ini diajarkan ketika anak ada di kelas K-1. Kebutuhan yang diperkenalkan adalah kebutuhan yang mendasar dan harus dipenuhi sesegera mungkin, yaitu sandang, pangan, papan dan keinginan adalah sesuatu yang masih bisa ditunda dan tidak berefek apa-apa jika ditinggalkan. Tidak perlu waktu khusus untuk membahas konsep ini. Gunakan waktu menonton TV misalnya (jika ada TV di rumah) untuk membahas iklan-iklan yang disiarkan di TV. Dengan memahami konsep kebutuhan dan keinginan, anak akan terbiasa menahan keinginannya demi memenuhi kebutuhannya terlebih dahulu.

  1. Membuat proyek menabung jangka pendek

Kita bisa mengajarkan anak untuk belajar membuat perencanaan keuangan dengan melakukan proyek menabung bersama keluarga. Salah satu kebiasaan baik yang bisa ditanamkan kepada anak Anda sedari kecil adalah konsep menabung. Sebagai permulaan, buatlah satu rencana menabung dengan durasi waktu singkat di mana semua anggota keluarga saling berkontribusi. Sediakan satu kaleng bekas atau botol, tuliskan target yang akan dicapai bersama, dan menabunglah setiap hari. Proyek ini sedang kami lakukan di rumah. Kiran sangat ingin menonton film Despicable Me yang akan tayang bulan Agustus nanti. Karena Kiran belum kami perkenalkan dengan uang saku, maka saya dan Ian yang menabung dan Kiran yang memasukkan uangnya ke dalam celengan. Hari lebaran kemarin, Kiran mendapatkan sedikit uang dari beberapa saudara. Ia lalu memasukkan sejumlah uang ke dalam tabungan menontonnya. Rupanya ia juga mau berkontribusi. Dengan cara ini anak belajar menabung sekaligus merencanakan keuangan sedari dini dan anak juga melihat bahwa jika mereka menginginkan sesuatu, mereka harus bisa menahan diri.

Piggy bank Kiran

  1. Membuat daftar belanja dengan anak

Berbelanja dengan anak di pasar tradisional atau supermarket biasanya membuat belanjaan kita over budget karena keinginan si anak untuk membeli mainan atau cemilan favorit mereka. Tetapi hal seperti itu akan bisa dihindari, jika menggunakan daftar belanja. Ajak anak membuat daftar barang-barang yang akan dibeli dan jelaskan kepada mereka bahwa yang akan dibeli hanya barang-barang kebutuhan saja. Buat kesepakatan dengan anak bahwa uang yang akan digunakan untuk membayar barang-barang kebutuhan tersebut terbatas. Oleh karena itu, jika anak ingin membeli barang keinginan, anak harus membuat rencana ketika sedang membuat daftar belanja bersama ayah dan ibu di rumah. Jika ada barang yang ingin dibeli diluar rencana daftar belanja, maka anak harus bisa menahan diri. Untuk anak usia balita mungkin akan merengek minta dibelikan, tetapi orang tua harus bisa tegas menolak permintaan si anak agar anak belajar untuk mematuhi apa yang sudah disepakati bersama.

Daftar belanja

Mengenal Sifat Baik Teman-Teman

Mengenal Sifat Baik Teman-Teman

Kamis kemarin, Kiran membagikan magnet kulkas ke teman-temannya di Belajar Bersama. Namun magnet yang dibagikannya adalah magnet yang spesial untuk Kiran, Karena magnet tersebut berisikan foto dan tiga sifat baik teman-temannya. Proyek kali ini terasa berbeda untuk Kiran, Karena ia membuatnya dengan tujuan membuat teman-temannya senang. Proyek ini berawal ketika teman-teman Belajar Bersama bermain di rumah kami. Kiran senang sekali mendapatkan kunjungan dari Alma, Adiva, Ahsan, Maji, Marfel, Marsya, Akhtar, dan Angkasa. Di malam hari, ketika mengulas kegiatan pada hari itu, Kiran bercerita betapa ia sangat senang bertemu teman-temannya. Saya pun menanyakan alasan mengapa ia menyukai semua teman-teman di Belajar Bersama. Kiran menjawab,

 “I like them all because they are all nice”.

“That’s it? They’re just nice?” tanya saya.

“No, they are also good and kind” tambah Kiran.

“Wow, all of your friends have good characters, Kiran” ucap saya.

“Do you think that your friends know that they have that character?”

“I don’t know. I can make something so that they know” Kata Kiran.

