Reading Time: 2 minutes

Sewaktu masih berprofesi sebagai guru, saya didapuk untuk mengajar mata pelajaran Matematika untuk rentang kelas taman kanak-kanak sampai kelas 5 SD. Oleh karena itu, ketika Kiran memulai homeschoolingnya, pelajaran matematika menjadi hal yang rutin kami lakukan setiap hari. berdasarkan pengalaman mengajar, anak seusia Kiran masih harus menggunakan benda nyata ketika belajar matematika dan menggunakan permainan untuk menstimulus perkembangan kognitifnya. Kiran belajar menghitung dari permainan ular tangga, belajar membandingkan angka dari kartu remi dan belajar puluhan dan satuan dari stik es krim. Saya pun menggunakan kurikulum nasional sebagai panduan saya untuk mengajar Kiran.

Semenjak menggunakan kurikulum AO, di awal saya masih menggunakan KurNas. Tetapi atas rekomendasi Mba Ellen, ternyata ada kurikulum matematika dari Inggris bernama Math Enhancement Program (MEP) yang bisa diunduh langsung , lengkap dengan lesson plan, dan alat pengajaran secara cuma-cuma. Kurikulumnya lengkap dan pengajarannya sistematis. Karena metode CM mengusung paham ‘Start Small’, setiap hari Kiran hanya mengerjakan satu lembar kerja dan Kiran selesaikan dalam waktu 5 sampai 10 menit saja. Soal-soal di MEP ini juga mengasah logika anak karena banyak open ended question, misalnya anak diminta untuk membuat kemungkinan warna sebanyak-banyaknya dari 3 buah warna pada sebuah kapal yang terbentuk dari 3 bangun 2 dimensi yang berbeda dan tidak boleh menggunakan pola warna yang sama untuk gambar berikutnya. Untuk saya, kekurangan MEP ini adalah materinya paper pencil sekali. Oleh karena itu sesekali saya selingi dengan permainan yang masih berhubungan dengan materi yang sedang diajarkan.

Ketika ujian, saya berikan Kiran beberapa soal dari MEP yang pernah ia kerjakan. Ternyata tidak lebih dari 10 menit mengerjakannya. Sebenarnya bisa 5 menit sih, tapi karena harus membaca instruksi dan mengerjakan sendiri tanpa bantuan, akhirnya ia butuh waktu lebih lama. Hasilnya? Kiran bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.

Sebenarnya Kiran sudah mengenal bilangan angka sampai ribuan, tetapi di kurikulum MEP ini, di tahun pertama (7 tahun), pelajaran dimulai dari angka 1. Tetapi karena Kiran tidak ada masalah mengulang kembali dan kurikulum ini benar-benar ‘Start Small’, kami masih akan terus menggunakan MEP ini, karena ‘Learning is a Journey, not a Race’. Tidak ada hal yang ‘terlalu mudah’ dalam melatih logika.