Cooking Project . . . and Much More . . .

Hari selasa ini tanpa direncanakan ternyata banyak kegiatan yang kami lakukan bersama. Bahkan dimulai dari jam 8 pagi. Dan ini dimulai dengan kegiatan untuk para orangtua, latihan kungfu . . .

Olah Raga

Karena ada permintaan dari teman-teman akhirnya saya mencoba memberikan latihan kungfu. Belum bisa disebut latihan sih… lebih tepatnya olahraga beladiri kungfu.¬† Untuk hari pertama ini pesertanya baru 4 orang. Lumayanlah, mudah-mudahan minggu depan bertambah. Sayangnya Bibi Anita belum bisa bergabung karena masih flu, dan Bibi Yulia masih repot dengan Angkasa dan sayur asemnya . . .

Sementara para orangtua berjuang mengatasi badannya yang kaku, anak-anak bermain sendiri di dalam rumah. Kecuali Maji, yang senang sekali bergabung dengan kami. Bahkan karena terlalu dekat akibatnya kena sikut ibunya sendiri ūüôā

Semangat ya paman dan bibi, minggu depan kita latihan lagi supaya badan tambah kuat dan sehat. Kita perlu energi banyak untuk menangani anak-anak .

Setelah beristirahat sejenak, dan mandi tentunya, kami memulai cooking project. Hari ini anak-anak membuat piza . . . mudah sekali membuat piza. Base yang dipakai ada 2 macam, roti piza yang sudah jadi, dan kulit tortilla. Keduanya bisa dibeli di supermarket, sudah matang dan aman dimakan langsung. Kulit tortilla lebih enak karena tipis jadi toppingnya lebih terasa.

Untuk toppingnya kami sediakan saos tomat sebagai dasar, dan beraneka macam topping seperti: sosis, bawang bombay, paprika, nanas, ditutup dengan keju cheddar dan mozarella tentunya. Selain topping yang rasanya gurih, disediakan juga topping yang manis. Seperti strawberry jam, peanut butter, dan coklat tabur.

Anak-anak belajar banyak dalam kegiatan ini. Mereka belajar untuk menyimak dan mendengarkan, belajar mengikuti instruksi yang diberikan, belajar berhitung ketika memarut keju, dan belajar menanti giliran.

Setelah semua bahan topping dipotong, sekarang waktunya anak-anak berkreasi di atas piza mereka. Dan . . . topping favorit semua anak adalah sosis dan keju. Itu berarti masih banyak topping yang lain untuk piza para orangtua. Untuk memanggang piza pun tidak terlalu lama. beberapa menit saja di oven sudah siap makan. Ini karena roti piza yang dipakai sudah matang. Jadi tinggal melelehkan kejunya saja supaya terlihat menarik. Sekarang waktunya makan . . . semua terlihat enak. Great job kids! mari nikmati piza kreasi kita sendiri. Kalau kurang nanti kita buat lagi di rumah ya.

Setelah pesta piza, kegiatan diteruskan dengan makan siang. Yes. Makan siang dengan lauk sayur asem, ikan asin, ikan goreng, tempe dan tahu, tak ketinggalan sambel. Memang para orangtua ini perutnya dobel sepertinya.

Sambil menikmati makan siang kami menonton film The Beginning Of Life. Sebuah film dokumenter di 9 negara tentang proses perkembangan bayi dan anak usia dini. Film yang sangat bagus untuk belajar parenting. Mengingatkan kembali betapa berharganya seorang anak dan betapa pentingnya peran kita sebagai ayah dan ibu.

Selama para orangtua menonton, anak-anak sibuk bermain di luar. Dan seperti biasa terjadi beberapa insiden kecil di antara mereka, yang biasanya bisa mereka selesaikan sendiri tanpa campur tangan orangtua. Tapi kali ini ada insiden yang cukup besar dampak kerusakannya. Ahsan dan Kiran rupanya bereksperimen apa yang terjadi kalau barbel seberat 2 kg dijatuhkan di atas mainan pesawat Alma yang terbuat dari plastik. Dan hasilnya mainan pesawat itu hancur. Di sini Paman Ian mengambil inisiatif sebagai mediator. Ahsan dan Kiran meminta maaf kepada Alma. Dan setelah berdiskusi disepakati kalau mereka akan mengganti mainan pesawat tersebut dengan mainan yang serupa. Dan mereka harus menggantinya dengan uang mereka sendiri. Ini akan menjadi project Ahsan dan Kiran selama 1 minggu ke depan. Bagaimana mereka berusaha mendapatkan uang dengan usaha mereka sendiri untuk mengganti mainan Alma yang rusak? Dan bagaimana mereka berusaha mencari mainan yang serupa, bahkan pergi bersama-sama untuk membelinya. Tentu saja didampingi orangtua.

Korban Eksperiment Ahsan dan Akhtar

Kita nantikan cerita perjalanan Ahsan dan Kiran minggu depan.

Leave a Reply

Required fields are marked*