Proyek Mengumpulkan Dana untuk Berdonasi Buku

Pagi ini saya mendapatkan informasi di Facebook dari seorang teman. Informasi tersebut tentang program donasi buku paket yang berjudul Anak Bertanya Pakar Menjawab seharga Rp 120.000 untuk satu paket buku. Karena penasaran dan tidak memiliki informasi yang jelas, saya pun mengunjungi akun resmi https://www.facebook.com/kitaberbagibuku dan meminta informasi lengkap mengenai isi dari buku tersebut. Tidak lama berselang permintaan saya ditanggapi oleh admin dari FB Page tersebut dan diberikan tautan www.anakbertanya.com.

Setelah mengunjungi situs web resminya, yang saya pahami adalah buku ini berisi pertanyaan anak-anak yang dijawab langsung oleh pakarnya. Isi situs web tersebut sangat menarik, karena pertanyaan dari anak-anak dijawab oleh pakarnya menggunakan bahasa yang sangat mudah dipahami oleh anak-anak. Untuk lebih jelasnya silakan kunjungi situs web di atas.

Tadinya saya berpikir untuk memberikan donasi secara langsung, tetapi kok rasanya tidak berkesan. Tiba-tiba saya memiliki ide dan menyampaikannya kepada Kiran. Ide tersebut adalah mengumpulkan dana untuk berdonasi. Jadi saya sampaikan kepada Kiran bahwa kami bisa membantu anak-anak di tempat yang jauh untuk menerima buku yang kita donasikan. Akhirnya kami putuskan untuk membuat sebuah proyek selama 2 minggu (mulai tanggal 1 Februari sampai 14 Februari) dan kami telah mendiskusikan hal apa saja yang sekiranya Kiran bisa lakukan supaya bisa mendapatkan uang untuk memberikan donasi.

Saya pun mengajak Kiran untuk membuat video untuk menyampaikan proyek ini kepada semua orang. Berikut ini videonya:

Kami pun membuat video mengenai buku kesukaannya.

Setelah membuat video, kemudian kami berdiskusi dan membuat rencana supaya Kiran dapat menghasilkan uang untuk dikumpulkan dan didonasikan. Saya sangat senang berdiskusi dengan Kiran dan tingkat konsentrasinya sudah mulai meningkat dan bertahan lebih lama. Berikut ini hasil diskusi yang kami (semoga terbaca dengan baik):

Hasil Diskusi

Hasil Diskusi

Kami mohon dukungannya dari teman-teman semua semoga proyek ini dapat berjalan dengan lancar. Saya akan mencoba mendokumentasikan kegiatan ini setiap hari (semoga bisa disiplin). Jika ada ide lain yang bisa kami lakukan, silakan sampaikan di kolom komentar.

Untuk yang ingin bergabung mengumpulkan dana, yuk kita berusaha sama-sama.

Informasi terkini*

1 Februari 2016: Pembuatan kampanye di kitabisa.com untuk mempermudah penerimaan donasi. Kampanye sedang dalam pengecekan admin Kita Bisa. Setelah disetujui, akan saya bagikan di media sosial.

Perjalanan Pendidikan Rumah 2015

Perjalanan Pendidikan Rumah 2015

Dengan berakhirnya tahun 2015, mengingatkan keluarga kami bahwa sudah hampir satu tahun Kiran menjalani pendidikan rumah. Banyak hal yang terjadi dan tidak semuanya sempat kami tuliskan di dalam blog ini. Kami pun masih kesulitan mengatur jadwal keseharian pendidikan Kiran sekaligus mencoba menuntaskan segala tanggung jawab yang berkaitan dengan pekerjaan kami. Semoga tahun ini kami bisa mengatur jadwal keseharian kami lebih baik lagi dan lebih konsisten menuliskan perjalanan keluarga kami khususnya tentang pendidikan rumah Kiran .

Pendidikan Rumah Kiran

Semenjak Kiran menjalani pendidikan rumah, kami sangat bersyukur Kiran telah tumbuh menjadi anak yang sangat percaya diri dan mampu berinteraksi dengan anak-anak yang lebih muda usianya. Karena kegiatannya yang hampir setiap hari berinteraksi dengan orang-orang baru dari berbagai usia (anak-anak hingga orang dewasa) membuat Kiran lebih mudah beradaptasi dengan orang-orang yang baru ditemuinya.

