YouTube Presentation Project

Beberapa waktu lalu kami sempat kewalahan karena Kiran mulai menawar untuk terus meningkatkan screen timenya. Kami memberikan waktu selama 30 menit setiap hari kepada Kiran untuk menggunakan tablet atau komputer untuk hal yang ingin dia gunakan. Biasanya Kiran menggunakan screen timenya untuk menonton YouTube. Karena pendekatan Kiran kepada kami sudah mulai dengan cara merengek meskipun telah kami ingatkan, akhirnya kami memutuskan untuk tidak memberikan screen time selama 2 hari.

Selama 2 hari itu juga kami meminta Kiran untuk memikirkan kembali mengapa kami harus tetap memberikan screen time kepadanya. Kami pun ingin menggunakan kesempatan ini sebagai proyek untuk melihat kemampuan Kiran dalam menyampaikan gagasannya secara lisan. Maka kami pun meminta Kiran untuk membuat sebuah presentasi untuk apa Kiran akan menggunakan screen timenya.

Setelah berdiskusi bersama bundanya, Kiran pun membuat sebuah gambar untuk membantu presentasinya. Hal-hal apa saja yang ingin dia tonton ketika menonton YouTube. Berikut ini presentasi Kiran mengenai Proyek Presentasi YouTube.

Belajar Menyablon Kaos

Kegiatan kali ini kami bertandang ke rumah Bibi Sari dan Paman Samli. Kami ke rumah Bibi Sari untuk menyablon kaos untuk “seragam Belajar Bersama” dan di sana peralatannya lengkap. Alat-alat-alat yang dibutuhkan untuk menyablon kaos adalah cat acrylic, busa, stensil gambar atau tulisan yang akan disablon, dan alas karton.  Kaosnya sendiri bertuliskan Belajar Bersama, nama masing-masing anak serta cap tangan masing-masing anak. Tentunya sudah ada yang berkeinginan untuk melukiskan yang lain pada kaosnya.

Pertama-tama, kami membuat stensilnya  dulu. Bibi Sari punya printer yang keren sekali.  Biasanya printer dapat mencetak/menggambar, printer ini dapat memotong. Membuat pekerjaan kami  jadi lebih mudah. Hanya saja karena setiap kaos memiliki nama berbeda-beda, pembuatan polanya tetap memakan waktu. Stensil  dibuat dengan menggunakan freezer paper, yang sebetulnya diperuntukkan untuk membungkus daging ketika akan dibekukan. Kertas khusus untuk membuat stensil sangatlah mahal, maka freezer paper ini dapat dijadikan alternatif. Setelah stensil terpotong maka stensil perlu ditempelkan ke kaos dengan cara disetrika. Ketika dipanaskan, stensil menempel dengan rapi ke kaos. Setiap stensil dapat dipergunakan ulang sampai 5 kali.

Setelah  semua stensil tertempel, waktu makan siang pun tiba.  Wah . . . harus mengisi  bensin  dulu nih. Perut rasanya lapar sekali. Seperti biasanya makanan begitu banyak. Langsung dengan lahap kami menyantap semua makanan. Tandas!

Setelah makan siang selesai, kami pun mulai menyablon.  Anak-anak duduk berderet menggunakan celemek. Kaos yang sudah ditempel stensil diberi alas karton ditengah-tengahnya agar cat acrylic tidak meresap kebawah. Kemudian cat acrylic pun dibagikan. Langkah selanjutnya busa ditempelkan ke cat lalu ditepuk-tepukan ke kaos sampai semua stensil tertutup warna dengan rapat. Sebaiknya busa tidak diusapkan karena stensil dapat terangkat.

Terbayangkankan hebohnya. Setiap anak tidak sabar ingin mewarnai kaosnya dengan warna pilihan masing-masing. Saking semangatnya begitu menerima busa, langsung menempelkan ke kaos diluar stensilan hihihi. ternyata cat crylic cepat kering lho. Jadi mengerjakannya harus cukup cekatan. Untuk cap tangan, busa yang sudah beri cat ditepuk-tepukkan ke telapak tangan. Setelah warna rata, tempelkan telapak tangan ke kaos dengan cukup kuat. Jadi deh.

Untuk yang ingin menggambar bebas langsung dikaos, ternyata cukup sulit dilakukan. Cat acrylic cepat kering dan bahan kaospun dengan cepat menyerap catnya sehingga usapan cat tidak seperti ketika di atas kanvas. Sepertinya cara yang paling mudah memang membuat stensilan lalu menepuk-nepuk warna satu persatu.  Ketika semua stensilan selesai diwarnai, stensilan dapat langsung dilepas, lalu hasil sablonan di press panas agar benar-benar kering dan meresap ke kaos. Setrika dapat  juga digunakan  untuk tahap ini.