AHA! BINGO! Ide untuk proyek baru nih dalam hati saya hahaha sekalian saya mengenalkan character traits kepada Kiran. Kiran menyambut ide proyek ini dengan senang hati especially with his friends in thought.

Keesokan harinya kami memulai ide proyek tersebut. Seperti biasa, saya mengingatkan Kiran bahwa ada 3 hal yang harus ia lakukan ketika mengerjakan proyek personal ini, yaitu P-D-R, Plan-Do-Review. Detil yang Kiran kerjakan selalu saya catat dalam buku project log untuk memantau perkembangan proyek yang dikerjakannya sehingga bisa menjadi bahan review dan refleksi kami untuk proyek selanjutnya. Untuk mengobservasi sifat teman-temannya, Kiran terlebih dahulu saya kenalkan dengan berbagai karakter melalui buku cerita yang kemudian kami bahas sifat-sifat dari setiap karakter yang ada di dalam buku cerita tersebut. Berikut ini catatan kegiatan yang kami lakukan:

Date Activities
21 April Making plan
25 April Hook: Reading stories: Ferdinand the Bull and Cody the disobedient boy.

Comparing both characters by using venn diagram

26 April Introducing character traits: Attentiveness
27 April Observing his friends
28 April Exposing with list of character traits and do role play

–          Honest

–          Responsible

–          Respectful

–          Helpful

–          Etc

1 May Read a story aloud and identifying the character traits
4 May Observing his friends
5 May Identifying my friends character traits (Ahsan and Alma)
11 May Observing his friends
13 May Identifying my friends character traits (Maji and Akhtar)
14 May Identifying my friends character traits (Angkasa and Adiva)
18 May Observing his friends
19 May Identifying my friends character traits (Marfel, Marsya, Shawqi and Syifa)
24 May Typing on computer
25 May Typing on computer
27 May Typing on computer
21 June
22 June
Cutting, sticking and gluing the paper to cardboard
Giving the product of his project to his friends
23 June Project review
24 June Presenting the project to his father

Dalam satu minggu, biasanya Kiran mengerjakan proyeknya setiap hari Rabu, Sabtu dan Minggu. Hari-hari yang lain dipergunakan untuk beraktifitas di luar rumah, seperti ke Rockstar, Belajar catur, dll. Namun untuk proyek kali ini, Kiran memerlukan waktu yang cukup lama, karena ia harus mengenal dan mengerti character traits satu persatu. Alasan kedua karena banyaknya interupsi yang datang dari luar, seperti kurangnya konsistensi dari saya (harus belajar lagi nih).

Ketika mengerjakan proyek ini, Kiran harus melakukan banyak hal, seperti membaca buku dan membandingkan sifat karakternya, mengobservasi teman-temannya, menuliskan hasil observasinya (yang ini saya bantu menuliskan), mengetik di menggunakan Microsoft Word, belajar membuat Text Box dan Word Art, menggunting hasil print outnya, menempel di kardus, mengguntingnya lagi, dan terakhir mengelem magnet. Setelah itu, Kiran mempresentasikan hasil karyanya kepada ayahnya. Langkah yang cukup panjang memang.  Namun semua itu terbayar dengan hasil akhir yang Kiran dapatkan. Saya melihat binar di matanya ketika magnet kulkas bergambar wajah-wajah yang ia sayangi ada di tangannya.

“I am sure my friend will be happy when I give these to them”.

“I’m sure, Son. I’m sure”.

(and I am really proud of you, for always trying to make your friends happy)

Pelatihan Mendapatkan Pekerjaan Pilihan

Pelatihan Mendapatkan Pekerjaan Pilihan

Berbekal pengalaman selama 10 tahun melakukan perekrutan tenaga kerja saya ingin merancang kurikulum untuk calon pekerja yang berfokus pada kemampuan mengolah diri dan menemukan pekerjaan pilihannya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Terlepas dari latar belakang, usia dan pengalaman kerja yang Anda miliki dan Anda masih dalam proses atau akan mencari pekerjaan, bantu saya untuk membantu Anda menemukan dan mendapatkan pekerjaan yang membuat Anda bahagia dengan berpartisipasi menguji materi kurikulum pelatihan ini dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan pilihan Anda. Pelatihan ini gratis namun diperlukan komitmen sepenuh hati dari para peserta pelatihan yang nantinya akan dipilih untuk mengikuti pelatihan ini.

