Membangun Keteraturan Melalui Pertemuan Pagi

Kali ini saya ingin berbagi tentang Pertemuan Pagi yang sudah kami lakukan selama seminggu dan sangat bermanfaat untuk membangun keteraturan dalam kesehariannya. Ide ini saya modifikasi dari pengalaman saya mengajar di sebuah sekolah beberapa tahun lalu. Dalam pertemuan pagi ini kami melakukan tiga hal, yaitu, menyanyikan lagu nasional, berbagi cerita, dan berencana. Kegiatan ini kami lakukan setelah Kiran menyelesaikan tanggung jawabnya setiap harinya.

Mengapa menyanyi? Saat ini Kiran senang sekali menyanyi. Setiap kali dia bermain dia selalu bersenandung ria. Sayangnya saya mencampur lagu anak-anak dan lagu dewasa di dalam sebuah media penyimpanan untuk didengarkan di dalam mobil. Jadi Kiran pun sering menyanyikan lagu-lagu dewasa yang tidak tepat untuk usianya saat ini. Target saya adalah Kiran bisa menyanyikan satu lagu (nasional atau anak-anak) setiap minggunya.

Di sesi berbagi cerita, kami saling berbagi satu sama lain tentang banyak hal, mulai dari mainan kesukaannya, menyampaikan perasaan, mengulas kegiatan yang dilakukan sehari sebelumnya sampai masalah perilaku tidak baik yang dilakukannya. Di sini saya bisa menyisipkan hal yang saya anggap penting untuk dibahas, khususnya masalah perilaku atau kedisiplinan dengan bentuk diskusi sehingga menghindarkan saya untuk berceramah.

Selain itu di dalam sesi berbagi ini saya bisa mengevaluasi kemampuan berbahasa Kiran. saat ini evaluasi yang saya lakukan sangat sederhana saya menyimak apakah Kiran mampu menyampaikan isi pikirannya dengan baik dan terstruktur ketika dirinya sedang bercerita.

Di sesi ini, selain belajar tentang pentingnya bergiliran untuk berbicara, banyak hal lainnya yang bisa kita eksplorasi selama kegiatan ini berlangsung.

Bagian ketiga dari pertemuan pagi kami adalah berencana. Kami membahas rencana kegiatan pada hari tersebut. Perencanaan pun kami lakukan dengan sederhana hanya berfokus pada urutan kejadian. Misalnya, “Hari ini kita akan pergi ke lokasi A kemudian setelah itu pergi ke lokasi B dan makan siang di sana.”

Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan supaya kegiatan ini bisa berlangsung lancar dan menyenangkan:

  • Lakukan dengan suka cita, jangan terjebak dengan label pertemuan pagi itu sendiri. Silakan berikan nama lain yang lebih bisa diterima oleh anak-anak sehingga bisa menghilangkan kekakuan dalam melakukannya.
  • Urutan kegiatan seharusnya tidak menjadi masalah jika setiap hari si anak memilih untuk membuat urutan yang berbeda. Kita tanggapi keinginan anak sebagai sebuah inisiatif supaya terbiasa menyampaikan keinginannya dan melatih anak untuk bisa memimpin sebuah pertemuan.
  • Biarkan kegiatan tersebut mengalir. Ada kalanya pertemuan berlangsung selama setengah jam tidak jarang juga pertemuan diselesaikan hanya dalam waktu 10 menit. Kuncinya adalah kebiasaan yang dilakukan setiap hari, bukan durasi. Saya tidak menyarankan membuat target waktu karena khawatir kegiatan tersebut akan menjadi kaku dan menjadi tidak menyenangkan lagi bagi anak karena terlalu mengkhawatirkan masalah waktu.
  • Yang paling penting adalah suasananya harus santai dan menyenangkan. Jangan terkesan seperti memindahkan suasana kelas ke dalam rumah.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Posted by Rahdian Saepuloh

Rahdian yang biasa dipanggil Ian adalah seorang swadidik. Kegiatannya saat ini mengelola Language Studies Indonesia, lembaga pendidikan Bahasa Indonesia untuk penutur asing di Jakarta dan menikmati keseharian bersama anak lelakinya yang sedang menjalani pendidikan rumah. Selain itu Ian sangat tertarik dengan teknologi dan perkembangannya.

Lembaga yang dipimpinnya telah mendapatkan penghargaan dari dalam negeri dan luar negeri sejak 2014 sebagai The Best Education Program of The Year serta pengalamannya di dunia bisnis sejak tahun 2007 telah membuat membuat dirinya dijadikan konsultan bisnis untuk membantu beberapa perusahaan startup nasional memulai bisnisnya.

Leave a Reply

Required fields are marked*