Kalender Kereta Api

Tadi siang sewaktu berkunjung ke PT. KAI di Cikini, Kiran mendapatkan suvenir berupa kalender, tabloid dan botol minum. Setelah itu kami pergi ke sebuah mal di daerah Jakarta Selatan karena Kiran mengikuti beberapa kelas olahraga di sana.

Setelah selesai berkegiatan dalam perjalanan keluar mal . . .

Bunda: Kiran, the calendar and the tabloid are heavy. Can I give it to someone else? We already have a calendar at home.

Kiran: Bunda, do you want me to give your phone to someone else?

Bunda: No. Of course not.

Kiran: Well, me too. That is mine. I want to keep it

Ketika pertanyaan dibalas dengan pertanyaan. Sepertinya saya keseringan menjawab Kiran dengan “What do you think?”

Hanya 6 Kilometer

Setelah selesai melakukan wawancara di kantor PT. KAI di Cikini . . .

Kiran: Bun, I want to ride train to Kota Kasablanka.

Bunda: But we only have 20 minutes left before your tennis class. I think we better take Gojek, it’s very close from here, only 6 kilos.

~Gojeknya sampai~

Kiran: Bun, aku duduk di depan drivernya ya.

Bunda: Jangan ah Ki, jauh soalnya.

Kiran: Tadi kata Bunda deket, only 6 kilos, sekarang bilangnya jauh, gimana sik . . . wishy washy nih bunda . . . (sambil ngelirik ngeledek)

Bunda: Hehe, ternyata jauh juga ya . . . maaf ya, bunda tadi belum lihat peta Ki.. (ngeles dotkom)

Moral lesson: mulutmu harimaumu.. ??

T Vs D

Pagi ini merasakan debat kusir sama Kiran ketika reading time. Mendebatkan bunyi kata “Walked” dan “Talked“..

Bunda: Ki, you read this word (walked) WALKT, with ending T sound. And so is the word talk, it ends with T, so it becomes TALKT.

Kiran: Bunda, I don’t see the T on the word, so it should be walked, ends with -ED, not with T . . . this one (talked) is also ED not with T.

Bunda: How do you know that? Why do you think it is pronounced that way?

Kiran: Because I know it bunda, English is my first language, so I know it. (tsaaahh, gaya bangeett)

Bunda: Well, I think we should check with Uncle Dez, we can ask which one is the correct pronunciation.

Kiran: Okay, we can check it on the internet too.

Mungkin untuk orang lain Kiran seperti ngeyel kalau di kasih tahu. Tapi buat saya, ini kemajuan, karena dia bisa mempertahankan pendapatnya memberikan argumen sesuai pengetahuannya sekarang dan jawabannya tidak terpengaruh pendapat saya.

Dimple

Pagi kemarin:

Kiran: Bunda, ayah has dimples on his cheeks, do I have one?

Bunda: Yes, you did Ki, when you were a baby. I’ll find the photo later.

Sore tadi:

Bunda: Here’s the photo Ki, see, you had one on your right cheek.

Kiran: Oh yeah, I have dimple like ayah (sumringah)

Bunda: How come I dont have one? (Pura-pura sedih)

Kiran: Dont worry Bun, I think you have, but it is covered by fat on your cheeks. (Muka lempeng)

Cars Project

Beberapa minggu lalu, Kiran mengerjakan proyek keduanya setelah membuat proyek Lapbook ulat sutra. Karena waktu itu Kiran sedang suka dengan ulat dan proses metamorfosisnya, saya melihat semangat di dirinya ketika mengerjakan proyek ulat sutra. Bu Septi juga waktu itu pernah berbagi cerita, ketika anak-anaknya masih kecil, beliau menanyakan APA yang anak-anaknya ingin pelajari, sehingga semangat belajarnya akan tetap terjaga sampai poyeknya selesai. Mengacu pada pengalaman beliau, maka saya mencoba menerapkannya kepada Kiran.

Sebelum memulai proyek kedua ini, Saya bertanya kepada Kiran hal apa yang ingin ia pelajari. Untuk kali ini ternyata Kiran ingin tahu lebih banyak tentang jenis-jenis mobil. Dari jawabannya, saya jadi tahu apa minat anak saya pada saat ini.