Setelah menjalani pendidikan rumah, Kiran pun menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab. Saat ini Kiran sudah mampu untuk melakukan tugas-tugasnya dengan mandiri tanpa harus dibantu (meskipun kadang-kadang harus diingatkan) seperti, merapikan tempat tidur, berkomitmen dalam mengatur waktu mainnya, membantu kami menyiapkan peralatan makan sebelum makan dan mencuci peralatan makannya sendiri, membereskan mainan dan membuat dapat menyelesaikan rencana yang kami rancang (meskipun kadang-kadang harus diingatkan ketika hatinya sedang tidak merasa senang). Perilaku yang paling kami apresiasi adalah kejujurannya ketika Kiran berani mengakui hal-hal buruk yang dilakukannya dan menyampaikannya kepada kami tanpa rasa takut dan atas kesadarannya sendiri.

Untuk kemampuan berbicaranya dalam bahasa Inggris sudah lebih baik dan Kiran telah dapat menggunakan kalimat kompleks sampai pada 3 buah kalimat. Kemampuan berbahasa Indonesianya (bahasa Indonesia yang sebenarnya) masih kurang, karena lebih sering berkomunikasi dengan dialek Jakarta. Saat ini kami memang masih berfokus untuk menguatkan kemampuan dasar bahasa Inggrisnya terlebih dahulu sampai dirinya mampu membaca, kemudian kami akan beralih untuk mengajarinya  berbahasa Indonesia.

Kami tidak memiliki target secara khusus untuk tahun pertama pendidikan rumah Kiran, karena masih dalam tahap mempererat hubungan orangtua dan anak. Kami pun masih dalam proses deschooling yang sedikit demi sedikit mulai kami rasakan manfaatnya. Secara keseluruhan kami sangat senang dengan segala perkembangan Kiran di tahun pertama pendidikan rumahnya.

Mencoba Menemukan Kesesuaian

Di luar perkembangan tumbuh kembang Kiran, kami sebagai orangtuanya yang kebetulan bergelut di dunia pendidikan merasa sangat kesulitan untuk mencari cara terbaik dalam menjalani kegiatan pendidikan rumah Kiran. Sebagai guru, kami terbiasa dengan adanya perencaaan dan melakukan kegiatan dengan cara pemberian materi atau lembar kerja yang terstruktur. Pada awalnya kami melakukan kesalahan yang mungkin umum dilakukan oleh para pemula yang menjalani pendidikan rumah. Kami mengatur jadwal untuk Kiran sedemikian rupa layaknya jadwal sekolah. Kegiatan tersebut hanya bertahan satu bulan dan segera kami hentikan karena kami merasa apa yang kami lakukan hanyalah memindahkan sekolah ke rumah dan apa yang kami lakukan tidak sesuai dengan tujuan pendidikan rumah kami.

Karena kami tidak melihat Kiran menikmati kegiatan-kegiatan yang kami berikan akhirnya kami pun berusaha mengatur ulang segalanya. Berbagai jadwal keseharian sudah kami coba tetapi masih belum menemukan jadwal keseharian yang “ideal” seperti yang kami inginkan. Kami masih menemukan salah satu pihak “terkorbankan” baik dari sisi Kiran maupun sisi kami sebagai orangtuanya. Akhirnya kami pun mulai mencoba pendekatan pendekatan yang berbeda dengan cara menghilangkan kegiatan-kegiatan yang “kami anggap bagus” dan lebih memerhatikan hal-hal yang Kiran anggap lebih menarik. Kami mencoba untuk berdamai dengan diri sendiri (tidak memberikan harapan-harapan baik untuk dari kami maupun dari Kiran) dan mulai menjalani keseharian kami dengan mengalihkan perhatian kami kepada Kiran bukan pada kegiatan yang harus dilakukannya. Sedikit demi sedikit kami pun mulai mendapatkan irama keseharian kami. Kami selalu berpikir terlalu rumit untuk hal yang sebetulnya sederhana. Tetapi kami pun belajar dan mulai melatih diri untuk “mengingat” kembali dunia anak-anak.

Satu hal yang selama ini kami pelajari, kemantapan diri. Bagaimana kita menyikapi segala sesuatu yang tidak sesuai dengan perencanaan kita tetapi tetap mencari cara untuk mencapai tujuan merupakan hal yang lebih penting karena untuk mencapai tujuan diperlukan penyesuaian.

