Mengenal Metode Charlotte Mason

Mengenal Metode Charlotte Mason

Reading Time: 3 minutes

Kamis, 14 September kami mengadakan kegiatan berbagi tentang metode Charlotte Mason. Kegiatan berbagi ini didorong oleh permintaan banyak teman sepulangnya kami menghadiri Temu Raya Praktisi Charlotte Mason (CM) Indonesia selama 4 hari mulai dari 31 Agustus sampai 3 September di Kopeng, Salatiga.

Kegiatan berbagi ini diisi oleh Ayu Primadini dan Priska Akwila Sabrina Widianto yang telah menjalani metode Charlotte Mason selama beberapa tahun, saya sendiri berperan sebagai moderator. Kami tidak mengira banyak orang yang tertarik untuk mempelajari metode Charlotte Mason yang seringkali dihakimi kaku dan sulit karena filosofi dan prinsip-prinsipnya. Dari 35 orang yang mengonfirmasi kedatangannya melalui Facebook Event yang kami buat, ternyata pada hari H terdapat 59 orang yang hadir bahkan 2 di antaranya sengaja datang dari Sumatera dan Lombok demi acara yang kami adakan di rumah salah satu teman kami, Nada Arini di daerah Jagakarsa. (more…)

Armpitizing

Reading Time: 1 minute

Lagi bermain gulat dengan Kiran:

(Kiran kena piting)

Kiran: Bundaa, stop, stop . . . (sambil ketawa) you are armpitizing me . . .

Bunda: What? Armpitizing?

Kiran: You are armpitizing me, like you just did, covering my face with armpit . . . just like bottomizing and fartinizing . . .

When present continuous tense gone wrong..

Kalender Kereta Api

Reading Time: 1 minute

Tadi siang sewaktu berkunjung ke PT. KAI di Cikini, Kiran mendapatkan suvenir berupa kalender, tabloid dan botol minum. Setelah itu kami pergi ke sebuah mal di daerah Jakarta Selatan karena Kiran mengikuti beberapa kelas olahraga di sana.

Setelah selesai berkegiatan dalam perjalanan keluar mal . . .

Bunda: Kiran, the calendar and the tabloid are heavy. Can I give it to someone else? We already have a calendar at home.

Kiran: Bunda, do you want me to give your phone to someone else?

Bunda: No. Of course not.

Kiran: Well, me too. That is mine. I want to keep it

Ketika pertanyaan dibalas dengan pertanyaan. Sepertinya saya keseringan menjawab Kiran dengan “What do you think?”

Hanya 6 Kilometer

Reading Time: 1 minute

Setelah selesai melakukan wawancara di kantor PT. KAI di Cikini . . .

Kiran: Bun, I want to ride train to Kota Kasablanka.

Bunda: But we only have 20 minutes left before your tennis class. I think we better take Gojek, it’s very close from here, only 6 kilos.

~Gojeknya sampai~

Kiran: Bun, aku duduk di depan drivernya ya.

Bunda: Jangan ah Ki, jauh soalnya.

Kiran: Tadi kata Bunda deket, only 6 kilos, sekarang bilangnya jauh, gimana sik . . . wishy washy nih bunda . . . (sambil ngelirik ngeledek)

Bunda: Hehe, ternyata jauh juga ya . . . maaf ya, bunda tadi belum lihat peta Ki.. (ngeles dotkom)

Moral lesson: mulutmu harimaumu.. ??

T Vs D

Reading Time: 1 minute

Pagi ini merasakan debat kusir sama Kiran ketika reading time. Mendebatkan bunyi kata “Walked” dan “Talked“..

Bunda: Ki, you read this word (walked) WALKT, with ending T sound. And so is the word talk, it ends with T, so it becomes TALKT.

Kiran: Bunda, I don’t see the T on the word, so it should be walked, ends with -ED, not with T . . . this one (talked) is also ED not with T.

Bunda: How do you know that? Why do you think it is pronounced that way?

Kiran: Because I know it bunda, English is my first language, so I know it. (tsaaahh, gaya bangeett)

Bunda: Well, I think we should check with Uncle Dez, we can ask which one is the correct pronunciation.

Kiran: Okay, we can check it on the internet too.

Mungkin untuk orang lain Kiran seperti ngeyel kalau di kasih tahu. Tapi buat saya, ini kemajuan, karena dia bisa mempertahankan pendapatnya memberikan argumen sesuai pengetahuannya sekarang dan jawabannya tidak terpengaruh pendapat saya.