Menjadi Manager di Rumah Sendiri

Di rumah kami tidak ada asisten rumah tangga yang membantu pekerjaan rumah. Jadi semua pekerjaan rumah tangga kami kerjakan bersama-sama, mulai dari mencuci baju sampai membersihkan kamar mandi. Semua menjadi tanggung jawab anggota keluarga kami. Semenjak Kiran berusia 4 tahun, saya dan suami sudah memperkenalkan house chores kepada Kiran. Berhubung Kiran masih piyik, jenis house choresnya juga hanya sedikit saja. Kami menyebutnya 4 simple steps.

Berhubung Kiran sudah 6 tahun sekarang, saya dan ayahnya Kiran sepakat untuk menambahkan 2 tanggung jawab lagi ke Kiran yaitu membersihkan halaman depan dan menyortir pakaian yang sudah digosok. Supaya adil, saya, suami dan adik ipar yang tinggal bersama, mempunyai tugas yang harus dikerjakan setiap hari bersama-sama di pagi hari. Untuk setiap orang yang bertugas melakukan satu pekerjaan rumah tangga, dengan memegang posisi sebagai Manager. Misalnya Kiran bertugas membersihkan halaman depan, termasuk memastikan sandal dan sepatu berada pada tempatnya. Kiran juga berhak menegur saya atau ayahnya kalau lupa membereskan alas kaki ke atas rak sepatu. Sebutan Kiran adalah Porch Manager. Karena saya yang mencuci baju, maka sebutan saya adalah Laundry Manager. Saya berhak menegur orang rumah yang sembarangan menaruh baju kotor sembarangan. Manager juga bisa meminta bantuan dari anggota keluarga yang lain, jadi Kiran juga belajar untuk membantu pekerjaan orang lain.

Ide manager ini terinspirasi dari Pak Dodik dan Ibu Septi, ketika suami saya mengikuti kegiatan Homeschooling for Facilitator di Salatiga. Pak Dodik dan Ibu Septi membagikan rahasia keberhasilan mereka mendidik ketiga anak mereka yaitu salah satunya dengan jabatan Manager ini. Dengan memiliki “jabatan”, anak akan lebih senang menjalankan tanggung jawab mereka di rumah karena pada saat itulah mereka bisa memerintah ayah, ibu, kakak dan adik mereka untuk membantu melaksanakan tugasnya hehehe. Hatur nuhun buat Pak Dodik dan Ibu Septi untuk inspirasinya.

Daftar pekerjaan rumah masing-masing kami tulis di papan dan menggunakan checklist. Jadi siapapun yang sudah mengerjakan tugasnya bisa mencontreng di papan. Setelah pekerjaan “wajib” selesai, baru deh kami memulai kegiatan yang lain. Titel Manager ini berlaku sesuai kesepakatan bersama. Durasinya juga sesuai hasil musyawarah bersama, bisa satu minggu, satu bulan bahkan labih lama. Kalau di rumah, titel ini berlaku satu bulan. Sehabis itu, titel Manager bisa berpindah ke orang lain sesuai dengan pekerjaan rumah yang dikerjakan dan disepakati bersama.

Terkadang kami masih harus terus mengingatkan Kiran untuk konsisten mengerjakan pekerjaan rumahnya, begitupun mengingatkan diri kami sendiri untuk beristiqomah memberikan contoh tauladan yang baik untuk Kiran. Jika Kiran masih belum bisa melakukan tugasnya tanpa harus diingatkan, berarti PR saya dan suami masih berlanjut.

Posted by Nuni

Ibu satu anak yang telah mengajar di sekolah formal semenjak kuliah dan meninggalkan Sekolah HighScope Indonesia setelah 9 tahun mengajar di sana kemudian memutuskan untuk bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya secara langsung dan menjadi seorang ibu profesional.

Leave a Reply

Required fields are marked*