Kondisi yang ada saat ini:

  • lulusan pendidikan formal maupun informal tidak mendapatkan pelajaran untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja
  • banyak pelamar kerja yang melamar pekerjaan tidak sesuai dengan bidang yang telah dipelajarinya
  • pencari kerja tidak sepenuhnya menyadari mengapa dirinya melamar di suatu tempat
  • tujuan bekerja hanya sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi
  • pencari kerja mengandalkan templat (template) online untuk membuat daftar riwayat hidupnya tanpa memahaminya
  • pencari kerja tidak memahami pentingnya surat pengantar (Cover Letter)
  • pelamar kerja tidak tahu cara berpakaian yang baik
  • pelamar kerja tidak siap atau tidak tahu bagaimana harus bersikap pada saat wawancara
  • pelamar kerja tidak memahami kata “passion”
  • pelamar kerja tidak mengetahui hak dan kewajibannya pada saat menandatangani perjanjian kerja

Hal-hal di atas hanyalah beberapa catatan dari pengalaman saya melakukan perekrutan tenaga kerja selama ini dan masih banyak catatan lainnya yang membuat para pelamar kerja kesulitan mendapatkan pekerjaan meskipun mereka sudah berusaha keras. Sayangnya mereka tidak mendapatkan kesempatan belajar baik di sekolah maupun di universitas untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Pelatihan ini bukan tentang mendapatkan pekerjaan yang bergaji besar atau yang berjabatan tinggi. Mungkin ya, mungkin tidak. Semuanya kembali lagi pada potensi dan kemampuan diri masing-masing. Setelah mengikuti pelatihan ini Anda diharapkan mampu untuk:

  • memahami definisi sukses
  • mengevaluasi diri
  • belajar menginvestasikan waktu dan mengambil risiko
  • mengelola, melatih dan memaksimalkan pembawaan
  • mencari dan menemukan pekerjaan pilihannya
  • bahagia menjalani pekerjaan yang dipilihnya
  • belajar memahami dan membuat surat pengantar (cover letter), daftar riwayat hidup dan portofolio
  • melatih kepercayaan diri untuk sesi wawancara kerja
  • memahami isi perjanjian kerja

TUJUAN PELATIHAN:

  • membuat kurikulum pelatihan persiapan kerja untuk menyiapkan tenaga kerja yang unggul
  • membantu para pencari kerja memahami apa yang diinginkan pemberi kerja
  • mengajukan rancangan kurikulum pelatihan persiapan kerja kepada sekolah dan universitas sebagai mata pelajaran tambahan atau mata kuliah umum
  • menyediakan pelatihan dengan narasumber pemberi kerja dari berbagai bidang usaha
  • membantu para pelamar kerja mengenali potensi diri dan melamar kerja sesuai dengan minatnya
  • membantu pemberi kerja mendapatkan sumber daya manusia yang unggul
  • membantu pencari kerja mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya dan bahagia menjalaninya
  • pengantar untuk pelatihan selanjutnya untuk menjadi seorang pekerja yang bahagia
  • membangun kerjasama yang positif dan sehat antara pemberi kerja dan penerima kerja

Saya membukan kesempatan untuk 10 kandidat sebagai peserta pelatihan untuk mengikuti pelatihan intensif selama 1 bulan (rencana bulan Mei 2017). Anda harus memenuhi persyaratan berikut untuk dapat mengikuti tahap awal seleksi:

  • tidak sedang bekerja
  • pendidikan minimal SMA atau sederajat
  • kesulitan mencari pekerjaan
  • tidak tahu/yakin pekerjaan yang diinginkan
  • berusia 18-30 tahun
  • memiliki semangat belajar yang tinggi
  • berkomitmen untuk mengikuti proses pelatihan
  • bersedia menyediakan waktu untuk bertatap muka setiap hari Kamis (selama pelatihan) selama 2 jam di daerah Jakarta Selatan
  • memiliki akses internet
  • memiliki akun Gmail

Jika Anda memenuhi kriteria di atas, silakan kirimkan data di bawah ini via email ke alamat surel kontak@belajarbersama.com (paling lambat tanggal 30 April 2017):

  • Surat Pengantar (Cover Letter)
  • Daftar Riwayat Hidup
  • Salinan KTP
  • Portofolio (jika ada)

Kami akan mengirim email balasan sebagai tanda terima email yang Anda kirimkan. Jika Anda tidak menerima email balasan dari kami dalam waktu 1 x 24 jam silakan tinggalkan komentar di bagian bawah postingan ini supaya kami dapat memeriksanya.