Setelah itu, kami membuat rencana untuk proyek mobilnya. Di sini, saya memperkenalkan Kiran untuk membuat rencana menggunakan model pertanyaan 5W1H. dengan model pertanyaan ini, saya ingin Kiran belajar menjabarkan dan merencanakan projeknya secara detil. Dengan membuat rencana, saya ingin Kiran mengerti bahwa dengan membuat perencanaan terlebih dahulu akan mebuat pekerjaannya lebih terarah dan diakhir proyek, akan terlihat kesulitan dan kendala yang terjadi di luar rencana sehingga untuk proyek selanjutnya akan bisa lebih matang lagi dalam membuat perencanaan. Berikut contoh jawaban 5W1H yang Kiran lakukan:

What : What cars are you going to put in your project? 6 cars (merk Kiran sebutkan)

Who : Who is going to do the project? Me and with help from bunda

When : When are you going to do it? Everyday for 4 days

Where : Where are you going to conduct you project? At home and showrooms

Why : Why do you choose this project? I choose this project because I like cars

How : How are you going to do the project?

  • Go to showroom, ask the expert some questions and ask for brochures
  • Check on the internet
  • Draw and print car pictures
  • Present it to my friends
  • Review

Keesokan harinya, sesuai dengan rencana yang Kiran buat, kami mengunjungi total tiga dealer mobil untuk mencari informasi langsung (dari ahlinya). Dalam kegiatan ini Kiran juga saya perkenalkan dengan adab mewawancarai orang lain, mulai dari menyapa, memperkenalkan nama, tujuan, dan menutup wawancara. Pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber juga merupakan pertanyaan yang berasal dari Kiran, saya tidak bantu sama sekali. Terserah saja apa yang ingin ia tanyakan. Pada tahap ini, saya melihat kekurangan Kiran ketika bertanya kepada orang lain. Hal ini tentu  menjadi bahan diskusi kami pada malam harinya. Jadi ketika mengunjungi showroom kedua dan ketiga, Kiran mulai memperlihatkan perkembangan dalam bertanya.

Karena keterbatasan waktu (rencananya Kiran hanya menuliskan 4 hari), untuk 3 merk mobil yang lain, Kiran mencari informasinya melalui internet. Dalam kegiatan ini, Kiran belajar mencari informasi lewat website, menyimpan gambar, menyalin gambar ke Microsof Word, serta mengedit gambar. Karena masih tahap perkenalan dengan komputer, maka prosesnya cukup memakan waktu. Tapi karena Kiran menikmatinya, saya juga ikutan senang melihat proses belajarnya. Untuk penggunaan komputer, saya memberikan contoh kepada Kiran bagaimana cara menggunakan komputer, setelah itu, saya biarkan ia melakukannya sendiri. Satu-satunya yang saya bantu hanya mencolokkan charger laptop dan memasukkan kertas ke dalam printer. Sisanya Kiran lakukan sendiri (meskipun lama).

Karena ini Project Based Learning, ketika membuat rencana, Kiran sudah memutuskan akan membuat lapbook untuk proyek ini. Maka setelah selesai mendapatkan semua informasi yang diperlukan, Kiran pun mulai menyusun dan menempel semua gambar ke media yang ia pilih (jilid buku bekas). Kiran menggunting, menempel, menulis, dan menyusun semua gambarnya sendiri.

Setelah semua selesai, Kiran berlatih untuk mempresentasikan proyeknya. Untuk presentasi, saya mau semua yang dijelaskan Kiran adalah murni dari pemikirannya sendiri. Jadi saya hanya memberitahu tata cara presentasi yaitu,

  • Pembuka (salam, memperkenalkan diri dan mukadimah proyek)
  • Isi (proses perjalanan membuat proyek ini)
  • Penutup (mengundang audience untuk bertanya dan menutup presentasi)

Setelah itu, keesokan harinya Kiran mempresentasikan hasilnya kepada ayahnya. Kiran terlihat bangga sekali dengan hasil karyanya.

Hari selanjutnya, kami mengulas kembali projek yang dikerjakan, dan menuliskan apa yang Kiran sudah rasa baik, hal-hal yang perlu diperbaiki untuk projek selanjutnya, dan apa yang Kiran sukai dari projek ini. Ulasan seperti ini diperlukan agar ketika mengerjakan proyek selanjutnya akan bisa lebih baik lagi.

Ketika melakukan proyek ini, Kiran bersemangat sekali. Jika anak diberikan kesempatan untuk melakukan dan mengerjakan hal yang ia suka dan memilih yang akan dikerjakan, binar di matanya menjelaskan semuanya. Ini pengalaman belajar yang saya lakukan dengan Kiran. Semoga bermanfaat.