Perayaan Natal Jakarta Homeschool Club 2015

Perayaan Natal Jakarta Homeschool Club 2015

Salah satu alasan kami menjalani model pendidikan rumah bagi Kiran adalah penguatan karakter. Fokus utama pendidikan kami berada pada pendidikan karakter daripada akademis. Banyak hal yang berkaitan dengan pendidikan karakter di antaranya adalah memiliki toleransi terhadap orang lain terlepas dari status dan kepercayaannya. Tidak ada satu manusia terlahir memiliki “label”, manusia dewasalah yang memberikan status dan label sehingga hubungan di antara individu semakin jauh dari rasa kemanusiaan.

Kami menyadari bahwa untuk memiliki sikap bertoleransi memerlukan perjalanan panjang dan pemahaman terhadap sifat ini bukanlah sebuah teori yang bisa kita ajarkan dalam waktu yang singkat. Kenyataannya belajar bertoleransi terhadap orang lain harus berada di dalam situasi “menyaksikan” atau “mengalami” karena hakikatnya mengetahui informasi dan menjalankan apa yang kita ketahui adalah dua hal yang sangat berbeda. Oleh karena itu, saya selalu mencari kesempatan untuk memperkenalkan Kiran kepada hal-hal baru yang mungkin untuk kebanyakan orang dianggap liberal. Tetapi saya selalu yakin bahwa segala sesuatu yang diniatkan dengan baik akan berakhir dengan baik.

Pengalaman kali ini sangat berkesan bagi kami sekeluarga. Semua berawal dari perkenalan kami dengan Ibu Ida Luther dan keluarga pada acara Festival Pendidikan Rumah (FESPER) 2015 di Cibodas pada bulan Agustus lalu. Setelah acara FESPER kami pun berkomunikasi via Whatsapp dan Facebook. Meskipun baru saling mengenal, entah mengapa sepertinya kami seperti sudah kenal lama tidak merasa canggung pada saat berkomunikasi (situasi seperti ini mulai menjadi pola keseharian kami semenjak menjalani pendidikan rumah dan bertemu dengan para praktisi pendidikan berbasis keluarga).

Singkat cerita saya menyampaikan kepada Ibu Ida bahwa kami ingin memberikan kesempatan kepada Kiran untuk merasakan indahnya memiliki sifat toleransi, salah satunya kami selalu mengundang diri kepada teman dekat kami yang beragama kristen yang sudah kami anggap sebagai keluarga pada setiap perayaan natal. Ya, kami yang mengundang diri dan tahun ini akan menjadi perayaan natal kami yang kelima bersama sahabat kami. Oleh karena itu, Ibu Ida pun tidak ragu untuk mengundang kami menghadiri acara perayaan natal Jakarta Homeschool Club (JHC) yang diselenggarakan pada tanggal 5 Desember 2015 di Jakarta Design Center.

Konsep acara ini patut ditiru karena minim sampah. Setiap keluarga membawa makanan yang bisa dibagikan kepada semua orang yang hadir dan setiap orang harus membawa peralatan makannya sendiri. Kami pun datang tepat pada waktu yang telah ditentukan dan langsung disambut oleh Kim (putri Ibu Ida). Acara ini dipandu langsung oleh Ibu Ida dan kami pun baru mengetahui kemudian bahwa Ibu Ida ternyata adalah salah satu dari tiga orang pendiri JHC.

Ada rasa waswas karena ini pertama kalinya kami bertemu dengan orang-orang di JHC dan pada saat acara yang sangat spesial bagi mereka. Apalagi JHC adalah komunitas homeschooling kristen dan kami adalah satu-satunya keluarga non-kristen yang hadir pada acara tersebut. Tetapi semua kekhawatiran itu langsung sirna ketika kami disambut dengan sangat ramah oleh setiap anggota JHC sejak awal kedatangan kami, bahkan kami pun terharu karena setiap makanan diberikan label dengan keterangan halal dan tidak halal dan beberapa orang mengingatkan kami menu apa saja yang halal pada saat makan malam berlangsung. Ada beberapa nama yang kami langsung kenal seperti Ibu Lenny dan Lina kemudian Ibu Dewi yang membantu saya menyisihkan makanan tidak halal karena saya salah mengambil.

