Kiran Belajar Mengendarai Sepeda

Beberapa minggu terakhir Kiran sedang bersemangat untuk naik sepeda. Padahal sepeda kuning roda 4 yang dia punya sekarang kami belikan tahun lalu. Tapi kalau memang anaknya belum siap ya dimotivasi seperti apapun hasilnya itu sepeda terparkir saja di rumah. Ayahnya yang terlalu bersemangat membelikan sepeda sepertinya.

Minggu lalu, tiba-tiba saja Kiran mengajak ayahnya untuk belajar sepeda. Ayahnya lalu mencopot roda kecil di ban belakang sepeda Kiran. Awalnya Kiran menolak untuk kedua roda kecilnya dilepas, tapi ternyata mau juga anaknya.

Belajar hari pertama, Kiran dan ayahnya pergi ke lapangan bola dekat Rindam Jaya. Karena belinya tahun lalu, jadi kaki Kiran sudah bisa dijejakkan ke tanah kalau dia mau jatuh. Selama belajar di lapangan, total jatuh sekali dan nangis hanya sekali ­čÖé . Untung semangatnya tidak┬ákendur. Koordinasi antara tangan, kaki dan keseimbangan badannya sepertinya sudah siap.

Keesokan harinya, Kiran dengan bangganya pamer kalau dia sudah bisa naik sepeda ke kakek dan neneknya. Memang, belajar itu lebih mudah dan cepat kalau si anak sudah siap.

Posted by Nuni

<p>Ibu satu anak yang telah mengajar di sekolah formal semenjak kuliah dan meninggalkan Sekolah HighScope Indonesia setelah 9 tahun mengajar di sana kemudian memutuskan untuk bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya secara langsung dan menjadi seorang ibu profesional.</p>

Leave a Reply

Required fields are marked*