Selesaaaai… 

Anak-anak langsung ingin menggunakan hasil karyanya. Mereka pun lalu foto bersama menggunakan hasil karya mereka. Wah . . . seru sekali hari ini. Terima kasih Bibi Sari dan Paman Samli.

Renting Project

Renting Project

Berawal dari obrolan ringan tentang barang-barang yang menumpuk lalu berujung pada sebuah ide untuk “mengeluarkan” barang-barang yang jarang terpakai supaya tidak memenuhi rumah. Kemudian teringat tentang obrolan mengenai community-based education, bukan pada pelaksanaan pedidikannya melainkan pada community supportnya (kata community di sini bisa diartikan secara luas sebagai masyarakat).

Teringat juga pada obrolan lainnya bersama beberapa keluarga praktisi pendidikan berbasis keluarga yang mengeluhkan terbatasnya alat-alat pendidikan atau mahalnya biaya investasi untuk barang-barang yang diperlukan oleh anak-anaknya dan bersifat sementara.

Karena memiliki perhatian yang sama, beberapa keluarga di Belajar Bersama akhirnya berdiskusi dan bersepakat untuk mengadakan sebuah proyek untuk menyewakan peralatan yang kami miliki kepada masyarakat. Terdapat beberapa kekhawatiran mengenai bagaimana nanti penyewa memperlakukan barang yang akan kami sewakan dan kekhawatiran lainnya. Oleh karena itu, kami membuatkan aturan main yang bisa dibaca di web proyek kami pada laman Syarat Sewa.

Saya sempat melempar ide ini di dinding Facebook saya dan ternyata responsnya cukup baik. Bahkan beberapa orang menghubungi saya melalui jalur pribadi menanyakan apakah mereka bisa ikut menitipkan barang-barangnya. Untuk saat ini kami masih menampung ide tersebut dan belum berani mengeksekusinya karena satu dan lain hal, khususnya kendala teknis mengenai pengiriman barang. Akhirnya kami putuskan untuk saat ini, proyek ini kami kerjakan sendiri dulu dan belum bisa menerima penitipan barang dari pihak lain. Kami akan memberikan kabar jika hal itu sudah bisa dilakukan.

Perlu persiapan setidaknya satu bulan untuk menyiapkan sistem yang akan kami gunakan. Mengingat kami semua memiliki kesibukan masing-masing, akhirnya kami putuskan untuk membuat situs web yang kami harap dapat memudahkan kami dan penyewa untuk pemesanan dan pengelolaan barang yang kami sewakan.

Barang-barang yang kami sewakan sudah kami bagi menjadi beberapa kategori untuk memudahkan penyewa mencari barang yang diperlukannya dan kategori barang ini akan terus bertambah. Untuk menghemat waktu, supaya situs web ini dapat kami luncurkan secepatnya kami menggunakan foto-foto yang tersedia di internet supaya kami tidak perlu memotret barang yang kami sewakan, begitu juga deskripsinya. Fokus kami saat ini adalah situs web kami bisa segera diluncurkan dan orang-orang dapat menggunakan barang-barang kami. Kami akan menambah jumlah barang setiap minggunya dan deskripsi setiap barang akan kami ganti secara bertahap ke dalam bahasa Indonesia.

Kami telah membuat Facebook Page untuk proyek ini. Jika Anda rasa informasi ini bermanfaat bagi Anda, keluarga Anda atau teman-taman Anda, silakan kunjungi FB Page kami di : https://www.facebook.com/rentingproject/

Semoga proyek ini membawa manfaat bagi kita semua. Kami berharap dapat membantu Anda dan keluarga untuk meringankan biaya pengeluaran keluarga Anda. Kami nantikan kritik dan saran dari Anda sekalian. Silakan kirimkan masukan Anda ke kontak@belajarbersama.com

Berikut ini adalah situs web yang dibuat sepenuh hati untuk kemudahan proyek kami yang kami beri nama Renting Project (Repro) http://repro.belajarbersama.com

Menjadi Manager di Rumah Sendiri

Menjadi Manager di Rumah Sendiri

Di rumah kami tidak ada asisten rumah tangga yang membantu pekerjaan rumah. Jadi semua pekerjaan rumah tangga kami kerjakan bersama-sama, mulai dari mencuci baju sampai membersihkan kamar mandi. Semua menjadi tanggung jawab anggota keluarga kami. Semenjak Kiran berusia 4 tahun, saya dan suami sudah memperkenalkan house chores kepada Kiran. Berhubung Kiran masih piyik, jenis house choresnya juga hanya sedikit saja. Kami menyebutnya 4 simple steps.