Ibu Ida (paling kiri) dan Ibu Lenny (paling kanan)

Selama kami berada di acara tersebut, tidak sedikit pun kami melihat ada pandangan aneh baik dari anak-anak maupun orang dewasa JHC. Keberadaan Bunda Kiran yang berkerudung pun tidak terlihat mengganggu mereka. Bahkan kami pun diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri dan berbagi di bagian acara “Family Sharing Moment” di mana setiap keluarga menyampaikan rasa syukurnya dan kesan-kesan mereka dalam menjalani pendidikan rumahnya masing-masing tahun ini. Pola lainnya pun terlihat ketika para praktisi pendidikan berbasis keluarga ini mulai mendapatkan berkah dan kebahagiaan dari pendidikan rumah yang mereka jalani. Pengalaman perbaikan kehidupan di dalam keluarga ini selalu saya dengar dari para praktisi pendidikan rumah dan sedikit demi sedikit keluarga kami pun merasakannya.

Ada satu kegiatan di dalam rangkaian acara tersebut yang sangat berkesan bagi kami dan khususnya Kiran, di mana Ibu Ida memberikan Character Recognition Certificate kepada semua anak JHC atas pencapaian mereka hasil observasi keseharian mereka pada saat berkegiatan di JHC. Setiap anak menantikan namanya dipanggil ke depan untuk menerima sertifikat tersebut dan terlihat sangat senang ketika menerima sertifikatnya. Tanpa diduga di akhir pemberian sertifikat itu, ternyata nama Kiran dipanggil. Dari interaksi Kiran pada saat acara FESPER bersama Ibu Ida sekeluarga, Kiran pun mendapatkan sertifikat dengan kualitas karakter Tolerance. Kiran pun merasakan sensasi kebahagiaan menerima sertifikat tersebut. Senyumnya melebar dan matanya berbinar pada saat namanya dipanggil ke depan oleh Ibu Ida.

 

Berikut ini adalah dokumentasi acara tersebut: 

Tidak terasa tiga jam pun telah berlalu dan kami menikmati setiap menitnya bersama keluarga JHC. Meskipun tidak banyak bercengkerama dengan para orangtua JHC, tetapi bahasa tubuh dan cara mereka menerima kami sangat membuat kami merasa nyaman. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ida dan seluruh keluarga JHC atas keramahan dan kehangatannya menerima kami sekeluarga. Semoga kita bisa bertemu di lain kesempatan untuk lebih mengenal satu sama lain. Kami pun berharap Kiran dapat mengenang pengalaman malam itu dan menjadikannya sebagai contoh yang baik sikap bertoleransi antar umat beragama.

Seandainya semua orang bisa saling bertoleransi seperti ini tanpa memandang warna kulit, negara, dan khususnya agama. Bisa dibayangkan indahnya persatuan di dunia ini hidup rukun berdampingan seperti cuplikan lagu Imagine yang dilantunkan John Lenon di bawah ini.

. . .
Imagine there’s no countries
It isn’t hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Living life in peace…

You may say I’m a dreamer
But I’m not the only one
I hope someday you’ll join us
And the world will be as one
. . .

Keselamatan di Jalan Raya

Keselamatan di Jalan Raya

Kali ini saya ingin membagikan pengalaman bersama Kiran di jalan raya beberapa hari yang lalu. Membawa anak di jalan raya memiliki risiko yang sangat tinggi, khususnya bagi yang membawa balita. Keinginan bermain mereka yang sangat tinggi menyulitkan kita sebagai orangtua untuk bisa mengingatkan mereka untuk fokus dan berhati-hati di jalan raya.

Pada hari itu saya mengajak Kiran pergi ke sebuah percetakan untuk urusan pekerjaan. Singkat cerita setelah saya menyelesaikan urusan di sana, kami berjalan kaki menuju sebuah tempat yang terletak 2 gedung di sebelah percetakan untuk makan siang. Saat itu kami harus berjalan kaki di trotoar yang kondisinya sangat buruk dan tidak layak disebut sebagai trotoar. Setelah berjuang menghindari begitu banyak lubang di trotoar dan sekian banyak bunyi klakson yang ditujukan kepada kami, akhirnya kami tiba di lokasi.

Selama perjalanan saya memegang tangan Kiran untuk memastikan keamanannya. Ketika kami hendak menyebrang jalan di depan area lobi gedung, Kiran melepaskan tangan saya dan berlari dengan cepat mengejar sesuatu di atas aspal sehingga saya tidak bisa menjangkaunya. Melihat kendaraan yang melaju ke arah Kiran, saya memanggil Kiran dengan lantang dan langkahnya pun langsung terhenti karena terkaget mendengar suara saya.

Untung saja kendaraan tersebut pun melambatkan lajunya dan syukurlah tidak ada kejadian apa-apa. Ternyata ketika saya tanyakan kepada Kiran, dia bilang mau mengambil mainannya yang terjatuh dan menggelinding di atas jalan.