Tautan Formulir Pendaftaran Pelatihan Kerja akan dikirim melalui email balasan (HANYA untuk yang mengirimkan data lengkap di atas).  Pemilihan kandidat pelatihan akan dilakukan melalui tahap wawancara yang akan dijadwalkan minggu depan (waktu dan tempat menyusul) untuk memastikan orang yang memerlukan pelatihan ini dan berkomitmen menjalani pelatihan ini yang mendapatkan manfaatnya.

Cars Project

Beberapa minggu lalu, Kiran mengerjakan proyek keduanya setelah membuat proyek Lapbook ulat sutra. Karena waktu itu Kiran sedang suka dengan ulat dan proses metamorfosisnya, saya melihat semangat di dirinya ketika mengerjakan proyek ulat sutra. Bu Septi juga waktu itu pernah berbagi cerita, ketika anak-anaknya masih kecil, beliau menanyakan APA yang anak-anaknya ingin pelajari, sehingga semangat belajarnya akan tetap terjaga sampai poyeknya selesai. Mengacu pada pengalaman beliau, maka saya mencoba menerapkannya kepada Kiran.

Sebelum memulai proyek kedua ini, Saya bertanya kepada Kiran hal apa yang ingin ia pelajari. Untuk kali ini ternyata Kiran ingin tahu lebih banyak tentang jenis-jenis mobil. Dari jawabannya, saya jadi tahu apa minat anak saya pada saat ini.

Setelah itu, kami membuat rencana untuk proyek mobilnya. Di sini, saya memperkenalkan Kiran untuk membuat rencana menggunakan model pertanyaan 5W1H. dengan model pertanyaan ini, saya ingin Kiran belajar menjabarkan dan merencanakan projeknya secara detil. Dengan membuat rencana, saya ingin Kiran mengerti bahwa dengan membuat perencanaan terlebih dahulu akan mebuat pekerjaannya lebih terarah dan diakhir proyek, akan terlihat kesulitan dan kendala yang terjadi di luar rencana sehingga untuk proyek selanjutnya akan bisa lebih matang lagi dalam membuat perencanaan. Berikut contoh jawaban 5W1H yang Kiran lakukan:

What : What cars are you going to put in your project? 6 cars (merk Kiran sebutkan)

Who : Who is going to do the project? Me and with help from bunda

When : When are you going to do it? Everyday for 4 days

Where : Where are you going to conduct you project? At home and showrooms

Why : Why do you choose this project? I choose this project because I like cars

How : How are you going to do the project?

  • Go to showroom, ask the expert some questions and ask for brochures
  • Check on the internet
  • Draw and print car pictures
  • Present it to my friends
  • Review

Keesokan harinya, sesuai dengan rencana yang Kiran buat, kami mengunjungi total tiga dealer mobil untuk mencari informasi langsung (dari ahlinya). Dalam kegiatan ini Kiran juga saya perkenalkan dengan adab mewawancarai orang lain, mulai dari menyapa, memperkenalkan nama, tujuan, dan menutup wawancara. Pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber juga merupakan pertanyaan yang berasal dari Kiran, saya tidak bantu sama sekali. Terserah saja apa yang ingin ia tanyakan. Pada tahap ini, saya melihat kekurangan Kiran ketika bertanya kepada orang lain. Hal ini tentu  menjadi bahan diskusi kami pada malam harinya. Jadi ketika mengunjungi showroom kedua dan ketiga, Kiran mulai memperlihatkan perkembangan dalam bertanya.

Karena keterbatasan waktu (rencananya Kiran hanya menuliskan 4 hari), untuk 3 merk mobil yang lain, Kiran mencari informasinya melalui internet. Dalam kegiatan ini, Kiran belajar mencari informasi lewat website, menyimpan gambar, menyalin gambar ke Microsof Word, serta mengedit gambar. Karena masih tahap perkenalan dengan komputer, maka prosesnya cukup memakan waktu. Tapi karena Kiran menikmatinya, saya juga ikutan senang melihat proses belajarnya. Untuk penggunaan komputer, saya memberikan contoh kepada Kiran bagaimana cara menggunakan komputer, setelah itu, saya biarkan ia melakukannya sendiri. Satu-satunya yang saya bantu hanya mencolokkan charger laptop dan memasukkan kertas ke dalam printer. Sisanya Kiran lakukan sendiri (meskipun lama).