Berhubung Kiran sudah 6 tahun sekarang, saya dan ayahnya Kiran sepakat untuk menambahkan 2 tanggung jawab lagi ke Kiran yaitu membersihkan halaman depan dan menyortir pakaian yang sudah digosok. Supaya adil, saya, suami dan adik ipar yang tinggal bersama, mempunyai tugas yang harus dikerjakan setiap hari bersama-sama di pagi hari. Untuk setiap orang yang bertugas melakukan satu pekerjaan rumah tangga, dengan memegang posisi sebagai Manager. Misalnya Kiran bertugas membersihkan halaman depan, termasuk memastikan sandal dan sepatu berada pada tempatnya. Kiran juga berhak menegur saya atau ayahnya kalau lupa membereskan alas kaki ke atas rak sepatu. Sebutan Kiran adalah Porch Manager. Karena saya yang mencuci baju, maka sebutan saya adalah Laundry Manager. Saya berhak menegur orang rumah yang sembarangan menaruh baju kotor sembarangan. Manager juga bisa meminta bantuan dari anggota keluarga yang lain, jadi Kiran juga belajar untuk membantu pekerjaan orang lain.

Ide manager ini terinspirasi dari Pak Dodik dan Ibu Septi, ketika suami saya mengikuti kegiatan Homeschooling for Facilitator di Salatiga. Pak Dodik dan Ibu Septi membagikan rahasia keberhasilan mereka mendidik ketiga anak mereka yaitu salah satunya dengan jabatan Manager ini. Dengan memiliki “jabatan”, anak akan lebih senang menjalankan tanggung jawab mereka di rumah karena pada saat itulah mereka bisa memerintah ayah, ibu, kakak dan adik mereka untuk membantu melaksanakan tugasnya hehehe. Hatur nuhun buat Pak Dodik dan Ibu Septi untuk inspirasinya.

Daftar pekerjaan rumah masing-masing kami tulis di papan dan menggunakan checklist. Jadi siapapun yang sudah mengerjakan tugasnya bisa mencontreng di papan. Setelah pekerjaan “wajib” selesai, baru deh kami memulai kegiatan yang lain. Titel Manager ini berlaku sesuai kesepakatan bersama. Durasinya juga sesuai hasil musyawarah bersama, bisa satu minggu, satu bulan bahkan labih lama. Kalau di rumah, titel ini berlaku satu bulan. Sehabis itu, titel Manager bisa berpindah ke orang lain sesuai dengan pekerjaan rumah yang dikerjakan dan disepakati bersama.

Terkadang kami masih harus terus mengingatkan Kiran untuk konsisten mengerjakan pekerjaan rumahnya, begitupun mengingatkan diri kami sendiri untuk beristiqomah memberikan contoh tauladan yang baik untuk Kiran. Jika Kiran masih belum bisa melakukan tugasnya tanpa harus diingatkan, berarti PR saya dan suami masih berlanjut.

A Loose Tooth – Reading B7

A Loose Tooth

Buku yang dibaca oleh Kiran hari ini berjudul “A Loose Tooth”.

Di dalam buku ini Kiran telah mengenali kata tanya what, does, dan how. Meskipun Kiran belum mengenali tanda baca, Kiran telah menunjukkan improvisasinya dengan mengubah intonasi membacanya ketika membaca kata tanya tersebut di awal kalimat. Dengan sendirinya Kiran segera mengulang kembali kalimat yang diawali oleh kata tanya tersebut dan mengubah intonasi bacaannya dengan intonasi bertanya.

Kiran menunjukkan motivasi membaca yang lebih baik dibandingkan dengan kemarin. Kiran terlihat diam sejenak pada setiap halaman dan lebih memerhatikan detil gambar pada setiap halaman sebelum membaca teksnya. Kiran belum membuat prediksi kejadian dari gambar yang diamatinya.

Setelah selesai mengamati gambar pada setiap halaman, Kiran melanjutkan kegiatannya dengan membaca teks yang ada pada tiap halaman.

Kiran sudah mencoba mengeja bunyi huruf pada setiap kata berikut ini tetapi masih kesulitan dan harus saya bantu melafalkannya, pulls, great, won’t, able, dan last.

Berdasarkan buku yang dibacanya hari ini Kiran sudah

  • mengenali final consonant ‘k’ seperti pada kata ‘week’ dan ‘look
  • bisa melafalkan initial consonant blend ‘gr’ seperti pada kata ‘great’ dan ‘growing’
  • bisa melafalkan vowel diagraph ‘oo’ seperti pada kata ‘loose’ dan ‘tooth’
  • bisa melafalkan high-frequency words ‘will’.

Di akhir kegiatan membacanya, Kiran menceritakan kembali bacaannya sebagai berikut;

“Ka-Sing has hole. his tooth is fallen.”

Hasil cerita ulang Kiran belum menunjukkan pemahaman terhadap bacaan secara mendetil. Kiran mengingat sebagian kecil dari keselururuhan ceritanya.

Catatan untuk kami:

Kami harus memperkenalkan metode ‘who’, ‘what’, dan ‘where’ dalam proses bercerita ulang pada kegiatan membaca berikutnya. Kiran belum mengenal metode tersebut.