Pada saat makan siang, saya mencoba menyampaikan pesan bahwa apa yang dilakukannya sangat berbahaya dan dia harus selalu memerhatikan situasi di sekitarnya demi keselamatan dirinya. Akhirnya setelah berdiskusi mengenai keselamatan diri di jalan raya, berikut kesepakatan yang kami buat bersama :

  • Keselamatan diri adalah yang paling penting bukan barang.
  • Selalu mendengarkan ketika diingatkan.
  • Selalu berpegangan tangan ketika berjalan di jalan raya.
  • Jika menjatuhkan sesuatu jangan langsung mengambilnya. Lihat sekeliling dan pastikan tidak ada kendaraan.  Minta bantuan jika diperlukan dan jangan melakukan apa pun ketika ada kendaraan mendekati benda yang terjatuh.

Sebetulnya mungkin banyak hal yang bisa dibicarakan sebagai aturan ketika berada di jalan raya. Tetapi berdasarkan kejadian tersebut, poin-poin di atas adalah kesepakatan yang kami buat bersama dengan harapan bisa lebih memudahkan kami (saya dan istri) untuk mengingatkan Kiran ketika berada di jalan raya.

Semoga kiriman ini bisa menjadi pengingat untuk kita semua untuk tidak lengah ketika berada di jalan raya bersama anak. Memberikan pengertian kepada anak dengan cara yang mudah dipahami bisa meringankan tugas kita ketika bersama anak-anak di jalan raya.

Bertualang di Wahana Adventure of Human Body

Bertualang di Wahana Adventure of Human Body

Setelah bertualang di Rumah Perubahan beberapa hari yang lalu, sekarang saatnya kami membuktikan ketenaran Bekasi yang sempat heboh menarik perhatian banyak orang di jejaring sosial. Tujuan kami mendatangi Bekasi karena Summarecon Mal Bekasi menawarkan jelajah petualangan mengenai bagian tubuh manusia yang terangkum melalui wahana Adventure of Human Body yang menyajikan replika anatomi bagian tubuh manusia melalui pemanfaatan teknologi visual. 

Kami sudah membuat janji untuk berkegiatan bersama komunitas homeschooling Kerlap (Kelompok Bermain dan Belajar Depok) di sana. Waktu tempuh dari rumah kami ke lokasi yang dituju adalah 40 menit (dengan kondisi lalu lintas yang relatif lancar melalui Jalan Tol JORR).

Brosur Adventure of Human Body

Brosur Adventure of Human Body

Kesan pertama saya ketika keluar pintu Tol Bekasi Barat, sebetulnya tidak ada yang spesial tentang tempat ini, sampai di tengah perjalanan kami melihat sebuah gapura besar berdiri kokoh di atas jalan layang dengan tulisan SUMMARECON BEKASI di atasnya.

Jalan Layang Summarecon Bekasi

Jalan Layang Summarecon Bekasi

Beberapa menit kemudian, kami pun tiba di mal Summarecon Mal Bekasi dan segera meluncur ke lantai satu. Wahana Adventure of Human Body mudah sekali ditemukan karena terdapat beberapa hiasan dinding yang berbentuk tubuh manusia. Setelah menunggu beberapa saat, kami pun bertemu dengan teman-teman KERLAP. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 dan tempat sudah secara resmi dibuka. Tetapi sayangnya kami harus menunggu sebentar karena petugas loketnya belum datang sehingga kami tidak bisa membeli tiket supaya bisa masuk.

Setelah petugas loket datang, kami pun segera membeli tiket karena sudah tidak sabar ingin segera memasuki wahana yang berukuran raksasa itu dengan luas area mencapai 800 m2 (sumber: www.malbekasi.com). Singkat cerita, kami pun memasuki pintu masuk melalui mulut patung dan diajak untuk menjelajahi tenggorokan, pita suara, organ jantung, hati, ginjal, pankreas, usus, sistem saraf, hingga ke saluran pembuangan (rektum).

Kami pun segera disambut dengan sebuah tanda yang bertuliskan PITA SUARA. Ketika memasuki bagian PITA SUARA kami harus berjalan melewati katup bergetar yang memotong aliran udara dari paru-paru. Untuk memahami bagaimana cara manusia menghasilkan suara bisa dilihat di sini. Kemudian kami pun berjalan menuju bagian paru-paru.