Karena ini Project Based Learning, ketika membuat rencana, Kiran sudah memutuskan akan membuat lapbook untuk proyek ini. Maka setelah selesai mendapatkan semua informasi yang diperlukan, Kiran pun mulai menyusun dan menempel semua gambar ke media yang ia pilih (jilid buku bekas). Kiran menggunting, menempel, menulis, dan menyusun semua gambarnya sendiri.

Setelah semua selesai, Kiran berlatih untuk mempresentasikan proyeknya. Untuk presentasi, saya mau semua yang dijelaskan Kiran adalah murni dari pemikirannya sendiri. Jadi saya hanya memberitahu tata cara presentasi yaitu,

  • Pembuka (salam, memperkenalkan diri dan mukadimah proyek)
  • Isi (proses perjalanan membuat proyek ini)
  • Penutup (mengundang audience untuk bertanya dan menutup presentasi)

Setelah itu, keesokan harinya Kiran mempresentasikan hasilnya kepada ayahnya. Kiran terlihat bangga sekali dengan hasil karyanya.

Hari selanjutnya, kami mengulas kembali projek yang dikerjakan, dan menuliskan apa yang Kiran sudah rasa baik, hal-hal yang perlu diperbaiki untuk projek selanjutnya, dan apa yang Kiran sukai dari projek ini. Ulasan seperti ini diperlukan agar ketika mengerjakan proyek selanjutnya akan bisa lebih baik lagi.

Ketika melakukan proyek ini, Kiran bersemangat sekali. Jika anak diberikan kesempatan untuk melakukan dan mengerjakan hal yang ia suka dan memilih yang akan dikerjakan, binar di matanya menjelaskan semuanya. Ini pengalaman belajar yang saya lakukan dengan Kiran. Semoga bermanfaat.

Marbles Painting

Marbles Painting

Hari ini Kiran dan saya mencoba melukis untuk membuat projek kecil harian. Biasanya kalau diajak menggambar, Kiran suka menolak duluan. Tetapi beberapa waktu lalu saya melihat satu postingan di Pinterest, yaitu melukis dengan kelereng. Setelah saya ceritakan kepada Kiran, ternyata gayung bersambut, anaknya mau! Maka kami lakukanlah projek melukis dengan kelereng hari ini. Ternyata menyenangkan loh. Berikut adalah material yang diperlukan untuk membuat projek ini:

  1. Kelereng (kami pakai 5 buah kelereng)
  2. Kertas ukuran apa saja (kami pakai ukuran A4)
  3. Cat beberapa warna (kami pakai akrilik)
  4. Wadah untuk cat
  5. Selotip (untuk menahan kertas)
  6. Kardus (untuk menahan kelereng)

Membuatnya juga mudah, begini caranya:

  1. Masukkan cat ke wadah, satu wadah untuk satu warna cat ya
  2. Masukan satu kelereng ke setiap wadah berisi cat
  3. Letakkan kertas di dalam kardus, pastikan kertas tidak bergerak
  4. Taruh kelereng yang sudah berlumur cat ke atas kertas di kardus
  5. Goyang-goyangkan kardus hingga kelereng bergerak dan membuat goresan warna

Voila!

Hasil gambar menakjubkan muncul di atas kertas. Mudah sekali bukan? Dan sangat menyenangkan untuk anak-anak. Saking senangnya Kiran, ia sampai berinisiatif mengajak saya untuk membuat video tutorial pembuatan lukisan kelerengnya. Silakan ditonton videonya.  Semoga bermanfaat ya ☺  

Skills for Donation

Skills for Donation

(Tulisan ini sudah mendapatkan persetujuan dan dukungan dari Bapak Endri Susanto untuk ditayangkan di blog kami)

Beberapa hari yang lalu saya menerima informasi dari mbak Shirley bahwa beliau dan keluarganya hendak pergi ke Lombok dan mengunjungi Yayasan Endri (Lombok’s Forgotten Children). Supaya tidak salah mengomunikasikan keadaan anak-anak yang dibantu oleh yayasan tersebut silakan kunjungi langsung situs webnya dengan mengeklik link di atas. Saya sudah mengontak Endri Susanto (pendiri yayasan) dan meminta informasi mengenai kebutuhan yayasan tersebut dalam membantu anak-anak di sana. Anda pun dapat mengunjungi akun Facebook Yayasan Endri di sini. Mohon pelajari informasi yang tercantum di situs web dan akun Facebook tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Mengapa kami ingin membantu?

