Keselamatan di Jalan Raya

Kali ini saya ingin membagikan pengalaman bersama Kiran di jalan raya beberapa hari yang lalu. Membawa anak di jalan raya memiliki risiko yang sangat tinggi, khususnya bagi yang membawa balita. Keinginan bermain mereka yang sangat tinggi menyulitkan kita sebagai orangtua untuk bisa mengingatkan mereka untuk fokus dan berhati-hati di jalan raya.

Pada hari itu saya mengajak Kiran pergi ke sebuah percetakan untuk urusan pekerjaan. Singkat cerita setelah saya menyelesaikan urusan di sana, kami berjalan kaki menuju sebuah tempat yang terletak 2 gedung di sebelah percetakan untuk makan siang. Saat itu kami harus berjalan kaki di trotoar yang kondisinya sangat buruk dan tidak layak disebut sebagai trotoar. Setelah berjuang menghindari begitu banyak lubang di trotoar dan sekian banyak bunyi klakson yang ditujukan kepada kami, akhirnya kami tiba di lokasi.

Selama perjalanan saya memegang tangan Kiran untuk memastikan keamanannya. Ketika kami hendak menyebrang jalan di depan area lobi gedung, Kiran melepaskan tangan saya dan berlari dengan cepat mengejar sesuatu di atas aspal sehingga saya tidak bisa menjangkaunya. Melihat kendaraan yang melaju ke arah Kiran, saya memanggil Kiran dengan lantang dan langkahnya pun langsung terhenti karena terkaget mendengar suara saya.

Untung saja kendaraan tersebut pun melambatkan lajunya dan syukurlah tidak ada kejadian apa-apa. Ternyata ketika saya tanyakan kepada Kiran, dia bilang mau mengambil mainannya yang terjatuh dan menggelinding di atas jalan.

Pada saat makan siang, saya mencoba menyampaikan pesan bahwa apa yang dilakukannya sangat berbahaya dan dia harus selalu memerhatikan situasi di sekitarnya demi keselamatan dirinya. Akhirnya setelah berdiskusi mengenai keselamatan diri di jalan raya, berikut kesepakatan yang kami buat bersama :

  • Keselamatan diri adalah yang paling penting bukan barang.
  • Selalu mendengarkan ketika diingatkan.
  • Selalu berpegangan tangan ketika berjalan di jalan raya.
  • Jika menjatuhkan sesuatu jangan langsung mengambilnya. Lihat sekeliling dan pastikan tidak ada kendaraan.¬† Minta bantuan jika diperlukan dan jangan melakukan apa pun ketika ada kendaraan mendekati benda yang terjatuh.

Sebetulnya mungkin banyak hal yang bisa dibicarakan sebagai aturan ketika berada di jalan raya. Tetapi berdasarkan kejadian tersebut, poin-poin di atas adalah kesepakatan yang kami buat bersama dengan harapan bisa lebih memudahkan kami (saya dan istri) untuk mengingatkan Kiran ketika berada di jalan raya.

Semoga kiriman ini bisa menjadi pengingat untuk kita semua untuk tidak lengah ketika berada di jalan raya bersama anak. Memberikan pengertian kepada anak dengan cara yang mudah dipahami bisa meringankan tugas kita ketika bersama anak-anak di jalan raya.

Posted by Rahdian Saepuloh

Rahdian yang biasa dipanggil Ian adalah seorang swadidik. Kegiatannya saat ini mengelola Language Studies Indonesia, lembaga pendidikan Bahasa Indonesia untuk penutur asing di Jakarta dan menikmati keseharian bersama anak lelakinya yang sedang menjalani pendidikan rumah. Selain itu Ian sangat tertarik dengan teknologi dan perkembangannya.

Lembaga yang dipimpinnya telah mendapatkan penghargaan dari dalam negeri dan luar negeri sejak 2014 sebagai The Best Education Program of The Year serta pengalamannya di dunia bisnis sejak tahun 2007 telah membuat membuat dirinya dijadikan konsultan bisnis untuk membantu beberapa perusahaan startup nasional memulai bisnisnya.

Leave a Reply

Required fields are marked*