Trekking di Gunung Mandalawangi

Minggu kami trekking ke Gunung Mandalawangi di Cijapati daerah perbatasan Bandung dan Garut. Kami berkegiatan dari jam 10 pagi dan kembali ke kaki gunung pukul 4 sore. Perjalanan naik dan turun gunungnya sendiri memakan waktu 3 jam dan dilakukan dengan santai mengikuti kemampuan Kiran. Sayangnya Nuni tidak bisa ikut karena keracunan makanan dan harus beristirahat di rumah. Saya mengajak teman saya dari Kanada yang sedang berkunjung ke Jakarta dan Kang Ian yang tinggal tidak jauh dari Cijapati untuk melakukan perjalanan ini.

Kami mengawali dengan memasuki area perkebunan sayur mayur dan perkebunan kayu jati putih. Memasuki kaki gunung kami disambut oleh barisan pohon pinus yang melindungi kami dari teriknya sinar matahari. Semakin jauh kami melangkah ke dalam hutan, kami hanya mendengar bunyi langkah kami dan bunyi tonggeret di sekeliling kami. Di pemberhentian pertama kami beristrirahat sambil mengamati sisa-sisa buah kopi yang telah habis dipanen. Setelah beristirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan kami melewati pohon kopi arabika dan tanaman tembakau. Perjalanan kami berakhir setelah kami tiba di perkebunan teh sebagai titik tertinggi pendakian kami. Kurang lebih 100 meter sebelum mengakhiri perjalanan kami, Kiran sempat menangis karena mendapati saya dua kali menginjak duri dan Kiran takut kakinya akan menginjak duri juga. Kiran dihadapkan pada sebuah pilihan untuk turun kembali dan mengikuti rasa takutnya atau terus berjalan ke atas dan menghadapi rasa takutnya. Setelah saya berikan waktu untuk membuat keputusan, dan memberikan motivasi akhirnya Kiran menuntaskan perjalanannya. Pelajaran berharga lainnya yang bisa saya saksikan dengan hanya menemani dan mengamati. Tidak ada rencana khusus selain berjalan-jalan di gunung saja dan di menit-menit terakhir kami memutuskan untuk membuat nasi liwet di sana dengan perbekalan yang secukupnya dan kami sangat terbantu dengan peralatan memasak yang dibawa oleh Kang Ian sehingga kami bisa menikmati makanan sambil beristrirahat di perkebunan teh

Banyak hal yang bisa saya dapatkan mengenai perkembangan diri Kiran ketika saya menahan diri untuk tidak mengatur dan menentukan apa yang terjadi pada saat berkegiatan bersama Kiran. Tidak perlu banyak berceramah atau mengajari karena alam akan dengan sendirinya mengajari anak kita apa yang perlu diketahuinya. Menemani Kiran dan melakukan pengamatan perkembangan dirinya dari waktu ke waktu sedang saya menjadi perhatian saya untuk membangun kesadaran diri saya supaya terbebas dari penghakiman terhadap Kiran.

Belajar dari alam untuk mengenal diri lebih baik lagi. Melihat Kiran berinteraksi bersama orang dewasa membuat saya senang karena saya bisa melihat keterampilan Kiran untuk memulai percakapan dan melatih kemampuan berbahasanya. Bahasa tubuhnya memperlihatkan kondisi dirinya di sebuah tempat. Saya melihat gerakan tubuhnya yang ragu karena merasa tidak aman ketika memanjat bebatuan, menyeberangi aliran air sampai berjumpa dengan beberapa binatang kecil di sepanjang perjalanan. Menjadi bagian dari kelompok, menawarkan bantuan untuk memasak sampai menghibur diri sendiri dengan batang dan ranting pohon yang disediakan oleh alam menunjukkan perkembangan dirinya di usianya yang baru saja menginjak tujuh tahun.

Berikut ini video perjalanan kami, silakan klik subscribe untuk menerima video perjalanan homeschooling kami secara berkala di channel Youtube kami.

Posted by Rahdian Saepuloh

<p>Rahdian yang biasa dipanggil Ian adalah seorang swadidik. Kegiatannya saat ini mengelola Language Studies Indonesia, lembaga pendidikan Bahasa Indonesia untuk penutur asing di Jakarta dan menikmati keseharian bersama anak lelakinya yang sedang menjalani pendidikan rumah. Selain itu Ian sangat tertarik dengan teknologi dan perkembangannya.</p>
<p>Lembaga yang dipimpinnya telah mendapatkan penghargaan dari dalam negeri dan luar negeri sejak 2014 sebagai The Best Education Program of The Year serta pengalamannya di dunia bisnis sejak tahun 2007 telah membuat membuat dirinya dijadikan konsultan bisnis untuk membantu beberapa perusahaan startup nasional memulai bisnisnya.</p>

Leave a Reply

Required fields are marked*