Kurikulum Matematika Kelas 1 SD

 

Tulisan ini saya buat untuk para homeschooler dan orang tua yang ingin mengajarkan sendiri  pelajaran Matematika untuk anak di rumah. Saya mengajar di sekolah swasta selama 9 tahun dan hampir setiap tahun menyiapkan kurikulum pelajaran untuk murid-murid yang saya ajar bersama para kolega saya. Setelah melihat kurnas pelajaran sekolah dasar negeri, saya dan Ian melihat kurnas tersebut sebenarnya dapat digunakan oleh orang tua di rumah. Kurnas ini kami dapatkan dari internet. Penjabarannya cukup mudah dimengerti dan bahan ajarnya pun bisa dengan sangat mudah didapatkan dari mana saja, tergantung kebutuhan anak.

Namun, karena keterbatasan waktu dan kurangnya konsistensi dari saya (hehe), kurikulum yang saya bagikan ini baru pelajaran Matematika untuk kelas 1. Untuk kelas 2 dan selanjutnya akan saya unggah segera setelah selesai. Silakan unduh filenya di sini.

Bagaimana cara membacanya? Jadi begini, ada 3 komponen di kurikulum tersebut,yaitu:

  1. Kompetensi Dasar (KD) :KD adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik (dalam hal ini anak sendiri ya)
  2. Topik : Topik adalah materi yang akan diajarkan kepada peserta didik
  3. Kegiatan Belajar (KB) :Langkah-langkah pembelajaran agar peserta didik bisa menguasai KD (dapat dilakukan oleh siapa saja yang bertanggung jawab atas pendidikan anaknya, misalnya, orang tua, guru les, anggota keluarga lainnya, dan lain-lain)

Untuk lebih mudahnya silakan lihat screenshot berikut ini:

Untuk KD pertama, anak diharapkan bisa Menjelaskan makna bilangan cacah sampai dengan 99 sebagai banyak anggota suatu kumpulan objek. Membingungkankah? Kalau iya, tidak perlu dibaca ulang, langsung saja ke kegiatan belajarnya. Jadi kegiatan belajarlah yang menjadi kunci tercapainya KD tersebut. Ada 5 kegiatan yang bisa dilakukan bersama dengan anak di rumah (silakan buka kurikulum halaman pertama). Dan kegiatan tersebut bisa dilakukan per kotak atau digabung dengan kotak yang lain. Contohnya:

Nah, mudahkan? Jika sekiranya anak sudah mengerti, berikan checklist pada kolom yang tersedia. Jika belum, anda bisa melanjutkan ke KB yang lain, atau mengganti cara yang lain agar anak anda mengerti. Ingat, banyak jalan menuju Roma 😊. Dari pengalaman saya mengajar kelas 1, bermain games sambil mengajar adalah cara yang terbaik, karena tidak hanya anak akan menyukai materi yang diajarkan, mereka juga lebih mengerti. Jadi selamat belajar ya.

Posted by Nuni

<p>Ibu satu anak yang telah mengajar di sekolah formal semenjak kuliah dan meninggalkan Sekolah HighScope Indonesia setelah 9 tahun mengajar di sana kemudian memutuskan untuk bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya secara langsung dan menjadi seorang ibu profesional.</p>

4 Comments

Leave a Reply

Required fields are marked*