Adventure of Human Body

Pita Suara

Dengan kondisi cahaya yang redup dan efek suara nafas yang diperdengarkan melalui pengeras suara dengan keras untuk memberikan pengalaman di dalam tubuh, ternyata membuat anak-anak merasa tidak nyaman. Semua anak yang memasuki ruangan ini langsung gelisah karena takut, termasuk Kiran. Saya pun mencoba menenangkan Kiran karena dia meminta untuk segera keluar. Tetapi saya bilang kalau mau keluar harus mengikuti jalan keluar, namanya juga petualangan.

Wahana unik ini mengajak para pengunjung untuk menjelajahi tenggorokan, pita suara, organ jantung, hati, ginjal, pankreas, usus, sistem saraf, hingga ke saluran pembuangan.

Berikut ini dokumentasi kunjungan kami di sana. Saya menampilkan foto-foto secara urut sesuai dengan urutan perjalanan. 

Jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba wahana Adventure of Human Body yang berlokasi di lantai 1 Summarecon Mal Bekasi. Wahana ini dibuka setiap hari, mulai tanggal 23 Oktober 2015 sampai dengan 31 Januari 2016 pukul 11.00 WIB – 22.00 WIB. Tiket masuk sebesar Rp 30.000 per orang.

Sekadar informasi dari pengalaman kami kemarin, bagi yang tertarik mengunjungi tempat ini disarankan untuk tidak membawa balita. Suasana gelap, sempit dan efek suara yang diciptakan di dalam wahana tersebut bisa membuat anak-anak ketakutan. Untuk anak balita memasuki wahana ini seperti memasuki rumah hantu 😆 . Sayangnya kami pun tidak begitu menikmati wahana ini karena harus menenangkan anak yang ketakutan.

Untungnya di dalam mal ada area bermain untuk anak-anak sehingga anak-anak bisa bermain dengan seru dan melupakan pengalaman menakutkan yang mereka alami di dalam wahana. Setelah puas bermain kami pun makan siang bersama.

Saya lebih menyarankan wahana ini untuk dikunjungi anak-anak yang sudah atau akan  mempelajari anatomi tubuh supaya bisa memberikan pengalaman belajar yang menghibur dan interaktif melalui pemanfaatan teknologi visual yang ditawarkan.

Di sisi lain, Summarecon Mal Bekasi juga bisa dijadikan tempat alternatif bagi warga Jakarta yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda. Pusat perMal yang dirancang sangat apik, membuat pengunjung sangat nyaman berada di dalamnya. Arena bermain dalam ruangan yang ditempatkan di tengah gedung membuat anak-anak bebas berlarian tanpa khawatir mengganggu pengunjung lainnya karena areanya yang luas. Tempat makan yang bervariasi juga ditawarkan tempat ini, mulai dari tempat makan ala resto cafe sampai dengan model pujasera dengan konsep pembayaran kartu yang sisa saldonya bisa diuangkan kembali. Yang paling penting untuk saya pribadi adalah ketersediaan lahan parkir yang sangat luas.

Saya bukan seseorang yang senang berjalan-jalan di mal atau mudah disenangkan dengan kondisi mal, tetapi mal ini telah memberikan pengalaman yang sangat positif untuk saya dan membuat saya ingin kembali ke sana. Bagi yang tertarik berkunjung ke sana berikut ini alamat lengkapnya :

Jalan Bulevard Ahmad Yani Blok M
Sentra Summarecon Bekasi 17142
Phone: (021) 2957 2888

Panduan dari Jakarta melalui Jalan Tol JORR :

Masuk Jalan Tol JORR kemudian mengarah ke Cikampek. Selanjutnya keluar di Pintu Tol Bekasi Barat. Setelah keluar pintu tol, ikuti jalan yang ada dan belok kiri pada pecahan jalan pertama, Anda akan langsung memasuki Jalan Jenderal Ahmad Yani (Anda tidak akan melihat petunjuk jalan menuju Summarecon Bekasi Mal sampai beberapa saat berada di jalan ini). Lurus saja dan naik flyover yang bertulisan SUMMARECON BEKASI. Selanjutnya Anda akan melewati bundaran dan setelah itu Anda harus berada di lajur jalan paling kanan karena akses masuk mal tidak jauh di depan Anda. Anda akan melihat tulisan MAL dengan tanda panah di jalan untuk mengarahkan Anda memasuki terowongan untuk langsung masuk ke area mal.

Ketuk di sini untuk melihat lokasi di Google Maps