Proyek Kolaborasi Pertama

Berawal dari obrolan seru dikelilingi makanan tiba-tiba menyerempet pada hal yang lebih serius, proyek untuk anak-anak. Diskusi pun terjadi dengan cukup serius, mulai dari model proyek, tema proyek dan hal-hal lainnya mengenai proyek yang sebetulnya belum bisa kami bayangkan pada saat itu. Ide-ide pun keluar satu persatu dari setiap orangtua dan akhirnya kami bersepakat untuk memulai dari sesuatu yang kecil dahulu yang sering terjadi ketika kami semua berkumpul.

Seminggu kemudian kami pun mulai mengajak anak-anak untuk berdiskusi mengenai masalah yang sering terjadi setiap kali berkegiatan dan mencari solusinya bersama. Berikut ini hasil diskusi orangtua bersama anak-anak mengenai masalah yang sering terjadi ketika berkegiatan bersama. Mengingat jumlah anak yang hadir adalah 9 orang, kami membuat kelompok yang terdiri dari 2 anak untuk mendiskusikan setiap masalah yang ada. Penentuan kelompok dan masalah yang akan dibahas dilakukan dengan cara pengundian.

  • Alma dan Ahsan

Membahas cara bermain yang nyaman untuk mengatasi teman yang usil atau iseng yang mengakibatkan temannya merasa tidak nyaman dan terganggu.

  • Rava dan Akhtar

Membahas cara bermain bersama tanpa meninggalkan temannya yang lain. Usia snak-anak kami bervariasi mulai dari 3 sampai 10 tahun dan anak yang paling kecil biasanya jarang sekali diajak bermain dan cenderung dikucilkan oleh anak-anak yang lebih besar.

  • Kiran, Shawqi dan Syifa

Membahas cara bermain bergiliran. Masalah ini seringkali terjadi ketika anak-anak berebut sesuatu dan tidak ada yang mau mengalah, misalnya bermain ayunan.

  • Rendra dan Adiva

Membahas cara mendengarkan ketika ada orang yang sedang berbicara. Setiap berkegiatan, kami mengadakan pertemuan pagi di mana anak-anak bisa bercerita tentang hal berkesan yang mereka lakukan seminggu sebelumnya. Namun anak-anak belum bisa mengontrol dirinya dengan baik karena seringkali mereka sibuk berbicara satu sama lain ketika ada temannya yang sedang berbicara di depan mereka.

Setiap kelompok anak di atas diberikan waktu selama satu minggu untuk berdiskusi jarak jauh menggunakan aplikasi Google Hangouts untuk mencari solusi dari setiap masalah dan mempresentasikannya di depan teman-temannya. Kiran sudah terbiasa menggunakan aplikasi ini bersama saya untuk menghubungi saya di malam hari ketika saya harus kerja larut dan Kiran ingin mengucapkan selamat malam kepada saya.

Lain cerita untuk teman-temannya yang lain. Ini adalah pengalaman pertama kali mereka menggunakan aplikasi Google Hangouts dan ternyata menjadi momen yang sangat berharga bagi tiap keluarga melihat tingkah anaknya masing-masing ketika melakukan video call dengan temannya. Mulai dari yang bingung, bengong, teriak-teriak,  sampai yang jingkrak-jingkrakan.

Ternyata melakukan video call ini menjadi kegiatan rutin beberapa anak untuk menyapa teman-temannya. Sungguh terasa manfaat teknologi yang semakin membantu dari hari ke hari. Kita bisa melakukan apa saja di mana saja hanya dengan sebuah ponsel pintar murah dan koneksi internet.

Bagaimana hasil diskusi anak-anak? Saya pun penasaran melihat hasilnya.

Posted by Rahdian Saepuloh

Rahdian yang biasa dipanggil Ian adalah seorang swadidik. Kegiatannya saat ini mengelola Language Studies Indonesia, lembaga pendidikan Bahasa Indonesia untuk penutur asing di Jakarta dan menikmati keseharian bersama anak lelakinya yang sedang menjalani pendidikan rumah. Selain itu Ian sangat tertarik dengan teknologi dan perkembangannya.

Lembaga yang dipimpinnya telah mendapatkan penghargaan dari dalam negeri dan luar negeri sejak 2014 sebagai The Best Education Program of The Year serta pengalamannya di dunia bisnis sejak tahun 2007 telah membuat membuat dirinya dijadikan konsultan bisnis untuk membantu beberapa perusahaan startup nasional memulai bisnisnya.

2 Comments

  1. Bravo Rahdian. They children looked happy with what they did, I believe. We could see the benefit of the internet, gadget, etc. It seems to me that you emphasize them only to communicate orally, right? Is there any follow up from what they did?

Leave a Reply

Required fields are marked*