Kami menilai apa yang dilakukan oleh Yayasan Endri dapat dipertanggungjawabkan. Kami hanya merespons hati kecil kami. Apa yang Endri dan teman-temannya lakukan di Facebook untuk berjuang membantu anak-anak di Lombok yang membutuhkan keberadaan mereka membuat kami merenungi fasilitas dan kemampuan yang kami miliki. Setelah mengunjungi website Yayasan Endri, kami berpikir keras mencari cara untuk berkontribusi. Kondisi keuangan kami belum mampu membantu anak-anak di sana secara berkesinambungan. Akhirnya terpikir untuk menawarkan kemampuan kami yang dapat bermanfaat bagi yang membutuhkannya dan di saat yang bersamaan mengajak orang tersebut untuk berbuat baik.

Begini ilustrasinya. Kami akan menginvestasikan waktu kami dan menyediakan jasa baik untuk perseorangan, institusi atau perusahaan terkait keahlian yang kami miliki. Kemudian pihak tersebut membayar kami atas jasa yang kami berikan. Bayaran yang seharusnya kami terima dapat ditransfer langsung kepada Yayasan Endri. Mudah bukan? Anda mendapatkan layanan seperti yang Anda harapkan sekaligus membantu anak-anak yang membutuhkan. Kami pun dapat menyalurkan hal-hal yang kami senangi dan dapat turut serta berbuat baik.

Kami sangat tertarik dengan pendidikan dan teknologi dan selalu berusaha menggabungkan keduanya baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pekerjaan. Saat ini saya memiliki lembaga bahasa yang masih berkembang dan telah berdiri selama 10 tahun. Saya terlibat secara langsung dalam pengelolaan sumber daya manusia, divisi penelitian dan pengembangan bahasa, maupun operasional usaha (sistem dan keuangan). Nuni telah mengajar di sekolah formal untuk 10 tahun dan menjadi wali kelas selama menjalani profesinya sebagai guru di sekolah dwibahasa di Jakarta Selatan Jika ada yang bisa kami lakukan atau bagikan untuk membantu Anda, kami akan dengan senang hati membantu Anda. Silakan hubungi kami melalui email atau nomor yang tercantum di bagian atas situs web ini.

Berikut adalah jasa yang dapat kami tawarkan (portfolio dari setiap layanan menyusul):

Pendidikan

  • Memberikan les privat (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia) baik secara tatap muka mau pun online (Ketersediaan waktu berdasarkan kesepakatan bersama)
  • Mengajar atau melatih pengajar (sudah 10 tahun menjalani karir sebagai teacher trainer) dapat dilakukan secara tatap muka atau secara online
  • Membuat company profile, blog atau usaha online berbasis WordPress.com, WordPress.org, Blogger, Weebly, Google Site, atau Wix
  • Membuat materi pelajaran untuk kurikulum pembelajaran bahasa Inggris dan bahasa Indonesia
  • Membuat Online Quiz
  • Membuat video pembelajaran (tutorial)

Bisnis

  • Membuat logo untuk usaha
  • Membuat video animasi untuk promosi usaha
  • Mengedit poster, foto dan video untuk promosi usaha di media sosial seperti Facebook dan Instagram
  • Membantu mengajari Facebook Grup dan Facebook FanPage untuk bisnis online
  • Mengubah sistem kerja manual dengan sistem komputerisasi menggunakan Google untuk efisiensi pekerjaan untuk bisnis kecil dan menengah
  • Mengolah presentasi yang menarik (Powerpoint, video, Prezi). Bahan presentasi disediakan oleh klien
  • Membuat kalender pegawai yang terintegrasi menggunakan Google Calendar
  • Membuat sistem penjadwalan pegawai secara online menggunakan Google Calendar
  • Konsultasi perekrutan tenaga kerja

Teknologi

  • Mahir mengoperasikan Microsoft Office
  • Mahir mengoperasikan produk-produk Google
  • Memaksimalkan penggunaan gawai untuk pekerjaan
  • Memaksimalkan gawai untuk pendidikan anak

 

Apa yang diperlukan oleh Yayasan Endri?

  • 200 kursi roda dewasa
  • 1.000 buah tongkat ketiak dan tongkat stroke
  • Biaya operasional yayasan 10 juta setiap bulan
  • Biaya pengiriman pasien ke Bali, Jakarta dan Surabaya termasuk biaya kos dan makan sekitar 50 juta perbulan

Terlihat banyak bukan keperluan mereka? Bayangkan beban yang harus mereka tanggung jika kita tidak mengulurkan tangan membantu mereka. Semoga Endri dan timnya selalu diberikan kesehatan sehingga bisa tetap memberikan pelayanan bagi orang-orang yang membutuhkan mereka.